
Dua hari sudah terlewati. Kini tiba saatnya Toto melakukan perjalanan untuk mengawal barang dagangan. Raja Anaya, permaisuri Yuna dan kedua anaknya sudah berdiri tidak jauh dari gerbang kerajaan.
Begitupun para petinggi kerajaan dan ratusan warga elf sudah berdiri dibelakang keluarga kerajaan. Mereka semua mau melihat kepergian rombongan dagang itu.
Toto bersama sepuluh orang prajurit elf pilihan sudah berada disitu. Ada dua kereta yang dipakai untuk mengangkut dua peti dari kayu berisi hasil bumi dan pakaian anti air.
Dua kereta itu ditarik masing-masing dua ekor rusa dewasa sebesar kuda balapan. Di kepala mereka terdapat tanduk putih dengan banyak cabang. Dua kereta itu dikendarai oleh dua orang prajurit elf, masing-masing satu elf yang sudah terlatih mengendarai kereta.
Sedangkan prajurit elf yang lainnya dan juga Toto terlihat menunggangi rusa dengan jenis yang sama dengan yang dipakai kereta barang. Mereka menyebar di tiap sisi dan belakang dua kereta.
Posisi Toto berada paling belakang iring-iringan. Dia membalikan badan dan melambaikan satu tangannya pada Lita dan yang lainya. Tentu semua elf membalas lambaian tangan Toto.
Terlihat wajah murung Lita yang tidak bisa dia sembunyikan. "Tenanglah Lita dia pasti kembali", Leti mengusap lembut punggung adiknya. Lita tidak menjawab, dia hanya memandang kepergian Toto dengan mata berkaca-kaca.
Setelah rombongan mereka menghilang dari pandangan para elf. Anaya berkata lantang, "Segera tutup kembali pintu gerbang, dan lanjutkan aktifitas sehari-hari kalian".
Lalu mereka berangsur-angsur membubarkan diri. Masih teringat dipikiran Lita saat menjalani hari-harinya bersama Toto. Mengingat itu dia timbul rasa bersalah pada hatinya.
Perlakuan kasih sayang Toto pada dirinya sangat tulus dia rasakan. Sehingga benar-benar menumbuhkan sedikit rasa suka pada dirinya. Namun dia sadar, ini semua akan sulit.
Lita harus menuruti menuruti perintah orang tuanya demi keberlangsungan kerajaannya. Walaupun harus membohongi perasaannya dia harus menyingkirkan ego pada dirinya.
"Maafkan aku kak Toto" Lita menundukkan kepalannya.
....
Rombongan Toto dan yang lainya saat ini bergerak dengan kecepatan sedang. Selain menghemat tenaga, mereka juga harus siaga pada bahaya yang mungkin saja menghadang mereka secara mendadak.
Dengan mode mata tembus pandang Toto mampu melihat menembus pepohonan sejauh puluhan kilometer. Untuk sementara ini perjalanan mereka berjalan tanpa hambatan.
Para hewan buas yang ada disekitar jalan tidak ada yang berani mendekat. Tanpa terasa waktu sudah menunjukan malam hari. Di sekitar lembah pinggir sungai mereka mendirikan tenda.
Dengan kemampuan pengendali tanah Toto mampu membuat tenda untuk mereka semua yang terbuat dari tanah. Terdapat api unggun ditengah-tengah mereka berkumpul diluar tenda.
"Untuk keamanan kita bersama, aku mengusulkan untuk berjaga bergantian" kata Toto.
"Aku setuju tuan muda''
"Aku juga sama"
Semua orang menggukan kepala masing-masing.
"Siapa saja yang mau berjaga duluan?"
Lalu merekapun mengundi siapa saja yang akan berjaga dan istirahat duluan. Toto dan keempat elf lainnya terpilih berjaga. Sedangkan yang dapat hiliran istirahat segera masuk kedalam tenda.
Mar, Ga, Lu, Dan Yu nama keempat elf yang berjaga bersama Toto, segera berpencar ke berbagai sudut wilayah. Sedangkan Toto terduduk didekat kedua kereta.
"Cek status" kata Toto pelan.
Nama : Toto subagio
Ras : manusia
__ADS_1
level : 36/100
job :
1.Tabib super
Arsitektur
Pengendara super
Ahli beladiri
skill dasar :
Pelahap
Metamorfosis
Pengendali api lv max
pengendali air lv 1/3
pengendali tanah lv 2/3
sihir kegelapan lv 2/3
kemampuan :
Kamuflase lev 36/48
Mode kura-kura air lev max
Mode harimau lev max
Mode cicak lev max
Mata intimidasi hobgoblin lev max
mode semut max
mode burung hantu max
mode Kelelawar max
__ADS_1
poin sistem : 3010
Tabel inventori :
. Tiga kotak misteri.
. Cincin seribu bentuk
Tabel Toko :
berbagai jenis senjata 10 poin sistem setiap satu barang.
kemampuan sihir element 100 poin sistem setiap satu element.
Toto tersenyum puas melihat tabel statusnya. Namun dia penasaran dengan sihir kegelapan pada pada tabel skill dasar. Sihir itu dia dapatkan dari hadiah membunuh raja Saka.
Sampai saat ini dia belum sempat menggunakan sihir itu. Karena belum menemukan musuh yang bisa dia serap jiwanya. Dia tidak mau asal serap pada makhluk yang tidak berdosa.
Dia belum tahu apa efek samping jika menggunakan sihir kegelapan. Saat sedang bersantai dia merasakan dari arah belakangnya ada sesuatu yang merayap perlahan.
Namun karena gesekan yang ditimbulkan makhluk itu dengan daun-daunan yang kering membuat suara yang menyadarkan Toto. Dia berbalik dengan sikap waspada.
Seekor ular piton raksasa sedang menatap dirinya tidak jauh dari sana. Sesekali dia menjulurkan lidah bercabangnya untuk memindai keadaaan. Para rusa yang menyadari kehadiran si ular mereka menjadi gelisah ketakutan.
"Ini tidak baik, sepertinya dia dalam keadaan lapar". pikir Toto dalam hatinya. Setelah dia meningkatakan kuatnya dia tidak tidak takut dengan makhluk raksasa yang ada di depannya.
Kemudian dia membentuk cincin miliknya menjadi senapan laras panjang yang kedap suara. "Ayo majulah cacing kecil" Toto menyeringai mengejek ular besar dihadapannya.
Seakan mengerti dengan perkataan provokasi Toto ular itu tiba tiba membuka rahangnya lebar-lebar. Terlihat gigi taringnya yang tajam meneteskan air liur beracun. Namun dengan cepat Toto menembak mulut ular itu dengan senapan ditangannya beberapa kali.
Seketika kepala ular itu tertembus proyektil hingga darah berceceran ke segala arah. Kepalanya terpental beberapa langkah kebelakang dan jatuh ketanah.
"Hanya badannya saja yang besar" Toto bergumam. Hanya satu kata untuknya yaitu lemah. Toto mendekati ular itu dia akan mencoba sihir kegelapan yang dia punya.
Dihutan belantara seperti ini tidak akan aneh jika dirinya bertemu dengan hewan raksasa. Panjang ular itu sekitar 10 meter dengan diameter tubuhnya satu meter. Dengan sekali serang seharusnya satu ekor babi dewasa bisa dia telan dengan mudah.
Namun sayang sekarang dia berhadapan dengan orang yang salah. Toto menempelkan tangannya yang sudah diselimuti api hitam kegelapan pada tubuh ular itu.
Seketika jiwa ular itu tersedot oleh Toto. Ada perasaan aneh saat jiwa itu memasuki tubuhnya. Ini tidak seperti menyerap dengan skill pelahap. Saat ini Toto merasakan rasa sakit dikepalanya.
Dengan nafas terengah-engah dia membungkuk menenangkan dirinya. Tanpa dia sadari perlahan rasa kemanusiaan didalam dirinya sedikit demi sedikit terkikis. Namun dia merasakan kekuatan luar biasa memenuhi tubuhnya.
Toto kemudian duduk bersila menstabilkan energi yang bergejolak. Tidak lama kemudian terdengar suara teredam sebanyak satu kali. Menandakan dia menaiki level.
[ Selamat tuan telah berhasil menyerap esensi kehidupan hingga sihir kegelapan naik satu level. Tuan bisa membangkitkan kerangka ular itu menjadi budak ]
"Apa..aku sekarang menjadi sumoner?" mendengar penjelasan sistem membuat Toto bahagia. Dengan seperti ini dia bisa membangun pasukan sendiri.
__ADS_1
KAK BERI MASUKAN DONG. GAK APA2 YANG PEDAS JUGA. BIAR NOVEL INI LEBIH BERKEMBANG.