
Suara auman Toto yang sudah bertransformasi menjadi harimau api membuat diam semua elf yang sedang bertarung.
Burung-burung berterbangan menjauhi area pertempuran, begitupun para binatang yang ada disekitar ikut menghindar.
Sedangkan untuk teman prajurit yang bersama Toto justru membuat mereka menjadi berani setelah melihat kekuatan Toto yang mengerikan.
Toto beberapa kali mengeluarkan bola api dari mulutnya, setiap musuh yang terkena badannya langsung hangus terbakar. Sengaja dia tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya, agar jasad musuhnya bisa di sumon.
Bukan hanya itu saja dia segera mengeluarkan Garaga dari inventori sistem. Untuk membantu membantai para ninja elf.
Dengan kehadiran Toto seorang saja sudah cukup untuk membuat lawan ketar-ketir. Sekarang ditambah dengan Garaga undead ular raksasa yang tidak bisa merasakan sakit.
Garaga skeleton ular raksasa dengan mudahnya melumpuhkan musuh yang dilihatnya. Dengan sekali kibasan ekornya dua atau tiga musuh berhasil dia lemparkan.
Tubuh Garaga yang terbuat dari tulang tidak bisa diserang senjata panah atau pun pedang. Walaupun berhasil mengenai tulangnya senjata milik musuh akan patah saat berbenturan.
Dalam hitungan menit para ninja elf itu telah berhasil dilumpuhkan, atau lebih tepatnya dibantai secara sepihak. Hingga yang tersisa terakhir adalah pemimpin musuh yang sengaja dibiarkan hidup terlebih dahulu.
Toto penasaran apakah mereka ada yang menyuruh atau murni hanya merampok saja. Kemudian dia membersihkan sisa cipratan darah yang menempel ditubuhnya dengan element air dan mengeringkannya dengan element udara.
"Kenapa kau belum membunuh ku?" katanya sambil melangkah kebelakang dengan ketakutan. Toto berubah menjadi manusia lagi dan mendekati musuh dengan Garaga berada dibelakangnya.
Roto berjalan melangkah selangkah demi selangkah. Tatapan yang dingin menusuk hati si elf ninja itu. "Siapa yang menyuruhmu?" kata Toto sambil menghentakkan kakinya pelan untuk mengunci kedua kaki elf ninja dengan elemen tanah.
Tanah tiba-tiba berubah menjadi lumpur hisap, elf ninja itu perlahan tertarik kebawah.
Tentu saja dia merasa panik karena yakin jika terus tenggelam dia akan mati.
"Ma..maafkan aku hanya suruhan. Tolong lepaskan aku" dia memelas.
"Katakan dengan lebih jelas" Toto berkata lebih berat.
"A..aku disuruh oleh tuan Antika assassin dari kerajaan Green.." sebelum dia menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba kepalanya meledak menjadi kabut darah.
__ADS_1
Toto sudah menduga hal itu akan terjadi. Dia kemudian membalikan tubuhnya kebelakang. Dapat terlihat olehnya para prajurit elf yang bersamanya banyak yang terluka.
Lima elf sudah kehilangan nyawanya termasuk Mar. Sedangkan yang lainnya terbaring ditanah dengan nafas tidak beraturan menahan sakit yang mereka alami.
Namun yang aneh saat Toto melihat Maya dia masih tetap berada di atas kereta. Terduduk memeluk kedua lututnya dengan wajah syok. Tidak ada luka sedikitpun ditubuhnya.
Sebenarnya sebelum pemimpin pasukan musuh mengatakan semua rahasianya kepada Toto, Maya dengan cepat melakukan segel tangan dan menghancurkan kepala elf itu tanpa ada yang menyadarinya.
Toro segera mendekati ke lia elf yang terluka. Dia mengulurkan satu tangannya kearah mereka.
"Sihir penyembuhan" katanya pelan, seberkas cahaya hijau keluar dari tangan itu lalu menyelimuti kelima elf yang terluka.
Dalam hitungan detik semuanya sudah pulih seperti sedia kala.
"Sebaiknya kita istirahat dulu disini untuk menghilangkan rasa lelah setelah bertarung" kata Toto dijawab oleh mereka dengan anggukan serentak.
Toto menggali lubang untuk memakamkan kelima elf yang telah menjadi korban. Dia mengumpulkan semuanya pada lubang yang sama lalu menimbun mereka.
"Untuk kalian akan lebih berguna jika menjadi budak ku." Toto menyeringai "Sumon" katanya pelan namun berat.
Kemudian Kulit, daging, otot dan organ dalam mereka seketika meleleh seperti es yang mencair hingga menyisakan tulang belulangnya saja.
Kerangka tulang para elf tidak ada bedanya dengan kerangka manusia pada umumnya.
Mereka kemudian bangkit lalu berlutut satu kaki dihadapan Toto.
"Hormat pada pemimpin Agung" kata mereka serentak. Ada sekitar 75 elf yang sekarang menjadi budak skeleton Toto. Dengan seperti ini kekuatannya menjadi bertambah kuat.
"Siapa namamu sebelumnya?" pandangan Toto mengarah pada skeleton elf yang tubuhnya paling besar.
"Nama saya Draka tuan ku" katanya jelas terdengar oleh Toto.
"Hahahaha aku senang mendengarnya suara kalian" kata Toto sambil memandang para budaknya yang masih berlutut. "Baiklah biar tidak terlalu menarik perhatian akan ku simpan kalian semua kedalam inventori".
__ADS_1
Toto mengangkat tangannya kemudian berkata "Masuklah". Seketika semua skeleton bawahan Toto berubah menjadi butiran cahaya dan memasuki inventori. Begitupun dengan Garaga ikut menghilang.
Setelah semua budak Toto menghilang, terdengar suara Draka di telinganya. Walaupun mereka sudah berpindah ke inventori tetapi mereka masih bisa berkomunikasi dengan Toto sebagai pemilik sistem.
"Tuan hati-hati terhadap wanita elf yang sedang duduk di atas kereta itu, aku merasakan energi jahat yang terasa familiar darinya. Tapi aku lupa dimana aku pernah merasakan energi itu" Draka memberi peringatan berguna buat Toto.
Toto menganggukan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis. Agar tidak dicurigai dia harus bersandiwara juga dihadapan Maya. Jujur saja dia sendiri masih penasaran dengan identitas wanita elf yang ikut bersamanya.
"Maya apa kau baik-baik saja?" Toto bertanya sambil berjalan kearahnya. Perlahan Maya mendongakkan kepalanya.
"Aku baik tuan, hanya merasa ketakutan saja. Tapi setelah mereka menghilang aku menjadi merasa tenang" jawab Maya.
"Aku tidak mengerti kenapa mereka tadi tidak menyerang mu?" Toto bertanya penasaran.
"Aku juga tidak tahu tuan. Mungkin mereka menganggap ku bukan sebuah ancaman jadi mereka mengabaikan ku"
"Ya mungkin saja" kata Toto sambil mengangkat kedua bahunya bersamaan. Walaupun dia berkata seperti itu, tetapi dia tidak menurunkan ke waspadaanya pada Maya. Lalu Toto melihat kearah prajurit yang sedang beristirahat, "bagaimana dengan kalian, apa sudah baikan?"
"Kami sudah pulih tuan, terimakasih telah menyembuhkan kami", jawab mereka sambil mengisi perut mereka dengan buah-buahan yang masih tersisa.
Melihat itu dia mengurungkan niatnya untuk mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanan. Toto duduk tidak jauh dari kereta dia mengeluarkan bekal makanan yang sebelumnya disiapkan oleh Lita sebelum berangkat.
Toto hanya memakan roti isi sayuran dua potong. walaupun sedikit itu sudah cukup mengisi perutnya. Setelah dipikir-pikir buat apa dia waspada kepada Maya. Kenapa dia tidak langsung saja mengintrogasinya?.
Saat akan berdiri melakukan niatnya tiba-tiba Maya sudah ada berada dibelakangnya, sambil menghujamkan belati ke leher Toto.
Suara dentingan nyaring terdengar saat belati itu mengenai leher Toto. Sontak Maya mundur selangkah kebelakang karena kaget. Dia mengira dengan tubuh manusia Toto tidak akan sekuat tubuh harimaunya.
Namun perkiraannya salah besar. Toto berdiri lalu berbalik kebelakang sambil menyeringai kearah Maya.
"Akhirnya kau membongkar watak mu sendiri Maya" kata Toto dengan tatapan dingin menusuk dada.
Promosi novel baru DIANTARA DUA PILIHAN jangan lupa like komen dan hadiahnya ya bos ku
__ADS_1