
[ DING ]
[ MISI ACAK DITERIMA BUNUH RAJA ELF KEGELAPAN SAKA ]
[ JIKA BERHASIL TUAN AKAN MENDAPATKAN SKILL KEGELAPAN DAN PENINGKATAN LEVEL SERTA PENAMBAHAN 1000 POIN SISTEM ]
[ JIKA GAGAL TUAN AKAN MENDAPATKAN HUKUMAN YANG BERAT ]
Toto tersenyum tipis mendengar pemberitahuan sistem. Sebenarnya elf kegelapan adalah elf baik yang dikutuk dan dibuang ke underdark karena berubah sifat menjadi elf jahat. Sifat mereka yang tamak, iri, dengki, dan sifat jahat lainnya telah mengikis akal sehat mereka menjadi bodoh.
Seperti saat ini mereka sedang dikepung oleh longsoran batu besar dari berbagai arah, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suara gemuruh mengerikan membuat nyali mereka ciut.
Sekitar 800 elf kegelapan mati dalam serangan dadakan itu, sedangkan 200 lainnya selamat karena memanjat pohon. Tubuh para elf dan hewan tunggangan mereka yang terlindas longsoran batu seketika berubah menjadi bubur darah.
Raja saka yang ikut memanjat pohon terlihat sangat murka melihat hampir semua pasukannya musnah dengan mudah. Dari asalnya seribu sekarang tinggal sisa 200 elf saja.
Tidak sampai disitu raja Anaya kemudian meniup terompet kedua, kemudian ribuan ratusan panah dari atas bukit mengarah kepada para elf yang sedang diatas pohon.
Suara teriakan kesakitan mereka terdengar memenuhi sekitar hutan. sebagian besar elf kegelapan tertembus panah hingga mati. Sekarang hanya tersisa 20 elf kegelapan yang selamat termasuk raja Saka.
Kemudian terdengar suara teriakan raja Anaya "Seraaaang... bunuh mereka semua".
"Aaaaa" teriak pasukan elf cahaya bergemuruh turun dari atas bukit. 500 prajurit elf cahaya melawan 20 elf kegelapan itu bisa disebut pembantaian.
Raja Saka menancapkan tongkat sihirnya kemudian merapal mantra "Sihir penyerap jiwa". Seketika sisa prajurit yang terdekat dengannya, tubuh mereka menghitam dan mengeriput dengan cepat.
Tubuh Saka membesar menjadi 3 kali lipat dari sebelumnya. Semua senjata yang mengenai tubuhnya tidak ada satupun yang berhasil menggores kulit hitam kerasnya.
"Hahaha" Saka tertawa terbahak-bahak. "Kalian para semut tidak akan ada yang mampu melukaiku". kata dia sombong.
Senjata gada yang Saka pegang dia ayunkan memutar sehingga pasukan elf cahaya yang terdekat dengannya terkena gada itu sampai terlempar ke berbagai arah.
__ADS_1
Memang benar dengan tubuh setinggi sepuluh meter dengan mudahnya dia menginjak siapapun yang ada didekatnya hingga hancur.
"Minggir kalian semua biar aku yang melawannya" teriak raja Anaya maju mendekati raja Saka, "sebaiknya kau menyerah saja, lihatlah semua pasukan mu telah musnah".
Raja Saka melihat sekeliling, kemudian dia menyeringai "rubah tua kau berperang dengan cara licik seperti manusia. Aku tidak akan semudah itu kalian kalahkan.
"Dalam peperangan cara apapun bisa dilakukan, kalian saja yang bodoh dengan mudahnya masuk perangkap kami" Anaya tersenyum mengejek Saka.
"Kurang ajar mati kau" gada Saka mengayun dari atas kebawah berusaha mengincar kepala Anaya. Suara berdebam keras menggetarkan saat gada itu membuat retakan tanah yang dalam.
Anaya dengan gesit mengayunkan pedangnya kearah leher Saka yang sedang membungkuk. "Praaank" suara benda pecah terdengar. Ketika pedang Anaya hancur membentur kulit leher Saka.
Anaya membelalakkan matanya tidak menyangka pedang pusaka andalannya hancur begitu saja. Belun sempat dia sadar dari terkejutnya Saka berhasil memukul tubuh anaya dengan gadanya dari bawah.
Tubuh Anaya terpelanting kebelakang beberapa langkah. Saka secepat kilat melompat dan mengarahkan gadanya dari atas kebawah. Anaya yang belum sempat bereaksi hanya mengangkat kedua tangannya sambil memejamkan mata.
Leti yang melihat ayahnya sedang terancam dia segera melemparkan tombaknya kearah Saka. Namun kerasnya tubuh Saka tidak mampu dilukai senjata tombak Leti. "Ayah" Leti berteriak.
Saka menggelengkan kepalanya karena merasa pusing terkena bongkahan tanah keras. Saat kembali sadar dia melihat seorang anak manusia sedang berdiri didepan tubuh Anaya yang masih berbaring ditanah.
Anaya membuka matanya dan melihat seseorang berdiri dihadapannya. "Nak Toto terimakasih ayah berhutang nyawa padamu" kata Anaya berkata lega nyawanya diselamatkan.
"Kurang ajar manusia, kenapa kau ada disini dan membela rubah tua itu, bukankah aku sudah memusnahkan desamu?" Kata Saka.
Mendengar itu Toto mengerutkan kening, "Apa maksudmu?" tanya Toto herman.
"apa kau tuli? aku sudah membunuh semua makhluk yang ada didesa kabut. Itu balasan karena kau telah membunuh anakku" Saka berkata datar.
Toto teringat dengan orang-orangnya yang selama ini dia tinggalkan. Tanpa terduga seekor serigala tiba-tiba datang mendekati Toto sambil menunduk. Tidak ada yang menyadari sejak kapan dia ada disana.
"Tuan benar apa yang dia katakan, semua penduduk kita didesa kabut telah dimusnahkan olehnya. Saya sendiri melihatnya dari kejauhan. Maaf karena tidak bisa menolong mereka" kata serigala itu menyesal.
__ADS_1
Toto melirik serigala yang menunduk hormat kepadanya, dia ingat serigala itu adalah salah satu bawahannya didesa kabut. Kemudian dia kembali menatap Saka dengan tatapan tajam.
"Aku berjanji akan membunuhmu secara perlahan. Kematian cepat sangat tidak cocok untukmu yang terlalu banyak dosa" kata Toto dengan tangan mengepal.
"Memangnya apa yang bisa semut sepertimu lakukan pada ku?" Saka tersenyum sinis.
Toto kemudian meledakan udara dikedua kakinya, sehingga tubuhnya terdorong melesat kearah Saka. Pertarungan sengit pun dimulai antara mereka manusia melawan raksasa elf kegelapan.
Empat elemen yang sudah Toto kuasai mengitari tubuhnya. Persis seperti Avatar Aang yang melawan raja api. Semua element dia lancarkan ke tubuh Saka, namun tubuh saka sangat keras tidak ada satupun serangan Toto yang berhasil melukainya.
Semua elf yang menonton pertarungan mereka berdecak kagum, Toto bisa menguasai sihir empat elemen. Tetapi itu tidak cukup untuk menumbangkan Saka. Mode harimau pun tidak mempan padanya.
Saka tertawa terbahak-bahak melihat Toto yang kesulitan melawan dirinya. "Sudahlah, berhenti melakukan hal yang sia-sia. Seekor semut tetaplah sekor semut" Saka mengejek Toto.
Sekarang Toto sudah terdesak, lehernya Saka cekik dengan satu tangan dan mengangkatnya ke udara. Toto kesulitan bernafas kakinya menendang-nendang dada Saka.
Namun sia-sia tubuh besar Saka tidak bergeming sedikitpun. Terdengar suara renyah patahan tulang saat Saka mematahkan leher Toto. Darah mengalir dari mulut Toto perlahan.
Tubuhnya terkulai lemas tidak bergerak lagi. Semua yang melihat kejadian itu histeris. Apalagi Anaya dan Leti dia sampai berteriak bersamaan "Tidaaak".
Seorang pahlawan manusia telah gugur membela mereka ras elf cahaya. Suara tawa menggelegar keluar dari mulut Saka.
"Sekarang bersujud lah kalian semua padaku, jika mau tetap hi...Aaaaak" Saka tiba-tiba tidak bisa menyelesaikan kalimatnya. Dia berteriak kesakitan memegang kepalanya.
Semua yang melihat itu melongo tidak mengerti apa yang terjadi. Darah keluar dari lubang telinga kanannya. Dia sampai berguling-guling ditanah seperti cacing kepanasan.
Saka merasakan ada sesuatu yang memasuki telinganya, terus menggali sampai tembus ke otaknya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Saka merasakan otaknya mendidih seperti dibakar dari dalam. Saka yang kuat dan perkasa tidak sanggup melawan kesakitan nya. Dari lubang telinga, mata, dan hidungnya tiba-tiba keluar asap mengepul disusul dengan nyala api dari dalam.
Kemudian dia jatuh ketanah menggelepar dan menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1