
"Cek status Toto"
Nama : Toto subagio
Ras : manusia
Umur : 20
level : 16/100
job :
1.Tabib super
Arsitektur
skill dasar :
Pelahap
Metamorfosis
Pengendali api/Pyrokinesis
kemampuan :
Kamuflase lev 16/48
Mode kura-kura air lev max
Mode harimau lev max
Mode cicak lev 13/24
Mata intimidasi hobgoblin lev 11/24
mode semut 10/24
mode burung hantu 9/24
mode Kelelawar 8/24
__ADS_1
poin sistem : 210
Tabel inventori :
Buah-buahan
Tubuh serigala alfa
Tabel perdagangan :
berbagai jenis senjata 10 poin sistem setiap satu barang.
kemampuan sihir element 100 poin sistem setiap satu element.
Setelah beberapa jam berlalu matahari muncul menyinari desa kabut, secara otomatis mengusir malam dan kabut tipis yang menyelimuti desa. Tepatnya sekitar jam 8 pagi Toto duduk disebuah batu menghangatkan tubuhnya dengan sinar matahari.
Para goblin telah selesai membangun rumah kayu dan benteng pertahanan desa kabut. Para manusia pun telah selesai mengolah daging buruan.
Tetapi Goblin dan serigala mereka hanya memakan daging buruannya mentah-mentah. Menurut mereka lebih enak jika dimakan langsung selagi darahnya masih menetes di hewan itu.
Sungguh pemandangan yang aneh jika dilihat secara seksama, ketiga ras yang sering berperang satu sama lain, berkumpul makan bersama seperti keluarga.
Setelah menyantap makanan bersama, mereka semua membubarkan diri karena Toto saat ini membiarkan mereka beristirahat setelah lelah bekerja.
Namun satu ekor serigala tidak beranjak dari hadapan Toto. Dia adalah serigala pengintai yang ditugaskan mengawasi pengintai ras elf.
"Kenapa kau masih disini. Apa ada yang ingin kau bicarakan?" Toto memandanginya dengan intens.
"Pemimpin saya mau melaporkan bahwa ras elf itu telah pergi menjauhi desa kita. Saya tidak tahu apa tujuannya mengintai kita. Dia hanya pergi begitu saja melompat diantara pepohonan". jawab serigala itu.
"Bagaimana ciri-ciri ras elf itu?" tanya Toto, sepertinya dia agak sedikit penasaran.
"Dia serupa dengan manusia, namum memiliki telinga runcing dan berkulit hitam. Dengan membawa senjata busur panah di punggungnya". tutur serigala.
"Untuk saat ini kita abaikan dia dan beritahu serigala lain perketat penjagaan di setiap sudut desa." perintah Toto.
"Baik pemimpin aku akan undur diri sekarang" katanya sambil berlalu dari hadapan Toto.
"Ding...misi acak diterima temukan ras elf yang tadi mengintai dan cari tahu tujuannya. Waktu misi 7 hari. Tuan akan mendapatkan beberapa keahlian dan poin sistem jika berhasil menjalankan misi. Apabila misi tidak dilakukan dalam 7 hari tuan akan kehilangan 5 skill yang sebelumnya sudah anda serap."
Terdengar suara pemberitahuan misi dari sistem. Yang membuat Toto merasa senang dengan adanya misi dia akan mempunyai tujuan dan sekaligus cemas jika tidak bisa menjalankan misi tepat waktu.
__ADS_1
Di dalam tubuh Toto saat ini sudah mempunyai sihir element api, namun dia belum mahir bahkan belum bisa mengeluarkan api dari tubuhnya.
"Sistem apakah ada cara cepat buatku agar bisa menguasai pengendalian api?"
"Tuan bisa menukar 100 poin sistem dengan penguasaan pengendali api secara maksimal".
Tanpa pikir panjang Toto segera menukar poin sistem nya dengan penguasaan pengendali api.
"Selamat tuan telah menguasai element api secara maximal. Poin sistem anda sekarang menjadi 110."
Toto lalu mencoba membayangkan api dijari kecilnya. Keluarlah api kecil dari ujung telunjuknya. Semakin lama semakin membesar hingga telapak tangannya diselimuti api.
Setelah itu dia menghilangkan api ditangannya. Sekarang dia berdiri dan memfokuskan api menyembur ke luar dikedua telapak kakinya. Dengan sekali coba semburan api keluar dari telapak kakinya. Hingga membuat tubuhnya terangkat ke udara seperti Ironman.
Toto tersenyum lebar "Akhirnya aku bisa terbang di udara Hahahah". Dia melayang mengelilingi desa kabut. Semua yang melihatnya menatap Toto dengan kagum. Di dunia ini jarang sekali orang yang bisa terbang di udara, jika bukan seorang pengendali udara atau api.
"Para warga desa kabut dan kalian para budak ku jagalah desa ini, dan janganlah kalian saling menyakiti. Aku akan pergi dari sini untuk menjalankan sebuah misi" Toto melayang di atas mereka semua, diam sebentar melihat reaksi mereka.
"baik kami akan melaksanakan apa yang anda katakan" semua orang menjawab serentak dengan bahasanya masing-masing.
Kemudian Toto terbang menjauhi desa kabut dengan kecepatan sedang. Dari atas jelas terlihat pemandangan hutan yang rimbun.
Setelah beberapa jam terbang, dia belum menemukan sesuatu yang menarik. Hanya beberapa hewan seperti monyet dan burung yang sedang bertengger di dahan pohon.
"Kemana aku harus mencari ras elf itu ya?" dia kebingungan bagaimana cara mencarinya. Mau bertanya, disini tidak terlihat manusia seorangpun yang bisa diajak bicara didalam kedalaman hutan ini.
Beberapa saat berlalu Toto mulai kelelahan terbang. Dia kemudian mendarat diatas dahan pohon yang tinggi. Baru sadar ternyata terbang menggunakan element api cukup menguras tenaga.
Sambil beristirahat dia membuka tabel inventori lalu mengeluarkan buah-buahan dan beberapa daging yang sebelumnya dia masukan sewaktu di desa kabut. Dengan lahap Toto memakan itu semua. hingga persediaan buahnya habis.
Karena lelah dan merasa kenyang setelah perutnya diisi. Tidak terasa dia tertidur pulas diatas pohon.
Setelah beberapa waktu berlalu Toto bangun dari tidurnya, karena terganggu oleh keributan dibawah arah jam 2. Kemudian dia mendekati sumber suara itu.
Dengan mode cicak dia bisa merayap dan melompat diantara pepohonan, tanpa takut terjatuh. Dari kejauhan terlihat seorang anak gadis sedang bertarung dengan 3 pria dewasa.
Namun Toto jelas melihat bahwa mereka mempunyai telinga runcing seperti goblin.Tetapi wajah mereka menyerupai manusia. Toto berpikir bahwa mereka adalah ras elf.
Sang gadis elf berparas cantik dengan kulit berwarna putih halus. Sedangkan 3 elf pria mempunyai paras pas-pasan, kulit mereka terlihat agak gelap.
Mereka bertarung dengan menggunakan pedang. Walaupun gadis elf itu terlihat pandai bermain pedang tetapi tetap saja karena lawan dia lebih banyak dia lama kelamaan terdesak juga.
Gadis elf itu jatuh terlentang kebelakang saat tersandung akar tumbuhan. Ketiga pria elf itu tertawa mesum melihat paha mulus sang gadis elf tersingkap.
"Sudahlah jangan melawan lagi, kau tidak akan menang melawan kami bertiga. Lebih baik kau diam saja. Kami akan memberikan kenikmatan yang belum pernah kau rasakan" celetuk salah satu pria elf itu, kemudian disusul dengan gelak tawa mereka yang menjijikan.
Si gadis elf meringis kesakitan karena badan mulusnya terdapat banyak luka.
Toto masih memperhatikan mereka dari atas pohon. Dia berpikir bukan hanya manusia yang mempunyai pikiran mesum. Ternyata bangsa elf juga mempunyai perilaku yang sama dengan para manusia bejat seperti di dunianya dulu.
"Aku harap kalian semua mendapatkan balasan yang setimpal setelah berbuat buruk pada para Elf hutan" kata gadis elf itu menatap ketiganya dengan tajam penuh kebencian.
__ADS_1