BERPETUALANG DENGAN SISTEM

BERPETUALANG DENGAN SISTEM
NENEK LITA


__ADS_3

"Ah sudahlah itu tidak penting, tidak usah dibahas lagi. Bagaimana sekarang apa kita bisa melanjutkan perjalanan?" Toto menatap Lita yang masih terduduk ditanah.


"Tentu mari kita lanjutkan, bantu aku berdiri" Lita mengulurkan kedua tangannya pada Toto yang sudah berdiri duluan. Ada rasa aneh bergejolak di hati mereka berdua ketika tangan mereka berpegangan.


Setelah Lita berdiri berhadapan, segera mereka melepas tangan mereka kemudian memalingkan wajah mereka yang sudah memerah seperti tomat matang.


"Tapi sebelum itu kita harus menguburkan mereka berlima, untuk menghilangkan jejak." Lita mengalihkan pembicaraan, untuk menyamarkan rasa malunya.


"Akan memakan waktu lama jika kita menguburnya, lebih baik kita bakar saja mereka semua" kata Toto kemudian mengeluarkan api biru sebesar bola kasti lima buah di telapak tangan kanannya.


Bola api biru itu berputar-putar kemudian melesat ke tiap tubuh elf hitam yang sudah mati. Toto melemparkan bola api itu tepat pada sasaran. Tidak perlu menunggu waktu lama api biru segera membuat tubuh para elf itu menghilang menjadi debu.

__ADS_1


"Baiklah ayo kita berangkat sekarang" ajak Lita kemudian melangkah meninggalkan tempat itu diikuti Toto. Setelah beberapa saat melangkah terdengar suara beberapa derap langkah berlari menuju mereka.


Mendengar itu Lita memegang tangan Toto dan menariknya ke semak-semak, "Sebaiknya kita sembunyi dulu sebelum tahu siapa mereka". Toto tidak dapat membantah karena tangannya sudah diseret oleh tangan Lita yang halus.


Mereka berdua merunduk mengintip dari semak-semak. Tidak lama terlihatlah lima orang elf cantik memakai baju jirah serba hijau seperti baju yang dipakai Lita sekarang.


Mereka berlima menunggangi rusa bertanduk yang terlihat kekar dan kuat, tubuhnya sebesar kuda dewasa. Mereka berlima mengedarkan pandangan pada area bekas pertarungan Toto melawan para elf hitam yang terlihat berantakan.


"Putri Lita untuk apa kau bersembunyi disana? aku bisa mencium bau tubuhmu dari sini, keluarlah sekarang" perintah salah seorang elf. Yang kecantikannya hampir mirip dengan Lita.


"Ah kak Leti ternyata kau. Aku sempat ketakutan tadi dan bersembunyi di semak-semak mengira yang datang adalah musuh kita elf hitam" wajah Lita terlihat memelas.

__ADS_1


"Lita kau tidak usah takut pada kakak mu sendiri. Aku kesini memeriksa keadaan. Karena tadi terdengar suara pertarungan. Ngomong-ngomong siapa laki-laki yang disamping mu? dia terlihat seperti manusia." tanya Leti menatap Toto penuh selidik.


"Kak Leti perkenalkan dia Toto dari ras manusia. Dia telah berjasa besar telah menyelamatkan nyawaku dari para elf hitam", kata Lita tanpa sadar dari tadi masih memegang tangan Toto.


Leti melihat itu tersenyum tipis. "Apa kau menyukai manusia itu? aku lihat dari tadi tangan mu menempal terus pada tangannya" Leti menggoda adiknya.


"Tet..tentu saja aku tidak menyukainya kak" kata Lita sontak melepaskan tangannya dari Toto, kemudian memalingkan wajah karena malu.


Para elf yang bersama Leti terlihat cekikikan menahan tawa melihat putri Lita, yang salah tingkah. "Sudahlah aku tidak melarang mu menyukai laki-laki. Lagipula umurmu sudah menginjak 1000 tahun". Kata Leti sambil tersenyum menatap adik kandungnya.


"Apa?" sontak Toto berteriak menatap Lita tidak percaya, "benarkah umurmu sudah seribu tahun? tapi kenapa kau masih terlihat seperti gadis remaja?" tanya Toto tidak percaya kata Leti barusan.

__ADS_1


"Benar manusia. Lita sekarang sudah 1000 tahun. Jika kau akan menikahi adikku berarti kau akan menikahi nenek-nenek" seketika suara pecah tawa terdengar dari Leti dan yang lainnya.


Lita terlihat marah mendengar kata-kata kakaknya. Wajahnya memerah mulutnya dimajukan kemudian Lita berteriak "Kakak kenapa kau menyebutku nenek-nenek? bukankah umur ku baru 1000 tahun. Masih terbilang gadis remaja jika menurut ras elf. Kau terlalu jahat pada adikmu sendiri" Lita memalingkan wajah dengan kedua tangan disilangkan didepan dadanya.


__ADS_2