Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO

Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO
Wanita Licik


__ADS_3

Pagi ini mungkin menjadi pagi terburuk bagi Aji karena harus bertemu Selena di tempat kerjanya. Sekalipun di lapangan, Selena benar-benar ingin mengambil kesempatan dalam proyek ini agar terus dekat dengannya. Aji merasa tak nyaman bekerja dengan Selena, hingga ia tak begitu mempedulikan wanita cantik itu.


“Ini kafe ketiga papa aku, tapi khusus yang ini buat aku, makanya aku mau dari desain sampai pembangunannya dibuatkan kamu,” ucap Selena manja.


Aji hanya mengangguk tanpa tenaga sembari terus melanjutkan pekerjaannya.


“Ji, nanti makan siang bareng ya,” ajak Selena yang tak dihiraukan Aji.


Selena begitu asyik mengambil foto kebersamannya bersama Aji berkali-kali hingga Aji menegurnya. “Kamu mau belajar ‘kan? Atau mau foto-foto?”


Selena hanya tersenyum mencubi pipi Aji. “Jangan marah-marah ih.”


Saat makan siang Aji pun hanya sempat makan di salah satu tempat makan terdekat dengan tempat kerjanya saat ini. Apalagi, Selena sangat berisik dengan terus mengajaknya makan bersama. Tanpa banyak bicara Aji makan siang bersama Selena, dengan tujuan agar bisa segera kembali bekerja.


Lagi-lagi, Selena mengabadikan foto kebersamaan mereka. Aji benar-benar tak mengindahkan wanita di hadapannya itu. Aji fokus makan dan tak lupa memberi kabar pada sang kekasih.


Bukan tanpa alasan, foto-foto yang diambil Selena adalah untuk dikirimkan pada Syadira. Entah apa maksud Selena melakukan hal itu, tetapi Syadira hanya melihat kiriman foto dari Selena dengan eskpresi datar. Kegundahan hatinya justru terasa ketika Aji izin tak menemuinya malam ini.


“Apa karena ingin pergi bersama Selena? Kok Mas Aji nggak kasih tau kalau dia kerja sama Selena? Atau memang Selena ada di sana untuk sekedar menemani?” Hati Syadira diselimuti perasaan cemburu.


Semalaman, hatinya tak tenang memikirkan Aji. Tiba-tiba, ia mengurungkan niatnya untuk menghubungi sang kekasih. “Kalaupun mereka sedang bersama, mungkin memang seharusnya begitu.” Ia pun menangis tak jelas.


###


Pagi hari, Aji sengaja mampir ke kos Syadira sebelum berangkat ke kantor. Ia duduk di bangku depan kamar kos sembari menunggu Syadira keluar dari kamarnya. Namun, bukan sambutan senyuman hangat yang dilihatnya, melainkan ekspresi datar Syadira.

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Aji polos.


Syadira menggeleng. “Kenapa ke sini? Tumben.”


Aji mencubit gemas pipi kekasihnya itu. “Kamu yang kenapa pagi-pagi udah ketus.”


“Kemarin siang makan di mana? Sama siapa?” tanya Syadira mulai mengintrogasi Aji.


Aji mengerutkan keningnya menahan tawa. “Kok tumben kepo, biasanya cuek. Aku makan siang di dekat lahan proyek yang mau dibuat kafe. Seharian aku di sana kemarin.”


“Sama Selena?” tebak Syadira ketus.


Aji memandang Syadira heran. “Tau dari mana?”


Syadira menghela nafas panjang. “Lagi ada kerja sama atau dia memang menunggu kamu di sana?”


“Kenapa nggak cerita?” Syadira merasa Aji belum terbuka padanya, yang ia sebut calon istrinya. “Karena aku nggak akan tahu apa-apa soal pekerjaan kamu?”


Aji tersenyum memeluk Syadira yang tengah cemburu. Aji pun menjelaskan bahwa ia sengaja tidak menceritakan ini semua karena tak ingin Syadira berpikir macam-macam, karena Aji memang hanya melakukan pekerjaannya. Tak ada maksud lain. Bahkan, ia tak peduli dan tak akan mau menghiraukan kehadiran Selena yang mengejar-ngejarnya.


Aji kembali menanyakan dari mana Syadira tahu soal makan siangnya bersama Selena. Syadira pun menunjukkan foto-foto kiriman Selena. Aji semakin murka pada wanita licik itu. Aji terus meyakinkan Syadira bahwa hanya dia lah wanita yang akan diperjuangkannya dan tak akan tergantikan oleh siapa pun. Aji juga menjelaskan bahwa foto-foto yang dilihatnya itu tak sepenuhnya benar karena Selena asal melakukan jepretan ketika ia tengah fokus bekerja dan juga makan.


Mendengar kata-kata Aji, seketika senyum tipis terlihat di wajah cantik Syadira. Aji ikut tersenyum pada mantan kekasih kontraknya itu. Tak lama, Aji berpamitan berangkat ke kantornya, dan berpesan pada Syadira untuk tak menghiraukan ulah Selena, si wanita licik yang sengaja ingin membuat mereka bertengkar.


###

__ADS_1


Seperti dugaan Aji, Selena telah menunggunya di lobi kantor, untungnya, Aji sudah meminta salah seorang staf untuk mengunci ruangannya dan menitipkan kunci itu pada Vita, hingga Aji sendiri yang mengambilnya saat tiba di kantor.


Aji menghampiri Selena dan menggertaknya. “Kalau kamu mau kita melanjutkan kerja sama ini, dan kamu mau tetap aku yang menggarap kafe kamu, berhenti menganggu hubunganku dengan Syadira. Sekali lagi aku tahu kamu ikut campur dalam hubunganku, saat itu juga aku selesaikan kontrak kerja sama kita. 100 juta bukan uang yang banyak buatku jika hanya untuk membayar denda pembatalan kerja sama kita!”


Aji pergi meninggalkan Selena yang tengah terdiam mendengar gertakan Aji.


Vita yang mengetahui kejadian yang baru saja ia lihat, sontak merekamnya untuk dibagikan kepada Syadira. “Cewek gatel.”


Selang beberapa detik, Selena mengejar Aji hingga ke ruangannya. “Ji, kamu tidak bisa seenaknya sama aku!”


“Kamu atau aku yang seenaknya sendiri? Aku paling benci bekerja sama dengan orang-orang yang tidak profesional. Bahkan aku sudah mengatakannya di depan papa kamu kalau aku akan sangat menolak mengerjakan kerja sama ini bila tujuannya hanya untuk kepentingan pribadimu sendiri!” tegur Aji mengeluarkan amarahnya.


“Kamu pikir, papa aku nggak mengeluarkan biaya yang besar untuk kerja sama dengan perusahaan ini? Kalau bukan karena kamu, papa aku akan lebih memilih vendor lain yang lebih murah!” Selena tak mau kalah.


“Silakan, aku justru tidak mengharapkan kerja sama kita, Selena! Silakan sekarang juga kamu cabut kontrak kerja sama kita tanpa perlu denda membayar sepeser pun!” Aji mempersilakan Selena.


“Kamu salah mengartikan kerja sama ini. Jangan pernah mencampuradukkan kepentingan pribadi dengan pekerjaan!” lanjut Aji yang sudah lelah dengan sikap Selena.


“Ji, kenapa kamu dingin sama aku? Tidak sehangat saat dulu saat aku menemuimu sepulang dari Singapura?” Selena tak terima dengan perubahan sikap Aji padanya.


Aji pun menjelaskan bahwa dirinya hanya menganggap Selena teman baiknya. Aji juga menjelaskan perubahan sikapnya disebabkan sikap Selena yang menjadi ambisius untuk menjadi pasangan Aji. Aji hanya akan baik selama Selena tetap menjadi Selena yang ia kenal saat pertama kali bertemu.


Merasa ditolak, Selena meninggalkan Aji tanpa pamit.


“Kamu akan menyesal, Ji. Aku akan melakukan hal yang sama seperti yang Bella lakukan ketika aku tak bisa mendapatkan kamu!” ucapnya sembari berjalan cepat penuh amarah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2