BERPETUALANG DENGAN SISTEM

BERPETUALANG DENGAN SISTEM
KEMENANGAN YANG SEMPURNA


__ADS_3

Semua elf yang ada disana tidak mengerti apa yang terjadi. Anaya dan Leti sudah bergerak mendekati jasad Toto yang sudah tergeletak ditanah.


Mereka tidak percaya pertemuan singkat dengan manusia penolong sekaligus calon istri Lita harus berakhir tragis. Perasaan mereka bercampur aduk.


Antara senang memenangkan perang, dan sedih karena kehilangan pahlawan mereka yang mau berkorban nyawa.


Anaya memeriksa tubuh Toto, dia meraba-raba dadanya, mungkin saja jantungnya masih berdetak. Tetapi yang terjadi kemudian membuat mereka terperanjat.


Jasad Toto tiba-tiba berubah menjadi tanah kering berjatuhan kebawah. "Apa begini kalau manusia mati?" tanya Anaya memandang Leti yang sama-sama terkejut dengan keanehan jasad Toto.


"Aku tidak tahu ayah, aku baru pertama kali melihat kejadian manusia matinya langsung menjadi tanah" Leti menjawab pelan.


Semua elf yang menyaksikan diam tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Dalam kesunyian itu tidak ada yang menyadari bahwa ada sesuatu makhluk yang keluar dari telinga mayat raja Saka.


Sesuatu yang kecil berkaki enam, mempunyai antena dikepalanya. Mata kecil berwarna hitam dengan mulutnya berbentuk seperti capitan. Yang lebih aneh perutnya berada dibelakang seperti ekor.


Makhluk itu adalah semut perlahan berjalan keluar dari lubang telinga raja Saka yang sudah tidak bernyawa. jika Saka dihidupkan kembali mungkin dia akan mengambil pelajaran bahwa tidak semua yang besar itu kuat.


Seperti dirinya yang tidak terkalahkan akhirnya mati oleh makhluk kecil yang sering dia hina. Semut itu pelan tapi pasti tubuhnya berubah menjadi besar.


Namun membesarnya bukan tetap menjadi semut, tetapi berubah menjadi manusia dewasa yang membuat semua elf terkejut dan mundur selangkah karena shok.


"Toto" Kata Anaya dan Leti bersamaan tidak percaya seekor semut berubah menjadi manusia yang mereka kenali.


Sebelumnya Toto sudah bisa metamorfosis menjadi seekor semut karena skill semut miliknya sudah maximal. Sekarang Toto sudah sepenuhnya menjadi manusia.


Dia tersenyum kepada Anaya "tenanglah ayah semua sudah selesai".


"Toto apakah itu benar kau, lalu siapa yang tadi mati?" Anaya masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Itu hanya tubuh tiruanku, tadi aku hanya mengulur waktu dengan bertarung secara kasar dengan tubuh tiruan. Setelah melihat kesempatan aku berubah menjadi semut dan masuk ketelinga raja Saka" Toto menjelaskan secara rinci.

__ADS_1


Dia tahu makhluk besar yang tidak mempan senjata dan berbagai macam element tidak bisa dibunuh dengan cara biasa.


Toto mengingat didunianya yang dulu pernah ada cerita bahwa seekor semut dapat membunuh seekor gajah dengan masuk ketelinganya. Maka dia dengan yakin mencoba hal itu, dan hasilnya memang memuaskan. Raja Saka yang kuat kalah dengan hanya seekor semut.


Anaya dan Leti membuka lebar mulutnya dengan kedua mata melebar karena tidak menduga hal itu.


"Sudahlah tidak perlu dipikirkan, yang penting kita sudah mendapat kemenangan tanpa korban jiwa di pihak kita" kata Toto menyadarkan mereka berdua.


Setelah sadar kemudian mereka semua bersorak gembira. Tidak sadar sebagian para elf saling berpelukan. Begitupun Anaya dan Leti menangis haru.


Toto kemudian mengalihkan pandanganya pada seekor serigala yang dari tadi memandang kagum pada tuannya. Setelah mata mereka bertemu segera serigala itu menunduk takut dimarahi karena tidak bisa menjaga desa kabut.


Namun apa yang ditakutkan olehnya tidak terjadi. "Kemarilah" kata Toto melambaikan tangannya.


Serigala itu dengan patuh mendekati tuannya.


"Tidak usah merasa takut aku tidak marah atas perbuatan mu, justru itu yang aku inginkan jika bawahan ku tidak sanggup menghadapi musuh ini tempat teraman buat kita saat ini".


"Hamba mengerti tuan" jawab serigala itu patuh.


"Yeee" semua elf bersorak.


Kemudian bersamaan sepuluh elf terdekat mengangkat tubuh Toto dan melempar-lemparnya ke udara.


"Toto..toto..toto" Anaya mengangkat satu kepalan tangannya keatas mengajak semua elf menyebut nama Toto.


Kemudian semuanya meneriakkan nama Toto di udara sampai bergema dan terdengar sampai bawah ruangan bawah tanah.


Salah satu elf membuka pintu rahasia yang menuju ruang bawah tanah. Kemudian dia berteriak keluarlah kalian semua situasi sudah aman dan kita memenangkan peperangan.


Selama tiga deti berlalu elf yang mendengar suara pemberitahuan itu hanya bisa terdiam membeku sebelum bisa mencerna apa yang dibicarakannya.

__ADS_1


Kemudian mereka saling pandang, seakan meyakinkan apakah benar apa yang suara itu katakan. Setelah sadar mereka semua berteriak histeris melompat-lompat saling berpelukan.


Anak-anak elf yang melihat orang dewasa berprilaku seperti itu hanya melongo. Mereka tidak mengerti sama sekali apapun yang terjadi. Mereka pikir ini seperti bermain petak umpet kemudian setelah lama tidak ketahuan mereka memenangkan permainan.


"Yey kita menang" kata anak-anak pun akhirnya ikut berteriak. Kemudian mereka satu persatu keluar dari persembunyian. Permaisuri Yuna dan Lita menunggu yang lainnya keluar dulu.


Mereka mendahulukan Orang tua dan anak-anak. Sebagian Elf bertanya-tanya apakah anda keluarganya yang menjadi korban perang. Karena pada setiap peperangan pasti ada korban jiwa yang jatuh.


Rasa senang dan was-was menyelimuti hati mereka semua termasuk Yuna dan Lita.


"Ibu apakah Anaya, Leti dan Toto baik-baik saja?"


'Entahlah nak ibu juga tidak tahu. Kita do'akan saja mereka semoga tidak kenapa-kenapa' permaisuri Yuna menenangkan anaknya.


Setelah elf yang mengungsi dibawah tanah keluar, mereka dapat melihat banyak pohon yang tumbang, Sekitar ratusan batu memenuhi daerah kerajaan mereka. Mayat tergeletak dimana-mana.


Bau amis darah yang menyebar di udara tercium oleh hidung sensitif mereka. Namun tidak ada seorangpun mayat elf yang mereka kenali. Itu menandakan mereka adalah musuh yang gugur ditempat itu.


Akhirnya permaisuri Yuna dan Lita keluar juga dari dalam tanah mereka perasaan mereka tidak jauh beda dengan para elf lainnya. Terlihat oleh mereka berdua dari kejauhan ada seorang anakmanusia yang sedang dilempar-lemparkan keatas udara.


Mereka berdua mendekati keramaian itu, setelah jelas suara yang mereka teriakan keduanya tersenyum tipis. Mereka berpikir pasti Toto sekarang menjadi pahlawan.


"Ibu"


'Istriku' teriak dua orang bersamaan sambil mendekati mereka berdua. Senyuman merekah mereka ciptakan di wajah saat melihat elf yang mendekati mereka adalah raja Anaya dan Leti.


Kemudian refleks mereka berempat berpelukan sambil menangis bahagia.


"Apakah kalian tidak ada yang terluka?" Yuna melepaskan pelukannya melihat Anaya dan Leti satu persatu dengan teliti.


"Tenanglah Istriku, kami semua selamat. Bahkan diantara elf yang ikut berperang tidak ada satu orangpun yang meninggal. Itu semua berkat strategi hebat yang Toto rencanakan" Kata Anaya.

__ADS_1


Ini merupakan kemenangan yang sempurna. Mereka berempat memandang Toto yang masih dalam keadaan dilempar-lempar.


"Pantas saja dia diperlakukan seperti itu oleh mereka" pikir Lita yang bahagia dan bangga pada Toto.


__ADS_2