
''Sun lihat tuan Toto kenapa dia melihat keatas langit?"
"Entahlah In aku juga tidak mengerti,"
Kedua elf itu heran melihat Toto tiba-tiba bangun dari tidurnya dan langsung mendongak keatas. Sebenarnya langit didalam hutan itu tertutupi dedaunan yang rimbun, jadi elf seperti mereka tidak akan bisa melihat langsung keatas langit.
Kecuali jika mereka memanjat keatas puncak pohon. Kejadian selanjutnya mereka semakin kaget melihat kedua kaki toto yang menyemburkan api.
Selanjutnya tubuh Toto terdorong keatas dengan cepat menembus pepohonan yang rimbun. Dari kejauhan Toto melihat ada sesuatu yang jatuh dari ketinggian.
Segera Toto mempercepat proses terbangnya mendekati benda jatuh itu. Walaupun jauh dia bisa melihat dengan jelas bahwa benda itu adalah elf wanita yang tidak sadarkan diri.
Setelah beberapa meter dari korban Toto segera membayangkan cincinnya berubah menjadi karpet terbang. "Selamatkan dia" teriakan toto sabil melemparkan cincin itu kearah korban jatuh.
Seakan mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Toto, cincin itu segera bertransformasi menjadi karpet terbang dan menangkap gadis elf itu. Terlihat oleh Toto gadis itu tengkurap diatas karpet yang sedang melayang di udara.
"Sekarang ayo kita turun kembali" ajak Toto.
Di tempat perkemahan semua elf sudah terbangun dari tidur mereka. Semua pasang mata fokus pada Toto yang turun perlahan dari langit bersama karpet terbang disampingnya.
Terlihat di karpet itu seorang elf wanita berwajah lumayan, dengan pakaian yang terdapat sobekan dimana-mana. Semua prajurit yang melihat itu segera merangkak kearah Toto.
"Tuan muda siapakah elf wanita itu?" Mar bertanya mewakili yang lainnya.
"Aku juga tidak tahu" dia Toto mengangkat kedua bahunya.
"Sepertinya dia terluka parah, adakah diantara kita yang bisa menyembuhkannya?" tanya Ga pada teman-temannya. Semuanya serentak menggelengkan kepala mereka.
"Angkat dia dan baringkan ditempat yang nyaman. Aku sendiri yang akan menyembuhkannya" perintah toto pada para prajurit elf. Tanpa menunggu waktu mereka segera melaksanakan perintah Toto.
__ADS_1
"Tiga dari kalian sebaiknya mencari buah buahan untuk makanan kita" Toto tanpa menunggu jawaban mereka langsung mendekati wanita elf yang sedang terbaring tidak sadarkan diri.
"Hill" Toto mengucapkan kata kunci pengobatan sambil mengulurkan tangan kanannya. Seketika cahaya hijau menyelimuti wanita elf itu. Perlahan-lahan semua luka yang ada ditubuhnya perlahan menutup lalu hilang tanpa bekas.
Para prajurit elf baru pertama kali melihat Toto bisa sihir pengobatan. Perasaan mereka saat ini menjadi tercampur aduk antara hormat, takut dan kagum.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu" Toto melirik semua prajurit elf yang menatap dirinya lekat-lekat.
"Tidak ada apa-apa tuan" kata mereka tidak mau mengungkapkan isi hati masing masing. Tidak lama kemudian wanita elf itu membuka kedua matanya.
"Ini dimana? dan siapa kalian?" elf wanita itu memandang Toto dan yang lainya seperti terlihat takut. Apalagi saat melihat Garaga yang ada dibelakang Toto.
Toyo menyadari hal itu dia berbalik memandang Garaga, "Sekarang kau tangkap beberapa hewan untuk sarapan ku" suaranya terdengar pelan. Wanita elf melihat Toto menjadi semakin memperlihatkan rasa takutnya.
Garaga lalu berbalik merayap kearah hutan tanpa penolakan. "Tenanglah aku tidak akan menyakiti mu, bahkan aku sendiri yang menyelamatkan mu dari kematian" kata Toto meyakinkan.
"Benarkah?" wanita elf itu melihat sekujur tubuhnya yang sembuh seperti sediakala. "Kalau begitu aku sangat berterimakasih padamu tuan".
Mendengar pertanyaan Toto dia mengerutkan kening seakan berpikir sesuatu, lalu membuka suaranya, "namaku adalah Maya, seorang budak kerajaan Playing island. Sebuah negeri elf yang terletak diatas awan. Sebelum aku terjatuh, aku disiksa oleh organisasi pedagang gelap. Setelah mereka puas menyiksa mereka melemparkan ku ke daratan ini".
Toto merasa kasihan sesudah mendengar penjelasan wanita elf itu. Tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan padanya. Wanita itu akan menjadi beban jika dibawa bersamanya. Tapi kalau dibiarkan dia merasa kasian.
Melihat rekasi Toto yang terdiam tidak bicara apapun. Wanita itu lanjut bicara " apa boleh saya ikut dengan rombongan kalian? aku tidak tahu harus pergi kemana." katanya dengan wajah memelas
"Bukannya tidak boleh, tetapi saat ini kita sedang menjalankan tugas yang berbahaya. Kami tidak bisa menjaga keselamatanmu sepenuhnya!". kata Toto jujur.
"Tolonglah aku mana bisa bertahan seorang diri dihutan seperti ini" wanita elf itu bersikeras.
Toto teringat waktu dulu dirinya tiba pertama kali ke dunia ini, dia pun merasakan hal yang sama dengan wanita elf itu rasakan sekarang. Dengan berat hati Toto akhirnya membawanya ikut ke dalam rombongan mereka.
__ADS_1
"Hah mau bagai mana lagi" Toto berkata pelan. Tidak lama setelah itu muncullah Garaga dengan membawa seekor kelinci yang cukup besar bila dimakan sendirian. Kemudian disusul tiga elf membawa berbagai macam buah-buahan.
"Tuan apakah kau mau aku bantu mengolah daging kelinci itu?" wanita elf itu tahu bahwa kelinci itu akan jadi sarpan Toto. Untuk mengambil perhatian nya dia mencoba menawarkan diri untuk membatu.
"Apa kau yakin?" Toto mengerutkan keningnya, baru pertama kali ini ada elf yang berani seperti ini. Menurut pengalamannya para elf sangat menghormati hewan.
"Tentu saja tuan, aku sudah terbiasa melakukanya saat menjadi budak para manusia di benua timur." kata dia meyakinkan.
Lagi-lagi Toto terkejut mendengar penjelasan wanita elf itu. Timbul ribuan pertanyaan dalam benaknya karena penasaran seperti apa ras manusia didunia ini. Tapi dia mengabaikan rasa penasarannya itu.
Saat ini dia hanya ingin fokus pada tugas utamanya yaitu mengirim barang. sampai ketempat yang dituju.
"Baiklah nika kau memaksa aku serahkan kelinci itu padamu. ini aku sediakan bumbu pelengkapnya" Toto mengeluarkan sisa bumbu yang tadi malam dia pakai. "Aku ingin mandi dulu di sungai".
Tanpa menunggu jawaban Maya dia bergegas menuju kearah sungai yang jernih dan terlihat segar. Toto membuka pakaian atasnya lalu melompat ke sungai.
Sedangkan para elf membereskan barang mereka masing-masing karena tidak lama lagi perjalanan akan dilanjutkan.
"Anak manusia itu mudah sekali dibodohi. Akan ku bimbing dia menjadi bawahan ku yang paling jahat. Sepertinya dia mempunyai sesuatu yang istimewa. Tidak seperti elf Saka yang bodoh itu" Maya tersenyum dalam hatinya.
Maya sangat pintar menyembunyikan niat busuknya. Dia terlihat seperti wanita elf yang lemah tidak berdaya. Namun sebenarnya dia menyembunyikan siasat licik untuk menggapai tujuannya.
[ Ding ]
[ Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi yang diberikan sistem. Tuan berhak mendapatkan 1000 poin sistem ]
Suara sistem terdengar setelah Toto mengenakan pakaian kembali. Segera dia berjalan kearah Maya yang sudah selesai membakar kelinci buruan Garaga.
"Maya Apakah kau mau daging kelinci itu? kalau mau kau ambilah sebagian" kata Toto ringan sambil duduk didekat Garaga yang seperti biasa melingkarkan tubuh tengkoraknya.
__ADS_1
"Aku tidak berani tuan muda, kelinci ini buat tuan saja semuanya. Aku tadi sudah memakan buah-buahan pemberian mereka" kata Maya menunjuk prajurit elf dengan dagunya.