
"Kau terlalu sensitif Lita, kakak mu ini cuma bercanda" Leti memperlihatkan senyuman manisnya.
Didunia ini ras elf terbagi menjadi dua jenis. Elf jenis kegelapan dan ras elf cahaya. Kedua ras ini berbeda sifat dan watak mereka.
Elf kegelapan cenderung sombong dan tamak. Sedangkan elf cahaya mempunyai sifat rendah hati dan penuh kasih sayang.
Seperti saat ini Toto sedang bersama dengan Lita, Leti dan ke empat elf cantik lainnya yang merupakan elf tipe cahaya. Toto merasakan sikap mereka jauh dari kata sombong atau merendahkan.
Mereka terlihat bersahabat pada seorang manusia seperti Toto. Leti kemudian mengalihkan perhatiannya pada Toto.
"Manusia terimakasih sebelumnya karena telah menjaga adikku. Jika boleh tahu dari mana asal mu dan bagaimana bisa kau bertemu dengan adikku?" Leti memandang lembut Toto.
"Aku sebenarnya berasal dari tempat yang jauh. Namun sekarang ini untuk sementara tinggal didesa kabut. Aku bertemu Lita waktu berjalan-jalan dihutan, saat dia sedang dikeroyok ras elf hitam" Toto menjelaskan.
"Desa kabut sangat jauh dari sini dan waktu sudah hampir malam. Sebaiknya kau tinggallah sementara di tempat kami. Hanya untuk sekedar melepas lelah. Akan sangat berbahagianya kami jika kau mau berkunjung ke desa kami" Leti berkata sopan.
__ADS_1
Sebelum Toto menjawab, Lita menambahkan "Selain itu tuan mungkin mau mengikuti sayembara yang diadakan oleh yang mulia raja". Lita memandang Toto penuh harap.
"Memangnya sayembara apa yang diadakan di kerajaan kalian?" tanya Toto penasaran.
"Untuk lebih jelasnya lebih baik kau ikut bersama kami semua ke kerajaan. Aku akan menjelaskan semuanya setelah sampai disana. Ayo naiklah bersamaku" Leti mengulurkan tangan kirinya pada Toto.
"Anu.. apa tidak apa-apa duduk berdekatan denganmu?" Toto merasa canggung jika harus duduk dibelakang Leti.
"Tenang saja Lita tidak akan marah, iyakan putri Lita?" mata Leti melirik Lita dengan senyuman menggoda.
Kemudian mereka bertujuh bergerak menuju kerajaan elf cahaya. Sekitar 15 menit perjalanan akhirnya mereka berhenti di suatu tempat yang dua pohon besar yang berdiri berjajar kesamping menyerupai pintu gerbang.
Toto melihat ke sekitar tempat itu, terasa sunyi dia rasakan. Tidak ada suara burung maupun hewan hutan yang berkeliaran.
"Apakah kita sudah sampai?" tanya Toto heran sambil tetap memperhatikan keadaan sekitar.
__ADS_1
"Iya kita sudah sampai" Jawab Leti singkat yang duduk tepat didepan Toto. Kemudian dia membaca sebuah mantra sihir kuno yang tidak di mengerti oleh Toto.
Seketika dari kedua pohon besar itu mengeluarkannya cahaya tipis saling menyambung. Hingga membentuk sebuah gerbang transparan.
"Ayo kita masuk" Leti mengangkat tangan kananya keatas lalu menggerakkanya ke depan. Kemudian mereka satu persatu memasuki gerbang cahaya itu, diawali dari Leti dan Toto, diikuti yang lainnya menyusul dibelakang.
Toto berdecak kagum, baru kali ini dia menyaksikan hal aneh seperti itu. Pantas saja dari pagi dia mencari keberadaan elf tidak menemukannya. Ternyata mereka tinggal ditempat tersembunyi didalam hutan.
Setelah melewati gerbang pemandangan lebih menakjubkan langsung terpampang dihadapan Toto. Jalanan yang bersih terawat ditumbuhi rumput pendek berwarna hijau.
Di kedua sisi jalan berjajar rapih pohon oak yang diatasnya terlihat rumah-rumah pohon indah berdiri didahan pohon yang kuat.
Dari rumah ke rumah dihubungkan dengan jembatan gantung yang terbuat dari akar pohon saling mengikat. Dari setiap jendela terlihat banyak pasang mata menyambut kedatangan Leti dan yang lainnya.
Mereka terus berjalan melewati pohon-pohon itu. Hingga sampailah mereka di penghujung jalan. Disana berdiri pohon oak paling besar yang merupakan tempat berdirinya sebuah istana pohon yang megah.
__ADS_1