BERPETUALANG DENGAN SISTEM

BERPETUALANG DENGAN SISTEM
MALAM YANG TENANG


__ADS_3

"Sumon" Tangan kanan Toto menjulur ke depan mengarah pada mayat ular itu. Tiba-tiba suara gemeretak tulang terdengar oleh telinga Toto.


Mayat ular dihadapannya meleleh hingga tinggal menyisakan kerangkanya saja. Tengkorak yang retak tertembus peluru Toto telah sembuh kembali dengan kekuatan api hitam.


Skeleton ular piton raksasa kemudian bangkit dan memandang wajah manusia yang ada dihadapannya. Seperti anak ayam yang bertemu induknya dia bergerak mengitari tubuh Toto. Mengusap-usap kepala besarnya pada kedua kaki Toto.


"Apa kau bisa bicara?" Toto memandang makhluk itu dengan teliti. Dia tidak mempermasalahkan sikap skeleton itu yang terlihat manja.


"Tuan terimakasih telah membangkitkan ku. Saya raja ular Garaga akan mengabdi pada tuan yang perkasa" kerangka ular itu menunduk dihadapan Toto.


"Bagus, kalau kau mengerti. Sekarang aku perintahkan kau untuk mencari hewan buruan untuk aku makan. Awas jangan pakai lama" Toto memperingatkan.


"Di mengerti" kerangka ular itu kemudian bergerak menuju ke kedalaman hutan. Gesekan badan dengan tanah dan ranting pohon yang ada disekitarnya menimbulkan suara berisik.


Keempat elf Mar, Ga, Lu dan Yu dari tadi mengintip kejadian yang dialami Toto. Mereka sebenarnya ingin membantu saat Toto akan dimangsa ular. Tetapi mereka tidak sempat bergerak karena ular telah dilumpuhkan dengan sangat cepat oleh senjata yang menurut mereka aneh.


Setiap kejadian yang mereka lihat selanjutnya, membuat bulu kuduk mereka semua bergidik. Hanya seorang penyihir jahat yang mampu membangkitkan seseorang dari kematian.


Sekarang persepsi mereka pada Toto berubah menjadi takut.


"Aku tahu kalian mengintip semua kejadian yang terjadi sebelumnya. Aku peringatkan jangan pernah membicarakannya dimasa depan. Atau kalian akan menjadi budak ku seperti ular tadi" Toto berkata datar penuh penekanan.


"Bab..baik" mereka semua menjawab terbata-bata takut menjadi skeleton selanjutnya.


"Tidak usah takut padaku, jika kalian tidak macam-macam aku tidak akan menggigit" suaranya pelan, tapi terdengar seperti guntur menurut keempat elf tadi.


Tidak lama kemudian skeleton ular datang lagi membawa seekor ayam hutan. Melihat itu Toto tersenyum lebar. "Bagus, kemarilah mendekat ke papa" Toto mengambil ayam yang Garaga jatuhkan dihadapannya.


Kemudian Toto membuat tungku dan periuk dari tanah. Lalu dia menyerap air dari tanaman sekitar dan mengumpulkannya pada periuk yang dibuatnya.


Dia masukan Ayam hutan yang telah mati kedalam periuk dan merebusnya. Setelah beberapa saat menunggu Toto merasa ayamnya sudah matang. Lalu mencabuti bulunya.

__ADS_1


"Sayang sekali disini tidak ada garam dan bumbu masakan" pikir Toto.


[ Tuan anda bisa membeli bumbu masakan di tabel toko sistem ]


"Sempurna" Toto tersenyum puas. Toto membeli garam dan berbagai bumbu dari toko sistem seharga 50 poin saja.


Dia menusuk ayam hutan dengan ranting pohon yang sudah dibersihkan. Kemudian dia lumuri dengan garam dan bumbu. Lalu dia membakarnya dengan api sedang.


Aroma harum tercium menyebar keseluruh tempat itu. Sudah lama Toto tidak memakan daging hewan. Semenjak dirinya tinggal di kerajaan elf dia hanya makan sayuran dan buah-buahan.


"Waktu nya makan enak" Toto tersenyum senang dari telinga ke telinga. Para elf yang penasaran dengan bau harum yang bersumber dari dekat Toto hanya bisa memperhatikannya. Tidak ada seorangpun yang berani mendekat.


"Apa kalian mau?'' walaupun Toto sudah tahu jawaban mereka. Toto tetap menawarkannya untuk basa-basi.


"Kami tidak berani tuan muda" jawab mereka singkat. Para ras elf adalah ras yang tidak suka menyakiti hewan. Apalagi memakan mereka itu pantangan bagi mereka.


"Baiklah, itadakimasu" teriak Toto kemudian dia melahap ayam digenggamnya. Sedangkan Garaga melingkarkan tubuh tengkorak nya didekat Toto. Dia tidak peduli dengan apa yang dimakan Toto, karena dia tidak perlu makan dan minum apalagi buang air.


Garaga seperti robot yang tidak perlu diisi daya. Dia akan mati jika tuannya mati.


Garaga mendongakkan kepalanya sedikit dan berkata "mengerti tuan aku akan menjaga tempat ini dengan nyawaku". kemudian Toto pun tidur dengan nyenyak tidak peduli dengan nyamuk yang mengerubuti tubuhnya, karena dia sudah melapisi seluruh tubuhnya dengan armor tanah. Hanya lubang hidung, mata dan telinga dia biarkan terbuka.


Sekitar jam 01.00 kelima elf yang tadi tertidur dibangunkan oleh keempat elf yang tadi berjaga.


"Hei..hei bangun kalian semua ini sudah waktunya kalian untuk berjaga menggantikan kami" kata Mar yang mempunyai perawakan tinggi langsing.


Sontak kelima elf yang sedang tertidur terbangun, mereka meregangkan otot yang kaku.


"Sudah waktunya kah?" kata salah satu elf yang baru tersadar sambil menggosok kedua matanya.


"Ya cepat bangun kami akan tidur" Kata keempat elf itu.

__ADS_1


"Baiklah'' kata mereka sambil berdiri, "Ngomong-ngomong dimana tuan Toto?" tanya elf berambut mohawk bernama Su menatap Mar, Ga, Lu dan Yu bergantian.


"Tuan Toto masih diluar dia sudah tidur dari tadi dengan dijaga oleh monster tulang ular raksasa" jawab Mar yang sudah berbaring dilantai yang dilapisi dedaunan.


"Apa?" kata mereka serentak membelalakkan mata tidak percaya.


"Kalau kalian tidak percaya lihat saja didekat kereta, tuan muda dan penjaganya sendang berada disana. Sudah jangan bersuara lagi kami mau tidur" kata Yu menambahkan dengan sedikit nada kesal.


Kemudian kelima elf yang bertugas berjaga segera keluar tenda. Setelah mereka semua melihat tuan Toto yang sedang tertidur bersama Monster kerangka ular raksasa disampingnya, baru mereka percaya dengan kata-kata temannya tadi.


"In bagaimana sekarang?" kata Sun melirik In.


"Bagaimana apanya? tentu saja kita harus segera berjaga" jawab In ketus.


"Maksudku dengan monster yang bersama tuan Toto itu apa yang harus kita lakukan padanya?" lanjut Sun.


"Biarkan saja dia, sepertinya dia berpihak pada kita. Entah darimana tuan Toto mendapatkan penjaga monster sekuat itu. Aku yakin diantara kita tidak akan ada satupun yang mampu mengalahkannya" kata Ma ikut bicara.


"Baiklah ayo kita berpencar" kata Dang sambil bergerak kearah pohon sebelah timur. Dan yang lainnya berpencar ke setiap penjuru perkemahan.


Malam itu berlalu dengan penuh ketenangan dengan adanya Garaga ditempat perkemahan mereka tidak ada satupun binatang buas berani mendekati mereka.


Pada pagi harinya toto dibangunkan oleh suara pemberitahuan sistem


[ Ding ]


[ Misi baru diterima, selamatkan satu elf wanita yang terjatuh dari langit ]


[ Tuan akan mendapatkan 1000 poin sistem jika berhasil menjalankan misi ]


Toto bertanya-tanya kenapa ada elf yang jatuh dari langit, bukankah mereka tidak bisa terbang. Melihat tuannya tiba-tiba berdiri dari tidurnya Garaga ikut siaga.

__ADS_1


"Tuan apakah ada bahaya mendekat ? biarkan hamba yang menanganinya" Garaga menawarkan diri.


"Tidak perlu, kau tunggu saja disini. Dan jaga kedua kereta dan para teman elf ku". kata Toto sambil menyipitkan matanya mendongak kearah langit.


__ADS_2