Berawal Dari Perjodohan

Berawal Dari Perjodohan
Part 8


__ADS_3

Keesokan harinya ,hari yang sangat ditunggu oleh Mama Lina dan diyah. Dia berharap Salma memberikan sesuai dengan apa yang mereka harapkan.


"Ken, sore nanti kita kerumah Salma lagi. Kamu harus bisa meyakinkan Salma bahwa dia akan bahagia jika menikah dengan mu dan lagi, kamu juga harus berjanji ke mama untuk selalu membahagiakan Salma. Mengerti?" Ancam Lina


Mau bagaimanapun ,dia sudah menyukai Salma. Jadi dia mempunyai harapan lebih.


"Iya ma, kalau pun Salma menolak kita cari lagi" jawab Ken dengan santai


"astaga mulutmu Ken" tepuk pundak Ken dengan sangat keras


"Istighfar nggak?!!" Melotot Lina


"Iya ma, astaghfirullah. Udah "


"Sini ikut mama" Lina menarik tangan anak laki-laki nya itu ke samping rumah.


mereka berdua duduk bersebelahan dengan muka Lina yang sangat serius


"Ada apa ma? Ken mau sarapan loh" keluh Ken


"Diam dulu, dengerin mama"


"Ken, terserah kamu mau bilang mama ini cerewet atau suka ngatur hidupmu. Yang harus kamu ingat, mama akan selalu menjadi komentator dalam hidupmu"


"Salma, dia wanita yang baik. Dia wanita yang sayang dan menghormati keluarganya, apalagi orangtuanya. Bahkan saat dia bekerja, dia sangat ceria meskipun pekerjaan yang dia miliki tergolong berat untuk seorang wanita"


"Mama bisa menilai Salma meskipun kita jarang bertemu atau kita tidak mengenalnya. Ken, teguhkan hatimu untuk meminang Salma dengan sungguh-sungguh. Kamu melakukan ini jangan semata-mata karna mama. Ingat, kamu juga butuh pendamping hidup dan mama lihat Salma bisa menjadi pendamping hidup mu" lanjut Lina


Ken yang mendengar itu hanya diam dengan menduduk, dia juga tau jika Salma wanita yang baik. Tetapi, dia tidak akan memaksa Salma untuk menjadi istrinya. Dia akan meminang Salma jika Salma bersedia dengan tulus menerima pinangan ini.


"Iya ma. Sudah? Ken benar-benar sudah lapar" keluh Ken lagi setelah itu dia beranjak


"Astaga anak itu, sudah berumur masih aja bikin pusing orangtua"


Lina berjalan menghampiri Ken yang sedang mengambil sarapannya.


"Nanti siang jemput papa di bandara, papamu akan ikut kerumah Salma" ucap Lina


"Iya ma"


.


.


Siang hari nya, Ken berpakaiannya rapih ingin pergi ke bandara.


"Ma, Ken berangkat dulu ya" ucap Ken dengan bersalaman dengan mamanya


"Iya Ken, hati-hati. Jangan ngebut"


"Iya ma"


Ken melajukan mobilnya menyusuri jalanan yang lumayan sepi, tiba-tiba dia melihat seseorang yang ia kenal.


Tinn.tinn

__ADS_1


"Sal" teriak Ken


Salma yang mendengar ada yang memanggilnya seketika memberhentikan motornya.


Dia menengok kebelakang dan memutarkan motornya.


"Iya?" Tanya Salma sebelum mengetahui jika seseorang yang memanggilnya yaitu Keanu.


"Aku Ken"


"Oh iya mas Ken, ada apa mas? Mau kemana?" Tanya Salma


"Tidak papa, hanya menyapa saja. Mau menjemput papa ke bandara. Apa kamu sudah pulang kerja?"


"Hmm? Iya mas"


"Mau nemenin aku jemput papa nggak?" Tawar Ken


"Tapi aku pulang dulu mas, nganter belanjaan dan motor juga" jawab Salma dengan lirih


"Iya nggak papa, kalo gitu kamu jalan dulu. Aku cari jalanan yang sedikit lebar untuk putar balik"


"Iya mas"


Ken berjalan sekitar beberapa meter dari tempatnya menyapa Salma tadi. dia sudah menemukan jalan yang lumayan lebar dan dia memutarkan kemudinya ke arah rumah Salma


Sesampainya di depan rumah Salma, dia turun


Tokk.tok..tok


"Assalamualaikum"


"Mas Ken duduk dulu, apa mau minum dulu?"


"Tidak usah, kita langsung saja"


"Oh baiklah"


"Bapak dan ibu dimana?" Tanya Ken


"Ada di ladang mas" ucap Salma ketika keluar dari kamarnya.


"Ayok mas, aku sudah selesai"


"Iya , ayok"


"Ladangnya jauh dari sini nggak?" Tanya Ken


"Tidak sih, nanti kita melewati kok"


"Kalau gitu mampir dulu ya, aku ijin dulu ke bapak dan ibu kamu" ucap Ken setelah duduk di balik kemudinya


"Oh iya mas"


Salma sedikit tersentuh dengan sikap Ken yang ingin meminta izin kepada orangtuanya terlebih dulu.

__ADS_1


.


.


"Bapak, ini mas Ken mau bertemu" ucap Salma sedikit teriak karna jangkauan bapak dan ibunya lumayan jauh


"Jangan teriak" tegur Ken


"Nanti kalo pelan nggak denger mas, kan jauh"


Ken hanya diam saja mendengar jawaban Salma, sebenarnya benar juga apa yang di ucapkan.


"Nak Ken, ada apa? Bukannya nanti sore?" Tanya pak Rohman ketika sampai di hadapan keduanya


"Tidak pak, saya hanya ingin meminta ijin untuk mengajak Salma menjemput papa saya di bandara. Apa diperbolehkan?"


"Oalah. Iya boleh, bapak ijinkan. Bapak titip Salma ya"


"Iya pak, terimakasih"


Mereka berdua kembali masuk kedalam mobil Ken. Selama perjalanan mereka masih saling diam dan tidak ada yang membuka obrolan.


Salma menerima ajakan Ken pun juga semata-mata ingin menghargai ajakannya saja.


"Sal"


"Iya mas?" Jawab Salma dengan memiringkan muka menatap Ken


"Kamu sudah dapat jawaban nya?"


"Hmm, inshaAllah sudah"


"Syukurlah"


"Ini belum sore kamu sudah pulang kerja?"


"Iya mas, tadi minta izin untuk pulang cepet"


"Ohhh, kalau boleh tau. Umur kamu berapa sal? Sepertinya aku belum tau umur kamu"


"Emm, umurku 25tahun mas"


Ken hanya mengangguk.


Jarak umur keduanya 6tahun tidak masalah bukan(?)


Setelah itu tidak ada obrolan sama sekali. Ken juga bingung ingin menanyakan hal apa lagi, begitupun dengan salma. Mereka hanya saling diam sampai perjalanan tiba di Bandara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat siang , selamat berlibur 🥰


Apa kabar hari ini? sehat ? bahagia? semoga selalu sehat dan diberikan kebahagiaan yaa teman-teman ☺️


oiya, selagi kalian nunggu update cerita ini. kalian bisa kunjungi cerita karangan author yang berjudul RAHIM SEWAAN TUAN MUDA yaaa 😘

__ADS_1


Bisa juga kunjungi karangan novel lainnya..


terimakasih ❤️


__ADS_2