BERPETUALANG DENGAN SISTEM

BERPETUALANG DENGAN SISTEM
Bertemu Raja Anaya


__ADS_3

Mereka bertujuh turun dari rusanya masing-masing. Kemudian tujuh pengawal istana membawa rusa mereka kembali ke kandang.


Terlihat oleh Toto dari kejauhan banyak pasang mata elf yang memperhatikan dirinya. Karena selama ini kerajaan elf sangat jarang dikunjungi oleh manusia.


Dengan telinga mode harimaunya, Toto dapat mendengar jelas beberapa bisikan para gadis elf dari kejauhan.


"Hei lihat elf yang bersama putri Leti itu sangat tampan. Tapi kenapa dia mempunyai telinga tidak runcing seperti kita" bisik salah satu gadis elf kepada temannya.


"Apakah kau bodoh, dia itu bukan elf. Dia adalah manusia" kata temannya sambil mendorong pelan kepala gadis yang berbisik tadi dengan tangannya.


"Aduh, jangan main kasar dong. Aku kan baru tahu bentuk manusia tampan seperti itu" mata gadis itu mendelik kesal pada temannya.


Toto yang mendengar bisikan mereka dengan sangat jelas. Tersenyum-senyum sendiri, hidungnya seperti melambung dikatakan tampan oleh para gadis elf yang rata-rata cantik.


"Lita lihatlah pacarmu sudah gila, dia tersenyum-senyum sendiri" kata Leti menyikut adiknya pelan.


"Sudah ku bilang kakak kalau dia bulan pacarku, Lita memelototi Leti" tapi hatinya berkata lain.


"Kalau begitu biarkan kakak mu ini yang menjadikannya pacar" goda Leti.

__ADS_1


"Jangan" teriak Lita refleks. Kemudian menutup mulutnya karena ketahuan bohong.


"Hahahaha" Leti tertawa senang melihat ekspresi adiknya.


Hubungan kedua kakak beradik elf ini memang sangat dekat. Mereka sangat sering bercanda walaupun dalam keramaian seperti sekarang ini.


Setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai di pintu istana. Keempat elf yang dari tadi mengikuti Leti pamit undur diri karena mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Leti pun tidak mencegahnya. Dia hanya menganggukan sedikit kepalanya ramah sambil tersenyum. Sekarang hanya tinggal tiga orang saja yang akan memasuki pintu istana.


Kedua prajurit penjaga pintu segera membukakan pintu untuk mereka bertiga. Setelah memasuki istana terlihat beberapa elf sedang berkumpul bersama seorang pria elf yang duduk di singgasana dengan gagahnya.


Dia adalah Anaya raja elf cahaya yang terkenal bijaksana. Saat melihat kedua putrinya, Anaya langsung berdiri dengan senyum lebar diwajahnya.


Lita dan Leti tersenyum dan mengangguk kearah mereka semua. Kemudian Raja Anaya berkata;


"Lita dan Leti selamat datang kembali. Kemarilah mendekat pada ayah". Kedua putrinya pun tersenyum mendapat sambutan seperti itu dari ayahnya. Segera mereka menghadap dan langsung berlutut didepan ayah mereka diikuti Toto.


Anaya menatap Toto heran. "Lita siapakah manusia ini?".

__ADS_1


"Ayah perkenalkan dia adalah Toto yang sudah menyelamatkan nyawa Lita saat sedang didalam hutan." jawab Lita.


"Kenapa kau keluar wilayah kerajaan tidak membawa pengawal Lita?" Anaya memandang Lita tajam. Walaupun dia sebenarnya sangat menghawatirkan putrinya itu.


"Maaf ayah, Lita mengaku salah!!" Lita menundukkan kepalanya tanda menyesal.


"Yah sudahlah, lagian kamu selamat tidak terjadi apa-apa. Ceritakan apa yang terjadi dihutan. Dan apa tujuanmu keluar kerajaan seorang diri?" Anaya memandang Lita dengan tenang.


Kemudian Lita menceritakan semua kejadian yang dialaminya waktu dihutan larangan secara terperinci, dan mengatakan bahwa dia sengaja keluar untuk menemukan seorang tabib yang bisa menyembuhkan ibunya yaitu istri raja Anaya yang bernama Ratu Yuna.


Ratu yuna saat ini sedang terkena penyakit aneh yang susah untuk disembuhkan. Dia tertidur sangat lama hingga berbulan-bulan tanpa terbangun sedikitpun.


Semua tabib istana tidak ada yang sanggup mengobati ratu Yuna, oleh karena itu Lita berinisiatif mencari seseorang yang bisa menyembuhkan ibunya.


Mendengar penjelasan putrinya. Anaya wajah Anaya terlihat menggelap. Dia mengepalkan kedua jari tangannya. "Kurang ajar para elf kegelapan itu berani menyakiti putriku, jika bukan karena bantuan tuan Toto aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada putriku".


"Tuan Toto untuk saat ini sebaiknya ada istirahat dulu, pasti melelahkan setelah bertarung membela putriku. Aku akan membalas kebaikan tuan dengan harga tinggi." kata Anaya berkata ramah.


"Baik yang mulia" kata Toto sopan.

__ADS_1


"Lita antar Tuan Toto ke kamarnya" Anaya melirik Lita. Yang dilirik kemudian bangun dan mengantar Toto.


"Huh emang maunya" celetuk Leti sambil tersenyum melirik adiknya yang sudah berlalu.


__ADS_2