BERPETUALANG DENGAN SISTEM

BERPETUALANG DENGAN SISTEM
Raja Semut


__ADS_3

"Ah rupanya calon selir ku sudah datang" Margono tersenyum penuh kemenangan menatap Lita.


"Aku yakin jika tubuh mu akan lebih nikmat daripada tubuh ibumu" lanjut Margono tanpa memikirkan perasaan para elf yang ada dihadapannya.


"Kaisar tolong jangan berbuat semena-mena lagi di kerajaan ini, sebagai gantinya kau boleh membawaku sekarang ke kekaisaran" Lita sudah tidak tahan lagi melihat tingkah laku kaisar Margono.


"Hahaha kau lucu Lita. Tentu saja aku akan membawamu, namun aku tidak akan puas jika membawa mu seorang" Margono melirik Leti dengan mesum sambil menjilat bibir atasnya.


"Cukup kaisar, cukup aku saja, jangan bawa kakakku juga" Lita berteriak.


"Memangnya apa hak mu berani melawan kemauanku?" kaisar Margono menghilang dari tempatnya kemudian dia sudah berada dihadapan Lita.


Margono mencekik leher Lita dengan mudah. Lita diangkat keatas sampai kakinya meronta-ronta.


.....


Sementara itu Toto yang sedang berada di dalam inventori sistem mendapat misi dadakan,


[ Misi terdeteksi selamatkan Lita dari kematian ]


[ Tuan akan mendapatkan hadiah 500 poin sistem ]


"Lita?" dia tidak percaya dengan suara sistem. Lalu dia membuka jendela portal, dan membayangkan dirinya berada di kerajaan Valley of tree.


"Sistem perlihatkan keadaan Lita sekarang"


Kemudian jendela portal telport berubah memperlihatkan semua kejadian yang ada di aula utama. "Kurang ajar" sontak Toto menjadi murka, dia mengepalkan kedua tangannya erat-erat.


"Siapa pria elf itu?" dia penasaran karena tidak seorangpun yang berani menolong Lita dari cekikan pria elf itu.


"Siapapun itu aku tidak peduli, akan ku buat dia menerima akibatnya" kemudian dia memejamkan kedua matanya. Dia mencoba kemampuan dari skill raja semut. Tubuhnya mengecil menjadi seukuran jempol tangan manusia dewasa. Kemudian dia melompat keluar dari inventori menuju istana kerajaan Anaya.


Semenjak dia berlatih didalam inventori Toto telah mampu menjadikan dirinya sebagai raja semut, bahkan raja para serangga.


....


Kembali ke istana tepatnya di aula utama, Margono yang sedang marah sambil mencekik leher Lita. Anaya yang melihat Lita akan dibunuh dia memberanikan diri untuk menghentikan Margono.

__ADS_1


Dia sudah cukup merasa menderita melihat istrinya diperkosa. Sekarang anaknya akan dibunuh didepan kedua matanya sendiri, habis sudah kesabaran Anaya.


Dengan kecepatan penuh Anaya bergerak melancarkan pukulan pada kepala bagian belakang kaisar Margono. Namun sebelum sampai kepalan tangan itu mengenai targetnya, seorang elf salah satu ajudan Margono menahan pukulan Anaya dengan mudah.


Kemudian menendang perut Anaya hingga terpental beberapa meter kebelakang sampai menabrak dinding aula. Darah segar mengalir dari sela bibirnya.


Sementara itu Toto yang sudah sampai ke aula itu mendarat dipojok ruangan. Tidak ada yang menyadari keberadaan Toto karena tubuhnya yang kecil. Kemudian dia mengirimkan sinyal tidak terlihat mata menyebar ke setiap penjuru kerajaan.


Seketika para semut berbagai jenis berdatangan memenuhi panggilan Toto. Ada yang merayap keluar dari lubang dan celah sempit, ada juga yang terbang dengan sayap mereka.


Beberapa puluh semut bergerak dari celah dekat kaki Margono, kemudian mereka merayap menaiki tubuhnya dengan cepat. Puluhan semut rangrang yang mempunyai gigitan kuat menggigiti beberapa bagian tubuh Margono.


Sehingga cengkraman pada leher Lita berhasil terlepas. Lita terjatuh kelantai sambil memegang lehernya yang berwarna lebam.


Semua elf yang ada disitu berlarian panik melihat ribuan bahkan jutaan semut bergerak memenuhi Aula istana kerajaan.


Namun para semut itu seakan mengerti, mereka hanya menyerang Margono dan para anak buahnya saja.


"Aaaaa kurang ajar"


"Yang mulia kaisar sepertinya kita harus segera pergi dari sini!!". salah seorang ajudan sambil sibuk menepuk-nepuk badannya yang digigit ratusan semut merah.


Leti segera membantu Lita yang masih terbaring dilantai. Kemudian mereka bergerak kearah Anaya yang terlihat tidak sadarkan diri.


Mereka berdua mengangkat tubuh Anaya kemudian berlari keluar istana.


Aneh jutaan semut tidak ada yang menyerang warga kerajaan Valley, tapi mereka hanya menyerang Margono dan para ajudannya.


Margono dan yang lainya tidak diam begitu saja, mereka mencoba menyerang balik dengan seluruh kekuatan yang dimiliki.


Margono menembakan sihir api pada para semut, para ajudannya menyerang semut dengan berbagai senjata mereka. Ada yang memakai pedang, gada, tongkat bahkan sihir air.


Namun para semut seakan tidak ada habisnya, mereka terus berdatangan dari berbagai tempat.


Sampai akhirnya Margono dan yang lainnya kehabisan energi. Tidak ada yang bisa mereka lakukan lagi disini selain melarikan diri.


Kesembilan elf itu berlari tunggang langgang kearah kereta kuda mereka yang sedang terparkir. Sedangkan warga kerajaan Valley menjauh dari tempat kejadian. Mereka khawatir akan menjadi korban selanjutnya dari serangan para semut itu.

__ADS_1


"Yang mulia kaisar, kita harus menuntut balas atas kejadian ini !"


"Tentu saja tapi yang lebih penting kita menjauh dari tempat ini terlebih dahulu" jawab Margono mukanya merah padam karena kemauannya tidak terlaksana.


"Aku tidak habis pikir kenapa para semut itu hanya menyerang kita saja" satu ajudan elf menggelengkan kepalanya.


Tubuh mereka dipenuhi luka gigitan semut sampai panas dingin. Kemudian mereka bergerak cepat kembali kekaisaran.


Toto yang melihat para elf pengganggu itu pergi menyunggingkan senyumnya.


"Beberapa dari kalian ikuti kemana mereka pergi dan lakukan pengintaian" kata toto pada kumpulan semut yang bersayap.


"Tentu tuan ku" merekapun terbang mengikuti kepergian Margono dan yang lainnya. Setelah semuanya selesai perlahan para semut kembali ke sarang mereka masing-masing.


Hingga tidak satupun semut terlihat berkeliaran diistana. "Terimakasih atas bantuan kalian semua" Toto berkata sendirian di tujukan kepada para semut yang sudah kembali.


[ Selamat anda telah menyelesaikan tugas, anda mendapatkan 500 poin sistem ]


"Sepertinya kerajaan sudah aman dari bahaya. Kalau begitu aku akan kembali pada pasukan pengantar barang." Toto kemudian kembali masuk kedalam inventori sistem.


Sementara itu permaisuri Yuna yang masih tebaring didalam kamar pribadinya perlahan membuka kedua matanya. Seketika rasa sakit terasa disekujur tubuhnya.


Terdapat beberapa robekan diberbagai tempat pada pakaian yang dikenakannya. Perlahan dia terduduk dan terlihat masih ada cairan putih mengalir dari lubang intimnya.


"Kenapa nasibku tragis sekali" Yuna berkata pelan dalam hatinya sambil berderai air mata.


"Jika sudah seperti ini mau disimpan dimana wajahku ini, tega sekali suamiku tidak berbuat apa-apa saat aku dianiaya"


"Buat kau kaisar bejat Margono tunggu saja aku akan membalas perbuatanmu ini'' Yuna bertekat dalam hatinya penuh kemarahan.


Sementara itu Leti dan Lita sedang merawat Anaya yang terluka.


"Lita untung saja para dewa masih mengasihi kita, dengan mengirimkan para semut untuk mengusir mereka" kata Leti bersandar pada dinding istana.


"Iya kak kita selamat, tapi bagaimana dengan keadaan ibu kita?" Lita kembali teringat pada ibunya yang saat ini mereka tinggalkan.


Jangan lupa like dan komen bosku

__ADS_1


__ADS_2