Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO

Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO
Hubungan Kontrak Yang Nyata


__ADS_3

Menyadari Bella yang menyebar anak buahnya, Aji dan Syadira berniat benar-benar ingin menjalankan hubungan kontrak ini sealami mungkin. Ada atau tidak adanya anak buah Bella yang mengikuti mereka, mereka akan berperan selayaknya pasangan kekasih selama 3 bulan ini. Mulai dari mengantar jemput ke kantor, makan bersama di luar, hingga berkencan setiap akhir pekan.


Syadira yang tak pernah mendapat perlakuan selayaknya seorang ratu, begitu terkesima dengan cara Aji memperlakukannya. “Padahal cuma kontrak, apalagi kalau sungguhan ya, pasti beruntung sekali yang menjadi pasangan Mas Aji.”


Seperti halnya malam ini, Syadira akan pergi makan malam dengan Aji. Syadira selalu antusias menyiapkan penampilan dirinya agar tak mengecewakan Aji. Saat tengah mencoba baju-baju yang dimilikinya, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.


“Ya, sebentar,” ucap Syadira berjalan menuju pintu.


“Siang, Kak. Saya diminta Pak Aji untuk mengantar paket ini. Terima kasih dan selamat siang,” ujar pengantar paket tersebut seraya berpamitan pada Syadira.


Syadira membawa masuk sebuah kotak besar itu ke dalam kamarnya. Setelah dibuka, ternyata gaun berwarna biru dongker, juga lengkap dengan sepatu hak tinggi dengan warna senada. Syadira tak pikir panjang untuk segera mencobanya.


“Waaah, bagus sekali. Pasti mahal,” ucapnya saat memakai gaun pemberian Aji.


Ia terus memandangi dirinya yang berputar-putar di depan cermin. Raut mukanya yang sumringah tiba-tiba menjadi murung. Syadira segera melepas gaun dan sepatunya.


“Pasti Mas Aji malu kalau aku pakai baju biasa seperti saat itu. Tapi ‘kan memang hanya itu model baju-bajuku. Aku semakin terlihat tak pantas untuknya. Untung hubungan ini hanya pura-pura, andai saja sungguhan aku pasti terlalu diatur sesuai gaya hidupnya,” gumamnya bersedih.


“Memang benar kata orang kalau kita harus mencari pasangan yang setara,” lanjutnya lagi sembari mengambil ponselnya untuk mengatakan terima kasih atas pemberiannya ini.


Beberapa jam kemudian, Syadira yang sudah siap dengan riasan dan gaun mewahnya, menunggu Aji yang tak lama lagi akan tiba. Beberapa menit kemudian, mobil Aji berhenti di depan rumahnya. Syadira bergegas keluar rumah dengan mimik muka tak bersemangat.


Aji membukakan pintu mobil untuk kekasih kontraknya itu.


Aji terus memperhatikan ekspresi wajah Syadira yang sepertinya tak bahagia. “Bajunya jelek ya, kamu nggak suka? Atau nggak nyaman ya dipakainya? Kalau begitu nanti kita cari baju yang lain ya yang bisa kamu coba sekalian di butiknya.”


“Nggak kok, Mas. Aku suka, bajunya bagus dan cantik. Mas Aji juga nggak perlu membelikan aku baju mahal seperti ini lagi. Kalau Mas Aji memang mau aku tampil seperti ini, aku bisa beli sendiri dari uang upah yang Mas Aji transfer waktu itu,” jawab Syadira lirih.


“Jangan, Dir. Uang itu kan memang untuk balas jasa kebaikan kamu, kalau kamu pakai untuk beli baju, kamu nggak dapat apa-apa dong, padahal kamu sudah susah payah membantu aku,” tolak Aji halus.


“Maaf ya, Mas, aku bikin malu, sampai Mas Aji harus dandanin aku seperti ini. Dari awal aku bilang seharusnya Mas Aji meminta bantuan perempuan lain yang setara sama Mas Aji.” Syadira semakin tak percara diri dengan kehidupannya.

__ADS_1


Aji memandang Syadira begitu dalam dan lama. “Dira, kamu jangan berpikir macam-macam ya, aku nggak ada maksud apa-apa kok, aku cuma mau memberi hadiah yang bisa kamu pakai saat bersama aku, maupun saat hubungan kontrak kita selesai.”


Syadira tersenyum tipis mendengar ucapan Aji.


###


“Silakan dinikmati Tuan Putri, ini makanan terekomendasi di sini,” sambut Jonas pada Bella yang sedang makan malam berdua.


Bella yang baru saja menikmati hidangan yang disajikan, terkejut melihat mantan tunangannya berada di restoran yang sama dengannya. Bella melihat Aji yang baru datang dengan menggandeng mesra tangan Syadira dan menggeser kursi untuk duduk kekasih kontraknya itu. Sontak mimik muka Bella berubah. Hatinya panas dan tak terima dengan semua ini.


“Harusnya aku yang tetap mendapat perlakuan manis itu dari kamu, Ji,” ucap Bella dalam hati.


Jonas yang menyadari kedatangan Aji dan melihat mimik muka Bella yang tak suka dengan pemandangan ini, dengan sigap menenangkannya. “Kamu lihat ‘kan, dia sudah bahagia bersama perempuan lain, seharusnya kamu juga bisa melupakannya, seperti dia melupakan kamu. Ada aku di sini yang bisa memperlakukanmu lebih dari Aji.”


“Kenapa mereka bisa di sini?” Bella masih tak menyangka akan melihat kemesraan Aji dengan Syadira.


Jonas hanya tersenyum puas.


Aji dan Syadira yang tak melihat ke arah Bella sama sekali, semakin terlihat menjalankan peran mereka sebaik mungkin. Aji mencium tangan Syadira dan tak henti tersenyum memandangi serta memuji kekasihnya itu. Syadira pun merasa harus memanfaatkan situasi ini agar semakin total dalam tugasnya. Sesekali Syadira mengusap pipi dan pundak Aji.


Bella mengalihkan pandangannya dengan kesal dan kembali memikirkan rencana-rencana jahatnya ke depannya.


Sementara itu, Syadira semakin menikmati perannya seolah tidak sedang berpura-pura. Baginya, ini adalah kesempatan yang tak akan datang dua kali dalam hidupnya. Bisa menjalin hubungan dengan cucu konglomerat yang begitu lembut dan manis padanya.


“Laki-laki yang baik akan memperlakukan pasangannya selayaknya seorang ratu,” ucapnya lirih.


“Kenapa, Dir?” tanya Aji yang samar-samar mendengar perkataan Syadira.


“Oh, nggak, Mas. Bukan apa-apa,” jawab Syadira salah tingkah.


“Mas Aji, terima kasih ya,” lanjutnya lagi.

__ADS_1


“Terima kasih untuk apa, Dir? Justru aku yang berterima kasih sama kamu sudah mau membantu aku,” ucap Aji tersenyum manis.


“Kalau bukan karena tugas dari Mas Aji, aku nggak akan pernah makan di tempat seperti ini, dan aku juga nggak akan merasakan diperlakukan seistimewa ini. Pasti beruntung sekali wanita yang akan menjadi istri Mas Aji nanti,” jawab Syadira dengan bangga.


“Jangan berlebihan ah, Dir. Kalau kamu sudah bertemu dengan lelaki yang tepat, kamu juga pasti akan diistimewakan. Kalimat Aji semakin membuat Syadira jatuh cinta padanya.


Di meja lain, Jonas dan Bella yang telah selesai makan, keluar restoran terlebih dahulu, terlihat Jonas memberikan jempolnya pada Aji, dan Aji pun membalas senyuman pada Jonas.


###


“Halo, dik, nanti kakak transfer buat uang jajan kamu ya, hari ini kakak gajian. Belajar yang rajin ya dik, kamu harus lebih segala-galanya dari kakak,” pesan Syadira dalam panggilan teleponnya.


Aji yang berdiri tak jauh di belakang Syadira, sengaja berdiam diri mendengarkan percakapan Syadira.


“Adik kamu, Dir?” tanya Aji selesai Syadira mengakhiri panggilan teleponnya.


Syadira terkejut Aji tiba-tiba menghampirinya. “Pak Aji dari kapan di sini?”


“Maaf ya, gak sengaja dengar obrolan kamu. Adik kamu masih sekolah?” tanya Aji penasaran dengan kehidupan Syadira.


Syadira pun menceritakan bahwa adiknya hidup bersama sang nenek di kampung halamannya. Saat ini, adiknya tengah menjalani kuliah di sana. Selama ia bekerja, ia selalu menyisihkan gajinya untuk diberikan pada adiknya. Walaupun biaya kuliah adiknya ditanggung oleh kampus karena beasiswa, dan kehidupan sehari-harinya ditanggung oleh sang nenek, Syadira tetap berkewajiban mengirim uang pada adiknya untuk kebutuhan lain.


“Sori, Dir. Ayah ibu kamu…”


“Ibu saya sudah meninggal, Pak, dan ayah saya menikah lagi. Dia sudah hidup bahagia dengan keluarga barunya, tanpa mau diusik oleh kami. Oleh karena itu, dari kecil kami hidup bersama nenek. Ibu dari ibu kami,” jelas Syadira yang membuat Aji terenyuh.


Kemudian, Syadira pamit karena tak enak jika mengobrol berdua di kantor. Syadira berjalan menjauhi Aji yang masih berdiri di tempat itu. Saat tengah berjalan menuju meja kerjanya, ponsel Syadira berbunyi tanda ada notifikasi yang masuk.


“Syukurlah, uang gaji sudah masuk jadi bisa segera transfer Elma,” ucapnya dalam hati.


Namun, Syadira merasa ada yang aneh pada nominal gaji yang diterimanya. Nilainya berbeda dari sebelumnya, dua kali lipat! Seketika Syadira teringat akan ulah Aji. Ia pun buru-buru menghubungi Aji untuk menanyakan hal ini.

__ADS_1


“Untuk keluarga kamu juga, Dir,” jawab Aji pada pesan singkatnya.


...****************...


__ADS_2