Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO

Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO
Hubungan Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Aji mendatangi kembali kos Syadira. Sebelumnya, ia izin bertamu pada mantan kekasih kontraknya itu. Setelah diizinkan Syadira untuk menemuinya, mereka berbincang-bincang di depan teras kamar Syadira. 


“Mas Aji kenapa masih ngeyel ketemu aku sih?” Syadira heran pada mantan kekasih kontraknya itu.


Aji menghela nafas panjang. “Kangen.”


“Biar kamu juga gak sedih, ‘kan kata Vita kamu sedih karena hubungan kontrak kita sudah berakhir. Dir, kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?” lanjut Aji memancing Syadira menyatakan cintanya.


Syadira menggeleng.


“Oke, kalau kamu tidak mau mengatakan sesuatu, aku yang akan mengatakannya,” sahut Aji.


Aji memegang tangan Syadira dan menatapnya dalam. “Dira, kalau aku meminta kita berhubungan kontrak lagi, mau nggak? Tapi kontrak seumur hidup.”


Syadira terkejut mendengar ucapan Aji. “Mas Aji bercanda ya. Mas, lupa ya kita berbeda? Aku sudah pernah bilang, kalau aku sama Mas Aji, tembok kita terlalu tinggi dan akan banyak rintangannya.”


“Aku juga pernah bilang kalau kita mau berjuang bersama, tembok itu bisa dirubuhkan,” ucap Aji meyakinkan Syadira.


“Jadi kamu menolak? Perasaanku tidak berbalas? Aku bunuh diri aja kalau begitu,” lanjut Aji membujuk Syadira agar mau menerimanya.


Syadira melihat Aji kesal. “Ini bukan soal perasaan, Mas. Ini soal latar belakang kita yang berbeda.”


Aji dan Syadira terus berdebat hingga akhirnya Syadira kalah mempertahankan egonya. Ia tak ingin membohongi perasaannya bahwa dirinya juga menyukai Aji. Menjalin hubungan dengan Aji memang hal yang berat baginya, namun, membiarkan perasaan ini layu dan melihat Aji bersama orang lain juga sama beratnya.


Syadira memutuskan untuk menerima Aji menjadi kekasihnya. Kekasih yang sesungguhnya, bukan sebatas hubungan hitam di atas putih. Aji juga meyakinkan Syadira bahwa ia akan memperjuangkan hubungannya, dan tak ada yang perlu dikhawatirkan.


###

__ADS_1


Mengingat apa yang dikatakan Vita saat itu, membuat Aji bersama tim auditor mulai menyelidiki seseorang yang dicuriga Syadira. Diketahui bahwa laki-laki tersebut adalah mantan kepala divisi keuangan, yang telah didemosi menjadi staf biasa dalam divisi yang sama. Tak disangka, salah seorang auditor setuju akan tuduhan sementara kepada karyawan tersebut.


“Dari hasil audit beberapa waktu lalu, memang mengarah kepada Pak Simin. Namun, sepertinya ia tak melakukan kejahatannya sendiri, ada yang membantunya. Sengaja kami belum menyampaikan hal ini pada Pak Aji dan Pak Haryo karena ingin mengumpulkan bukti lebih banyak,” lapor salah seorang tim auditor.


Aji juga meminta bagian cctv untuk memperlihatkan rekaman saat kejadian di mana Syadira melihatnya di halte, juga saat karyawan tersebut mengoperasikan komputer kepala divisi. Setelah beberapa rekaman terkiat dibuka, tak sengaja rekaman lain muncul. Rekaman tentang tindakan lain yang dilakukan Simin saat menjalankan aksi curangnya.


Mereka berdiskusi dibantu dengan tim legal perusahan. Hari itu, diputuskan akan dilakukan pemantauan terhadap Simin beberapa hari ke depan. Setelah mengumpulkan bukti yang cukup kuat, mereka mendiskusikan hal ini kepada Pak Haryo, CEO perusaahan. Perusahaan pun segera melakukan pemanggilan dan memberlakukan konsekuensi hukum untuk Simin, juga komplotannya.


Tak lupa, Aji menghubungi kekasihnya untuk mengucapkan terima kasih atas laporannya. Tentunya, Aji tak akan mengatakan pada banyak orang jika Syadira lah yang mencium hal ini lebih dulu, untuk melindunginya. Aji ingin menjadikan tindakan Syadira ini sebagai hal yang bisa dibanggakan di depan ayahnya, juga sebagai bahan pertimbangan agar sang ayah merestui hubungannya.


“Kalau bukan karena kamu, perusahaan akan semakin menanggung kerugian hingga milyaran. Ayah harus melihat kehebatan kamu,” ucap Aji lirih.


###


Semenjak Aji dan Syadira memutuskan untuk menjalin cinta, Aji sering mengunjungi Syadira di kosnya. Hingga ayah Aji mengetahuinya, dan meminta Selena untuk mendekati Aji. Selena pun dengan senang hati menagih janjinya.


Selena seakan tak membiarkan Aji memiliki waktu luang sedikit pun tanpa dirinya. Selena tak pernah absen mengajak Aji pergi bersama, walaupun sekadar makan bersama. Suatu ketika, saat Aji sedang makan malam dengan Selena, mereka tak sengaja bertemu dengan Bella dan Jonas. Merasa ada yang aneh, Bella menghampiri meja Aji dan Selena.


“Kamu tidak mungkin, ‘kan sudah putus dengan Syadira. Apa jangan-jangan kamu dengan Syadira memang hanya berpura-pura?” tuduh Bella pada mantan tunangannya itu.


Aji tak mengindahkan perkataan Bella.


Selena menatap Bella. “Kamu sudah menikah, kenapa masih ikut campur sama kehidupan Aji. Jo, tolong didik istri kamu lebih tegas!”


“Aku tidak bicara sama kamu ya, aku berbicara pada Aji!” ketus Bella yang tak suka dengan keberadaan Selena.


Melihat keadaan memanas, Jonas sengaja mengajak Bella pergi meninggalkan Aji dan Selena.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Aji pun mengaja Selena untuk pulang. Ia tak begitu suka berlama-lama pergi bersama Selena. Berbeda ketika tengah bersama Syadira yang begitu membuatnya nyaman dan menyenangkan.


“Ji, jangan langsung pulang ya, kita jalan-jalan sebentar di taman kota, gimana?” ajak Selena yang tak ingin menyudahi kebersamaannya dengan Aji.


Seperti biasa, Aji selalu menolak permintaan Selena. Ia tetap ingin pulang, tak peduli dengan rengekan Selena. Dengan terpaksa, Selena mengikuti kemauan Aji.


Di mobil, Selena melihat Aji menghubungi kekasihnya. “Ji, kamu janji waktu itu mau dekat denganku, tapi kenapa kamu malah tetap dekat dengan dia?”


“Aku sudah bilang saat itu, kalau soal perasaan aku tidak bisa menjamin apa pun, karena cinta tak bisa dipaksakan. Aku cuma mau menepati janjiku untuk mencoba dekat sama kamu, dan ternyata, aku tetap tak ada perasaan dengan kamu,” jawab Aji cuek tak ingin berdebat.


“Justru itu, Ji, kalau kamu dekat dengan dia terus, gimana kamu bisa suka sama aku? Sudah lah, Ji. Ayah dan kakek kamujuga tidak akan setuju dengan hubungan kalian. Kenapa harus capek-capek memperjuangkan yang sudah pasti tak akan bisa?” bantah Selena.


Aji tak bergeming. Ia hanya ingin bertemu Syadira. Pikirannya hanya tertuju pada kekasih sungguhannya itu.


###


Di sela-sela waktunya, Aji sengaja berbohong pada Selena agar ia bisa menemui Syadira sepulang kantor. Aji pun mulai tegas dengan membatasi 2 kali dalam 1 minggu untuk pergi bersama Selena, meski Selena terus memaksa untuk selalu bertemu. Selena juga tak segan untuk mendatangi kantor Aji dan mengajaknya makan siang. Aji pun menegur Selena tak akan mau pergi dengannya lagi jika masih nekat menemuinya setiap hari.


Setiap Aji akan menemuinya, Syadira pun juga tak jarang menyiapkan makan malam untuk kekasihnya itu. Tak jarang Aji memuji masakan Syadira. Aji benar-benar menikmati momen berkencan dengan Syadira, meski dengan cara yang sederhana.


Sembari terus berbincang, beberapa kali Aji menawarkan Syadira untuk bekerja di unit bisnis yang lain milik kakeknya, namun tak pernah disetujui olehnya, meski sampai saat ini ia masih dalam masa mencari kerja.


“Ayah kamu aja sengaja mengeluaran aku dari kantor supaya kita tidak bertemu lagi, masa sekarang aku mau kerja di tempat kakek kamu lagi, yang ada kakek kamu sendiri yang akan mengasingkan aku,” tolak Syadira.


“Kakek tidak akan seperi itu itu, Dir. Aku tidak akan berhenti memperjuangkan hubungan kita.” Aji meyakinkan Syadira.


Di tengah obrolan dan candaan Aji dan Syadira, tampak seorang laki-laki datang menemui mereka dengan ekspresi jengkel.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2