Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO

Belenggu Cinta Kontrak Sekretaris CEO
Keadaan Memanas


__ADS_3

Mual yang dirasakan Bella selama beberapa hari ini tak kunjung usai. Ia mencoba meminum obat masuk angin, namun tak membawa pengaruh apa pun. Alhasil, Bella benar-benar yakin bahwa dirinya tengah hamil. Untuk memastikan dugaannya, ia mencoba menggunakan alat tes kehamilan.


Benar saja, hasilnya postitif. Bella mengamuk tak karuan. Kalau sudah begini, mau tak mau ia harus menikah dengan Jonas, sedangkan ia masih mengharapkan Aji


Bella merenung memutar otak. Dengan kelicikannya, ia ingin menjadikan kehamilannya sebagai jalan agar Aji kembali. Ia tak peduli dengan kabar pernikahannya dengan Jonas yang telah beredar, yang terpenting adalah Aji yang akan menikahinya. “Aku punya bukti yang kuat, Ji.”


Bella yang juga baru mengetahui bahwa Jonas lah dalang di balik berita tentang pernikahannya yang mencuat, segera menghubungi Jonas. Ingin rasanya ia mengamuk tak terima dengan sikap Jonas yang sengaja menyebarkan berita pernikahan mereka, juga ingin melampiaskan amarah karena kehamilannya. Bella menemui Jonas di rumahnya.


“Apa Aji yang memintamu menyebarkan berita pernikahan kita? Aku sudah pernah bilang jangan sebarkan apa pun tentang kita!” Bella tak berbasa-basi.


“Bukan Aji tapi aku sendiri yang memang ingin memberitahu orang-orang tentang hubungan kita,” jawab Jonas santai.


“Aku tidak suka akan kelancanganmu, Jo!” Bella semakin marah.


“Tidak ada yang perlu ditutupi, Bel. Semua orang akan segera tahu pernikahan kita,” elak Jonas.


Saat ingin terus berdebat dengan Jonas, Bella tak mampu menahan rasa mual dan lemasnya. Ia pun berjalan keluar dari rumah Jonas. Bella tak ingin Jonas tahu ia sedang mengandung anaknya.


“Bel, kamu kenapa? Kamu sakit?” tanya Jonas khawatir dengan terus mengikuti Bella.


Bella yang tak menghiraukan Jonas, segera masuk ke dalam mobilnya dan menancap gas.


###


Syadira yang baru saja pergi dengan teman lelakinya, berjalan dari ujung jalan rumahnya menghampiri Aji yang sedang berdiri bersandar di depan kap mobilnya. Aji terus memandangai Syadira dengan wajah kesal. Syadira terus berjalan menuju Aji dengan perasaan tak menentu.


“Dari mana?” Siapa?” Aji mulai mengintrogasi Syadira yang baru saja dibonceng seorang lelaki.


“Maaf, Mas. Itu tadi teman aku, kita baru aja makan,” jawab Syadira gugup tak berani melihat mata Aji yang penuh rasa kesal.


Aji mengehela nafas panjang. “Lupa kalau punya pacar? Kenapa tidak mengajakku?”

__ADS_1


Syadira mulai menatap mata Aji. Ia menjelaskan alasan mengapa ia bisa pergi bersama teman lelakinya itu. Ia tak sengaja bertemu dengan temannya saat sedang menunggu ojek, kebetulan Aji sedang ada urusan sehingga tak dapat mengantarnya pulang, begitu pun dengan Vita yang juga sedang tak bisa pulang bersamanya.


“Tidak bisa menolak ajakannya? Tidak bisa bilang padanya kalau pacarmu akan marah saat tahu kamu dibonceng lelaki lain?” Aji terus mencerca Syadira dengan banyak pertanyaan.


Syadira menyengir. “Waktu Mas Aji makan bersama Selena, aku juga tak marah seperti ini.”


Aji yang menyadari ia tengah cemburu pun segera mengalihkan pandangannya pada Syadira.


“Oh, kamu mau balas dendam,” jawab Aji lirih mengalihkan pembicaraan.


Syadira menggeleng dan terus meminta maaf pada kekasih kontraknya itu.


Aji berpamitan untuk pulang sekaligus ingin menegur Syadira kembali. “Jangan pernah lagi pergi bersama lelaki lain selain aku! Masuk rumah sekarang, sudah malam!”


Syadira yang memandangi kepergian Aji, hanya tersenyum kecil. “Kamu cemburu karena melihatku diantar pulang oleh laki-laki, atau karena aturan kontrak kita sih, Mas?”


###


Bella memaksa masuk ke kantor Aji. Syadira dan Vita yang sempat menghalanginya untuk naik, akhirnya tetap membiarkan perempuan licik itu masuk menemui Aji. Syadira menelepon Aji untuk mengabarkan bahwa Bella sedang berjalan menuju ruangannya.


“Apa kamu tak punya tata krama?” sapa Aji pada mantannya tersebut.


Bella meletakkan alat tes kehamilannya di atas meja Aji.


“Aku mau kita tetap menikah. Kalau tidak, aku akan menyebarkan berita kehamilanku karenamu. Aku punya buktinya, aku bisa tunjukkan foto-foto kita selama di Bali saat berada di kamarmu!” ucap Bella dengan berani.


“Dasar wanita ja**ng! Benar-benar licik kamu! Jangan pernah mengancamku!” Aji berdiri dan menatap Bella dengan rasa ingin memakan perempuan itu.


“Anak siapa yang kamu kandung? Atau karena terlalu banyak lelaki yang tidur bersamamu, jadi tak tahu siapa ayahnya dan semudah itu kamu menunjukku! Sampai kapan pun aku tak akan menikahimu!” Aji benar-benar geram dengan tingkah Bella.


Bella hanya tersenyum sembari menunjukkan foto-foto mereka saat di kamar Aji. Foto di mana saat Bella sedang menggunakan baju tidur yang seksi, dan Aji yang sedang telanjang dada sesusai mandi. Ia pun pergi membawa alat tes kehamilannya.

__ADS_1


“Aku tak akan takut dengan ancamanmu, Bel!” teriak Aji menyertai kepergian Bella dari ruangannya.


Aji terdiam pernuh emosi dan memikirkan solusi dari masalah ini karena tak ingin reputasinya hancur karena berita ini.


Bella yang sudah berada di lobi, sengaja menghampiri Syadira dan mengajaknya ke toilet. “Ada yang mau aku tunjukkan.”


Syadira pun mengikuti Bella ke toilet, Vita mengangguk memberikan kode pada Syadira bahwa dirinya akan siap siaga menyusul jika mereka tak segera keluar dari toilet.


Bella menyuguhkan alat tes kehamilann dan ponselnya pada Syadira tanpa menjelaskan apa pun. Syadira terdiam tak percaya akan semua ini. Di satu sisi ia percaya bahwa Aji tak akan melakukan hal menjijikkan ini. Namun, di sisi lain, kenyataannya Syadira sering melihat kebersamaan mereka selama di Bali. Salah satunya ketika melihat Bella yang berada di kamar Aji dengan pakaian seksinya, bisa jadi mereka sempat melakukan itu.


Syadira berusaha menguasai situasi ini. Ia tak ingin tampak lemah dengan percaya begitu saja pada Bella. Ia berusaha menahan perasaannya.


“Kamu pikir aku percaya? Perempuan licik sepertimu tak akan sulit untuk melakukan hal gila seperti ini. Orang-orang sepertimu memang sangat tertarik untuk menciptakan cerita bak sinetron. Basi!” ucap Syadira tertawa bertepuk tangan.


Bella hanya tersenyum melihat Syadira. “Aku tidak memintamu untuk percaya dengan semua ini, hanya ingin menunjukkan bahwa kekasihmu itu tidak sebaik yang kamu kira, dan dia masih mencintai aku.”


Syadira membalas senyuman Bella. “Oh iya kah? Aku takuuut.”


“Bella, saya banyak pekerjaan dan tidak punya waktu untuk meladeni kamu yang kurang kerjaan itu. Saya permisi ya,” lanjut Syadira meninggalkan Bella keluar.


Bella mencekam tangan Syadira. “Jangan pernah bermimpi akan menikah dengan Aji. Keluarga Aji tak akan pernah setuju dengan hubungan kalian! Ayah Aji tak akan mengizinkan anak satu-satunya menikah dengan perempuan miskin sepertimu!”


Syadira kembali tertawa kecil seraya melepaskan cengkeraman Bella dan berjalan keluar toilet.


Aji yang khawatir Bella akan memberitahu Syadira tentang hal ini, segera turun menemui Syadira. Aji yang tak melihat Syadira, bertanya pada rekannya, Vita. Belum sempat Vita menjawab, Syadira muncul dari belakang Aji.


“Saya di sini, Pak,” sahut Syadira dengan muka datar.


Aji meminta waktu pada Syadira untuk berbicara, namun Syadira menolaknya.


“Maaf, Pak. Saya diminta Pak Heru mengantarkan berkas rapat nanti siang ke mejanya sekarang juga,” pamit Syadira pergi meninggalkan Aji.

__ADS_1


Aji yang khawatir Syadira sudah mengetahui semuanya, menanyakan pada Vita apakah Bella menemui Syadira. Vita menjawab bahwa Bella sempat mengajak temannya itu ke toilet karena ada yang ingin ditunjukkan. Kini, Aji sangat cemas jika kekasih kontraknya itu percaya pada apa yang dikatakan Bella.


...****************...


__ADS_2