
Syadira menyampaikan berita bahagia ini kepada nenek juga adiknya, dan mereka menyambut bahagia kabar pernikahan ini. Syadira dan Aji juga terus mempersiapkan pernikahannya yang akan berlangsung bulan depan. Sesuai permintaan Syadira, ia tak mau jika acaranya terlalu mewah, cukup mengundang orang-orang yang memang dikenal baik saja. Mereka hanya mengundang beberapa kolega Aji dan ayah serta kakeknya, beberapa teman-teman Aji juga Syadira, dan perwakilan keluarga besar Aji dan Syadira. Tak lupa, mereka juga mengundang Bella dan Jonas yang sedang menantikan kelahiran bayi mereka dalam waktu dekat.
1 minggu sebelum acara, Aji meminta anak buahnya untuk menjemput adik dan nenek Syadira. Mereka akan tinggal di rumah pribadi Aji untuk menemani Syadira. Acara pernikahan yang akan digelar di sebuah ruangan mewah VVIP di salah satu hotel bintang lima itu sudah siap hampir 100 persen.
2 hari sebelum pernikahan, Aji menemui Syadira untuk yang terakhir kali sebagai sepasang kekasih. “Lusa, kita akan tinggal satu atap.”
Syadira merasa lega melihat kisah cinta mereka yang berakhir dengan senyuman kebahagiaan, meskipun jalan yang telah mereka lalui tidak lah semenyenangkan akhir cerita cinta mereka menuju pernikahan.
Syadira menghela nafas panjang. “Nanti kalau setiap hari lihat aku, jangan bosan ya, Mas.”
Aji tertawa mendengar permintaan calon istrinya itu. “Aku janji, akan selalu setia dan hidup bersama kamu, selamanya.”
###
Hari pernikahan tiba, adik dan nenek Syadira ikut merasakan kegelisahan yang dirasakan oleh Syadira. Elma terus menggandeng tangan kakak tersayangnya itu. Ia menenangkan kakaknya agar lebih tenang. Senyuman Elma selalu melindungi dan menguatkan setiap langkahnya.
Mobil yang menjemput Syadira dan keluarganya pun tiba di hotel. Mereka dipersilakan masuk oleh tim pengatur acara pernikahan menuju ruangan yang telah didekorasi begitu sederhana namun cantik dan elegan. Aji dan keluarganya pun telah tiba di sana, begitu pun juga dengan kolega dan teman-teman terdekat mereka. Tampak Bella yang tengah hamil besar datang bersama Jonas.
__ADS_1
Bella pun memeluk Syadira dan mengucapkan selamat padanya juga meminta maaf atas semua tindakan buruknya pada calon istri Aji itu. Syadira tersenyum dan membalas pelukan mantan tunangan Aji tersebut. “Hamil begini, kamu terlihat sangat cantik.”
Syadira kemudian menyalami tamu-tamu lain yang mengenalnya. Betapa terkejutnya mereka, tatlaka melihat ayah Syadira juga hadir bersama istri dan anak-anaknya di sana. Tangis haru mewarnai raut wajah sang ayah. Ia menghampiri anak perempuan pertamanya itu, dan memeluknya hangat.
“Maafkan Ayah, Nak. Kamu sudah besar saja, bahkan sebentar lagi akan menjadi istri orang. Selamat atas hari pernikahanmu. Ayah hanya mampu mendoakan yang terbaik untukmu, juga kebahagiaanmu. Ayah sangat sayang padamu,” ucapnya menahan tangis.
Syadira hanya terdiam dan tersenyum berada di pelukan ayahnya. Kemudian, ayah Syadira juga memeluk Elma, dan meminta maaf pada putri keduanya itu. Ayah Syadira juga memeluk dan meminta maaf pada mertuanya karena telah menjadi menantu durhaka.
“Maafkan Ayah yang telah lari dari tanggung jawab terhadap kalian. Ayah terharu melihat putri-putri ayah sudah sebesar ini dan tumbuh menjadi perempuan yang cantik,” lanjutnya pada Syadira dan Elma.
Ayah Syadira juga memperkenalkan istri dan kedua anaknya yang menginjak remaja. “Bila berkenan, berkenalan lah pada adik-adik kalian.”
Karena acara akan segera dimulai, Elma dan ibu tirinya kembali merapikan gaun Syadira dan menyeka air mata yang sedikit membasahi pipi meronanya. Mereka saling tersenyum memaafkan kesalahan masa lalu. Mau diungkit seperti apa pun, tidak akan mengubah apa-apa. Semuanya telah terjadi, menjadi sebagian dari takdir hidup.
Sementara itu, Aji tak berhenti memandangi wajah calon istrinya yang begitu memukau.
Hingga 1 jam prosesi pernikahan berlangsung, dan mereka pun saling menyalami dan berfoto bersama, para tamu juga dipersilakan untuk mencicipi hidangan yang telah disiapkan.
__ADS_1
“Makanan apa ini, Elma?” tanya nenek Syadira dengan lugu.
Elma hanya tersenyum melihat tingkah neneknya dan membisikkan sesuatu. “Ini makanan orang kaya, Nek.”
Terlihat para tamu undangan juga begitu menikmati acara dan makanan yang sederhana namun mewah ini.
Selesai acara, para tamu satu per satu meninggalkan ruangan. Ayah dan kakek Aji juga berpamitan karena kakek Aji tidak boleh kelelahan. Elma dan neneknya juga sudah dijemput untuk kembali pulang ke rumah Aji, setelah mereka sempat mengobrol sedikit dengan keluarga baru ayahnya.
Tinggalah Aji dan Syadira yang masih harus berganti baju. Setelah itu, mereka akan bermalam di salah satu kamar dengan tipe termahal di hotel yang sama. Aji begitu sabar menunggu istrinya yang belum selesai menghapus riasannya.
Tak lama, mereka pun sudah bisa beristirahat di kamar hotel yang sudah dipesan. Aji meminta Syadira untuk beristirahat terlebih dahulu, namun Syadira menolaknya. Ia tak ingin membuang waktu di hotel begitu saja. Ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama Aji. Syadira pun mengajak Aji untuk mengobrol sepanjang hari.
“Kamu yakin tidak mau istirahat? Jangan sampai nanti malam kita kelelahan,” goda Aji pada istrinya itu.
Syadira pun tersenyum geli mendengar ucapan Aji dan memeluk mantan kekasih kontraknya itu.
“Mas Aji, terima kasih banyak untuk semuanya,” ucap Syadira lembut.
__ADS_1
“Sama-sama, Sayang.” Aji pun mencium bibir Syadira dengan mesra dan begitu lama.
...****************...