BERPETUALANG DENGAN SISTEM

BERPETUALANG DENGAN SISTEM
Bibit penghianatan


__ADS_3

Dalam beberapa hari ke depan sebelum dirinya berangkat ke kerajaan elf Blue sea Toto akan memperkuat pasukan kerajaan elf Valley of tree, khususnya 10 elf yang akan ikut berangkat mengantar barang minggu depan bersamanya.


Saat ini dia sedang berada di pandai persenjataan kerajaan. Banyak senjata yang berjajar disana tapi hanya sedikit senjata yang terbuat dari besi.


Memang di kerajaan ini tidak ada pandai besi, karena sebagian elf yang ada disini tidak pintar dalam mengolah biji besi. Adapun senjata besi yang ada disini adalah kiriman dari benua timur. Tempatnya para ras manusia berkuasa.


Senjata yang ada kebanyakan terbuat dari kayu dan pahatan batu. Seperti anak panah yang ujungnya memakai batu segitiga runcing diikat oleh akar tanaman. Begitupun dengan perisai dan pelindung tubuh prajurit yang hanya terbuat dari bahan kayu.


Persenjataan seperti itu sangat jauh dari kata kuat. Jika seorang pengendali api menyerang mereka, pasti prajurit itu akan sangat mudah untuk dibakar hidup-hidup.


Memang ada pedang yang terbuat dari besi tapi hanya beberapa saja, itu juga hanya dipakai oleh komandan pasukan.


Oleh karena itu dengan pengendalian element yang Toto kuasai, dia akan membuatkan persenjataan dari bahan besi, agar prajurit elf ini menjadi lebih kuat.


Teringat pada dunianya dahulu dia sering memainkan mainan magnet dan menarik biji besi dari pasir kering didepan rumahnya. Karena sekarang dia sudah mampu mengendalikan tanah, dia akan berusaha membentuk tanah yang mengandung banyak biji besi menjadi persenjataan prajurit.


Mudah saja dia membentuk tanah menjadi senjata dan melapisinya dengan serbuk besi hitam kemudian dia panaskan dengan api biru miliknya.


Membuat serbuk besi menjadi cair dan menyatu dengan senjata buatannya. para elf yang melihat proses Toto bekerja dibuat kagum dengan kejeniusannya.


Para warga elf di kerajaan ini kebanyakan tidak mempunyai keahlian pengendali element. Jika pun ada itu adalah pengendali tumbuhan. Mereka hanya mampu bertarung dengan senjata sederhana.


Ada sekitar 10 armor badan dan 20 pedang tanah berlapis besi yang dibuatnya dalam waktu dua jam. Hasilnya tidak mengecewakan. Pedang besi buatannya mampu membelah pohon kayu hanya dengan sekali tebasan.


Alhasil dalam 2 hari dia mampu membuat ratusan senjata dan armor dari besi. Itu tentu saja membuat prajurit elf menjadi semakin kuat. Mereka sangat senang dengan apa yang telah Toto berikan.


Tapi kalau untuk Toto sebenarnya tidak perlu menggunakan senjata apapun untuk melawan musuh. Hanya dengan pengendalian element miliknya, dia mampu memanipulasi element menjadi senjata.

__ADS_1


Sekarang ini dia telah mampu menciptakan pedang es dan api. Begitupun dengan element angin dia bisa membuat sayatan udara tipis setajam silet.


Membuat tanah menjadi armor komplit, bisa menutupi seluruh tubuhnya. Belum lagi dia sekarang punya skill pengerasan tubuh warisan raja Saka. Sebagai pelengkap dia bisa menciptakan berbagai senjata dari cincin seribu bentuk.


Sedangkan untuk keterampilan beladiri dia membeli skill dari sistem. Teknik beladiri campuran. Dalam beberapa hari ini Toto sering bertukar jurus dengan para prajurit elf.


Tidak ada satupun yang mampu mengalahkan Toto. Tentu saja karena dia sekarang mahir dalam teknik pukulan tendangan dan kuncian.


Dalam pertukaran jurus dengan mereka. Toto sering memberi masukan tentang kelemahan yang mereka miliki. Hingga sedikit demi sedikit merekapun menjadi lebih hebat dalam bertarung.


Begitupun dengan Lita dan Leti, mereka berdua sering berlatih dengan Toto dan menjadi semakin kuat. Saat ini Lita mampu mengalahkan 5 prajurit dengan mudah hanya dengan tangan kosong.


Itu semua tidak terlepas dari bimbingan tunangannya. Lita terlihat sangat bahagia mempunyai Toto yang tampan dan hebat dalam segala hal. Namun dia tidak akan tahu takdir apa yang akan dia hadapi di masa depan.


Keringat mengucur deras mengguyur tubuh indahnya. Hingga lekuk tubuh yang sempurna terlihat jelas dimata Toto yang sedang memandangnya.


"Itu juga berkat kakak yang mau mengajarkan aku bertarung" kata Lita sambil mengelap keringat di leher putihnya yang halus dengan kain dari serat tumbuhan pilihan.


"Dua hari dari sekarang aku dan sepuluh prajurit terpilih akan melakukan perjalanan. Untuk itu kau baik-baiklah disini dan jaga kesehatanmu".


"Iya kak aku mengerti, dan juga kakak hati-hati dijalan dan ingat jangan tergoda gadis lain." Lita memandang Toto dengan satu tangan terkepal keatas. Toto tersenyum melihat tingkah laku imut tunangannya.


Sementara itu tidak jauh dari tempat mereka berdua terlihat sepasang elf memperhatikan dari atas balkon istana.


"Sayang sepertinya putri kita benar-benar mencintai manusia itu" permaisuri Yuna berbisik pada elf yang ada di sampingnya. Terlihat seakan tidak ingin ada elf lain yang mendengar suara pembicaraan mereka berdua.


"iya aku tahu Lita memang pintar sekali dalam berakting" Anaya terseyum tipis.

__ADS_1


"Menurutmu apakah sudah benar apa yang kita lakukan saat ini?" tanya Yuna ada rasa ragu dalam hatinya.


"Entahlah aku juga merasa tidak yakin dengan apa yang aku lakukan. Tapi mau gimana lagi kita tidak punya pilihan lain" Anaya menghembuskan nafasnya pelan. Jelas terlihat sorot matanya memancarkan ketidakberdayaan.


....


Pada waktu yang sama ditempat yang berbeda satu elf tua yang masih terlihat remaja berdiri menatap keluar jendela istana. Rambut pirang panjangnya berkibar tertiup angin dari luar istana.


Dibelakangnya terlihat elf muda yang sedang berlutut satu kaki penuh hormat.


"Bagaimana apakah kau sudah menyampaikan pesan ku pada kerjaan kecil itu?" Tanya elf tua berbicara memunggungi elf yang sedang berlutut satu kaki.


"Sudah yang mulia, anda tidak usah khawatir raja Anaya pasti akan mengabulkan keinginan paduka kaisar" pandangan elf itu tertunduk tidak berani menatap langsung elf tua yang ada dihadapannya.


"Bagus, kalau begitu sekarang aku perintahkan kau siapkan 20 ajudan terbaik untuk menemaniku menemui Anaya dalam tiga hari ke depan", kedua matanya terlihat menyipit.


"Baik kaisar" lalu elf muda itu berdiri dan berbalik meninggalkan tempat itu.


"Anaya seharusnya kau merasa senang dan terhormat atas pinangan yang akan aku lakukan pada anakmu" elf tua itu berkata sendirian sambil tersenyum menyeringai.


"Antika kemarilah" katanya pelan.


Tiba-tiba seorang elf tinggi besar muncul dari bayangan dirinya. Kulitnya berwarna biru, ada bekas luka memanjang dari pelipis matanya sampai ke bawah mata kirinya.


"Hamba menghadap siap menerima titah kaisar Margono yang perkasa" dia menyilang kan satu tangan di dadanya sambil sedikit membungkuk.


"Seharusnya kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan nanti" kaisar Margono berbalik dan menatap Antika dengan tajam.

__ADS_1


"Hamba mengerti paduka" kemudian elf tinggi besar itu menghilang secara misterius.


__ADS_2