
"Tembak" teriak raja Saka. 300 anak panah berlari melesat keatas langit desa kabut, kemudian sore hari tiba-tiba menjadi gelap karena tertutupi ratusan anak panah pasukan elf kegelapan.
Para makhluk yang mendiami wilayah desa kabut sontak menengadah ke atas. Baik itu manusia, goblin bahkan serigala tidak menyadari mereka akan dibantai oleh musuh yang tidak mereka ketahui.
Sebelum mereka menyadari apa yang terjadi, ratusan anak panah itu sudah turun kebawah dengan cepat. Seperti hujan deras anak panah itu bergerak bersamaan.
Seketika suara teriakan kesakitan menggema saling bersahutan di desa kabut, ketika mereka semua secara telak terpanggang ratusan anak panah.
Tidak ada perlawanan yang berarti dari mereka, semuanya meregang nyawa, desa kabut dalam sekejap menjadi genangan darah. Hanya satu yang selamat yaitu serigala yang sedang dalam misi perburuan.
Dia hanya bisa mengeram marah dari kejauhan saat melihat semua saudaranya dibunuh didepan matanya. Tanpa bisa berbuat banyak dengan terpaksa dia kembali kedalam hutan berniat akan mencari tuannya dan melaporkan semua kejadian yang dia lihat.
Raja Saka terseyum lebar saat melihat desa kabut yang dia bantai "ternyata tidak seberapa pertahanan mereka" pikirnya. "Seratus pasukan jarah harta mereka, dan ambil persediaan makanan untuk perbekalan kita. Yang lainnya kita lanjutkan perjalanan ke kerajaan elf cahaya".
Dalam hitungan menit desa kabut telah berubah menjadi desa tak berpenghuni. Sembilan ratus elf terus melanjutkan perjalanan menerobos rimbunnya hutan.
Ada yang berjalan kaki, ada yang berlompatan di pepohonan dan ada juga yang menunggangi hewan peliharaan seperti serigala dan beruang hitam. Sedangkan raja Saka menunggangi anjing neraka berkepala tiga.
Semua hewan hutan berlarian menjauhi mereka, Tidak ada satupun yang berani mendekat.
.....
Sedangkan Toto saat ini berada di tempat peristirahatan. dia melihat dari balik jendela hari sudah mulai gelap. Terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar.
"Permisi tuan apakah anda sudah bangun? yang mulia raja Anaya dan kedua putrinya sedang menunggu anda di aula makan malam" suara pelayanan terdengar selembut gula kapas ditelinga Toto.
"Baik aku akan segera kesana" balas Toto kemudian dia mencuci muka lalu keluar dari kamar menemui Anaya dan kedua putrinya.
Aula makan terletak tidak jauh dari kamar Toto, Hanya terhalang oleh taman belakang istana. Setelah dia sampai terlihat tiga elf yang sudah duduk di meja makan, namun mereka belum memakan sesuatu.
Sepertinya mereka sedang menunggu kedatangan Toto, "selamat malam Raja dan putri" Toto membungkukkan tubuhnya dengan hormat.
"Ah akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah datang ayo silahkan duduk disamping Lita" raja Anaya berdiri menyambut Toto.
__ADS_1
"Terimakasih raja atas undangan makannya saya jadi merasa tidak enak hati" kemudian Toto duduk di kursi yang sudah disiapkan.
"Sudahlah kau adalah orang yang menyelamatkan putriku sudah sepantasnya Aku melayani mu dengan baik. Dan juga ada yang ingin aku bicarakan dengan tuan" Anaya tersenyum lembut pada Toto.
"Oh iya silahkan bicara jangan sungkan-sungkan pada ku" jawab Toto ramah.
"Ayah sebaiknya jangan bicara sambil makan, bukankah ayah telah mengajarkan seperti itu pada kami berdua" putri Leti melirik ayahnya.
Anaya merasa malu karena diingatkan oleh putrinya, "Oh iya maaf ayah lupa, silahkan kita mulai makan dulu."
Singkat cerita mereka sudah menyelesaikan makan malam. Toto merasakan masakan para elf tidak jauh berbeda dengan masakan manusia pada umumnya. Namun mereka tidak menyajikan masakan dari daging hewan.
Para elf sangat menyayangi dan menghormati para binatang, oleh karena itu mereka tidak akan pernah menyakiti mereka, apalagi memakannya.
Saat ini mereka sudah duduk diruang kelurga. Anaya sebelumnya sudah mendengar tentang Toto yang bisa melakukan pengobatan. Jadi sekarang dia akan meminta tolong untuk menyembuhkan istrinya.
"Tuan Toto sebenarnya, aku secara pribadi ingin meminta tolong secara khusus pada tuan. Jika tidak keberatan maukah anda menyembuhkan istri saya" Anaya menatap Toto penuh harap. Dia yakin Toto adalah manusia yang baik jadi kemungkinan dia akan mau menyembuhkan istrinya.
"Aku tidak keberatan untuk mencoba mengobati permaisuri, tetapi aku tidak yakin bisa menyembuhkannya" Toto merendah.
"Kalau begitu dimana sekarang permaisuri berada?" Toto memandang Anaya penasaran penyakit apa yang diderita oleh istri raja.
"Saya sangat senang tuan mau membantu, mari sekarang kita pergi ke kamar perawatan permaisuri" kata raja sambil berdiri dan memandu Toto.
Lita dan Leti mengikuti mereka berdua dibelakang. Setelah sampai didepan pintu kemudian mereka masuk, terlihat seorang wanita elf yang sedang terlelap tidur.
Sekilas tidak ada yang aneh pada wanita elf itu. Namun raja menjelaskan bahwa istrinya sudah lama tertidur cukup lama, hingga berbulan-bulan.
Semua tabib istana tidak ada seorangpun yang bisa mengobatinya. Bahkan beberapa tabib dari luar pun tidak ada yang sanggup.
( Ding )
( MISI DARURAT DITERIMA SEMBUHKAN WANITA ELF DARI GANGGUAN SINDROM PUTRI TIDUR, ANDA AKAN MENDAPATKAN 500 POIN SISTEM DAN PENINGKATAN KARISMA )
__ADS_1
Toto tentu merasa senang dengan misi ini. Tanpa bersusah payah bertarung dia bisa mendapatkan poin sistem secara instan.
Kemudian Toto mendekati permaisuri dan mengulurkan tangannya. Seberkas sinar hijau keluar dari tangannya menyelimuti tubuh elf yang terbaring didepannya.
Setelah sekian lama tidak ada reaksi dari permaisuri. Hingga Toto mengerutkan keningnya, "Kenapa skill penyembuhan tidak bekerja pada wanita ini?" pikir Toto.
( Tuan tidak bisa melakukan cara penyembuhan yang sama pada pasien sindrom putri tidur. Karena pada dasarnya mereka tidak sakit. Tuan perlu memeriksa secara detail sumber permasalahan sindrom ini )
"Bagaimana cara memeriksanya?" Toto bergumam pelan. Terlihat seperti orang yang sedang membaca mantra. Padahal dia sedang bicara dengan sistem.
( Tuan bisa membeli skill mata tembus pandang pada tabel toko untuk bisa memeriksa semua hal-hal yang tersembunyi dari penglihatan manusia biasa )
"Baik segera beli skill tembus pandang"
( Dimengerti tuan, mata tembus pandang segera terpasang waktu mundur dimulai 5..4..3..2..1 selamat tuan telah bisa mengaktifkan skill tembus pandang. Poin sistem terpotong 100 secara otomatis )
Toto menganggukan kepalanya pelan, "Skill mata tembus pandang aktif".
Seketika Toto dapat melihat semua hal yang selama ini belum pernah dia lihat. Aliran darah jelas terlihat pada urat halus, Denyut jantung berdetak pelan, semua jaringan saraf dapat terlihat oleh Toto.
Organ dalam wanita elf yang ada didepannya sama persis dengan organ dalam para manusia pada umumnya. Yang membedakan mereka dengan manusia adalah telinga runcing dan umur mereka yang awet muda.
Sekarang Toto menyadari ada sesuatu yang salah pada bagian otak wanita elf itu. Terdapat penyumbatan kecil pada bagian hipotalamus dan talamus.
Kedua bagian tersebut berperan dalam mengatur nafsu makan, pola tidur, dan suhu tubuh. Kemudian Toto berkonsentrasi sekali lagi.
Saat ini dia mencoba memadatkan cahaya penyembuhan dan langsung menyalurkannya pada dua bagian itu. Seketika penyumbatan dapat dihilangkan.
Ketiga elf yang ada dibelakang Toto tidak menyadari apa yang terjadi. Pergerakan Toto tidak dimengerti oleh mereka. Toto kemudian berbalik memandang ketiganya.
"Tunggulah sebentar permaisuri akan segera sadar" Toto sangat yakin dengan penyembuhannya. Karena dia bisa melihat dengan mata tembus pandang bahwa gangguan di otak permaisuri sudah dihilangkan.
Mereka bertiga segera mendekati permaisuri. Toto mundur kebelakang memberi kesempatan untuk mereka melihat orang yang mereka sayangi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian permaisuri Yuna membuka matanya perlahan. Penglihatannya masih buram, namun beberapa detik kemudian bisa terlihat jelas olehnya tiga elf yang sangat dia kenal.
"Sayang, Lita dan Leti" suara halus dan pelan keluar dari mulut Yuna.