
"Maya kau naiklah kesalahsatu kereta itu" tanpa membantah Maya kemudian duduk disebelah kusir kereta pertama.
"Semuanya ayo kita lanjutkan perjalanan" Toto berdiri dan menaiki rusa yang menjadi tunggangannya.
"Baik" kesembilan elf lalu menaiki rusanya masing-masing. Sedangkan untuk Garaga sebelumnya Toto sudah memasukannya ke dalam tabel inventori sistem.
Kemudian perjalanan mereka pun dilanjutkan. Tanpa sepengetahuan yang lain Toto sebenarnya telah membagi dua tubuhnya dengan skill Autotomi cicak.
Tubuh yang asli Toto sekarang sedang berada didalam tabel inventori untuk melakukan pelatihan. Sedangkan tubuh tiruannya tetap bersama rombongan para elf.
.....
Sementara itu di kerajaan Valley of tree saat ini sedang disibukan dengan kedatangan tamu penting. Tamu yang tidak diharapkan kehadirannya datang dari kekaisaran. Dia adalah kaisar Margono datang bersama para ajudan terbaiknya.
Kaisar margono datang dari kekaisaran Green earth. Kekaisaran yang menguasai 4 kerajaan elf di benua utara. Termasuk kerajaan Anaya adalah bawahan mereka.
Kaisar Margono datang kesana untuk mengambil paksa Lita untuk dijadikan selir di kekaisarannya. Sudah menjadi rahasia umum Margono adalah seorang elf yang haus akan wanita cantik.
Dia tidak peduli jika wanita yang disukainya sudah punya suami atau tidak. Jika dia ingin maka apapun akan dilakukan untuk mencapai keinginan nafsu binatangnya.
Kaisar Margono turun dari kereta kebesarannya yang di tarik kuda bertanduk satu di keningnya. Kemudian Dia berjalan dengan wajah terangkat angkuh diikuti sepuluh para ajudannya.
Semua elf yang dilewatinya terpaksa menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa hormat.
"Selamat datang kaisar agung di kerajaan kami yang kecil ini" kata Anaya yang sudah menyambutnya di teras istananya. Dia berdiri bersama Yuna dan beberapa petinggi kerajaan.
"Tentu saja kerajaan mu kecil dan lemah, untuk itu kau harus tetap tunduk padaku agar kerajaanmu selamat. Sudah, jangan banyak basa-basi dimana putrimu yang cantik itu?" Margono mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
"Kaisar tenang saja, anakku saat ini sedang berdandan untuk menyambut kedatangan mu. Sambil menunggu mari kita masuk ke istana" Anaya menunduk sambil mempersilahkan Margono berjalan duluan.
Tanpa bicara Margono mengibaskan jubah mahalnya lalu berjalan memasuki istana dengan angkuh. Tanpa malu dia lalu duduk ditempat kursi kebesaran Anaya.
Sedangkan Anaya hanya menghela nafas panjang, kemudian duduk di tempat biasa Leti duduk.
__ADS_1
"Yuna aku senang melihatmu sudah sehat dan semakin cantik" kata Margono membuat perasaan Yuna dan Anaya tidak enak.
"Kemarilah duduk di pangkuanku" Margono menepuk pahanya sendiri sambil tersenyum melecehkan.
"Tapi.." kata Yuna dan Anaya tampak keberatan dengan tingkah Margono yang kurang ajar. Tapi Anaya tidak berani jika harus berurusan dengan kekuatan kekaisaran. Kerajaan kecilnya bisa mereka hancurkan hanya dengan sekali tarikan nafas.
"Kenapa kau masih dalam Yuna? apa kau mau aku meratakan kerajaan mu ini?" teriak Margono yang melihat Yuna masih berdiri membisu.
"Kaisar.." Sebelum Anaya berbicara Margono telah memotong perkataannya.
"Diamlah kau raja lemah, aku tidak akan mengambil istrimu. Aku hanya ingin menikmatinya sehari saja" Margono menatap Anaya dengan mata melotot.
"Ajudan seret dia ke hadapanku" perintah Margono pada anak buahnya.
"baik kaisar" dua elf tinggi besar menyeret kedua tangan Yuna dan membawanya ke Margono.
"Tolong kaisar hentikan semua ini" Yuna yang tidak berdaya hanya bisa menangis saat diseret mereka.
Yuna hanya bisa memalingkan wajah sambil berderai air mata. Dia merasa sangat malu. Dihadapan suaminya dan para petinggi istana tanpa bisa melawan, dia dilecehkan seperti itu.
Begitupun dengan Anaya, dia memalingkan wajah dan mengepalkan tangannya dengan erat sampai kukunya menancap pada telapak tangannya hingga mengeluarkan darah.
Para petinggi kerajaan hanya bisa diam tidak bergerak melihat ratu mereka dilecehkan seperti itu. Tidak ada seorangpun yang berani melawan kebejatan Margono.
"Anaya ternyata istrimu sangat harum dan lembut" kata Margono sambil tetap menelusuri tubuh Yuna dengan wajahnya.
"Hentikan kaisar aku sudah tidak perawan lagi. Bukankah kau kesini akan menikahi anakku", kata Yuna memberanikan diri membujuk Margono supaya melepaskannya.
"Semua elf tahu kau sudah tidak perawan tapi sebelum menjadikan Lita selir ku, Aku ingin menikmati ibunya dulu" Margono tersenyum penuh nafsu menatap kecantikan wajah Yuna yang sedang di pangkuannya.
"Ayo kita pergi ke kamarmu, aku sudah tidak tahan ingin menikmati tubuh harummu" Margono lalu berdiri sambil membopong Yuna dengan kedua tangannya.
"Tidak, jangan lakukan itu" Yuna memandang Anaya, "suamiku tolong aku".
__ADS_1
Anaya diam tidak bersuara, dia menundukkan kepalanya dalam-dalam menahan kemarahan. Begitupun para petinggi istana tidak ada yang berani bertindak, saat Margono membawa ratu mereka kedalam kamar pribadi raja.
Margono menendang pintu kamar hingga terbuka lebar. "Tenanglah kau akan merasakan kenikmatan yang tidak bisa diberikan suami lemah mu itu" bisik Margono ke telinga putih Yuna.
Kemudian terjadilah adegan dewasa dikamar pribadi raja Anaya. Suara teriakan, erangan dan lenguhan Yuna terdengar keluar kamar yang pintunya masih dibiarkan terbuka lebar.
Anaya selintas mengingat Toto. Dia menyesal telah menugaskannya keluar kerajaan. Jika Toto ada disini mungkin dia akan membela istrinya.
Sebenarnya Anaya menugaskan Toto hanya akal-akalan dirinya saja untuk menjauhkan dia dari putrinya yang akan dijadikan selir oleh kaisar Margono. Tapi hal yang tidak dia duga terjadi tepat didepan matanya.
"Istriku maafkan suamimu yang lemah tidak bisa membela dirimu" Anaya berbicara dalam hatinya.
Anaya merasakan waktu berjalan sangat lambat, dia masih mendengar suara istrinya dari dalam kamar pribadinya. Tidak lama setelah itu datanglah kedua putrinya memasuki tempat itu.
Lita dan Leti memandang sekitar, jelas sekali mereka merasakan ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi ditempat ini. "Ayah apa yang terjadi di sini, kenapa juga ayah menangis dan kemana ibu?"
Mereka berdua segera menghampiri ayahnya yang sedang duduk tidak berdaya. Matanya memerah mengeluarkan banyak air mata.
"Anak ku ibu kalian sedang diperkosa oleh kaisar Margono". Anaya berkata pelan seakan suaranya tidak ingin terdengar oleh kedua putrinya.
Tapi suara Anaya yang pelan terdengar jelas dikedua telinga Lita dan Leti. Bagaikan disambar petir disiang bolong mereka mendengar penjelasan Ayahnya.
"Ayah kenapa diam saja?" Leti berteriak marah.
"Putriku Ayah tidak bisa apa-apa, jika ayah bertindak maka kerajaan kita akan dihancurkan oleh kekaisaran".
"Bukankah kaisar kesini datang hanya untuk membawa Lita kekaisaran? kenapa sekarang dia sampai tega memperkosa ibu?" tanya Leti sambil berderai air mata. Begitupun dengan Lita dia tidak terima ibunya diperlakukan seperti sampah dihadapan semua elf.
Setelah beberapa menit berlalu mereka semua terlalut dalam kesedihan yang tidak terbayangkan. Akhirnya kaisar Margono keluar dari kamar dengan tertawa puas " Hahaha, tidak ku sangka Anaya ternyata istrimu masih menggigit. Itu membuatku puas bermain dengannya."
Tidak ada balasan dari Anaya dia hanya tertunduk penuh amarah. Sedangkan Lita dan Leti mandang Margono dengan tajam. Mereka berdua sangat membenci kaisar biadab itu.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR 😁
__ADS_1