BERPETUALANG DENGAN SISTEM

BERPETUALANG DENGAN SISTEM
Toto vs Elf assasin


__ADS_3

"Lita apakah rumahmu masih jauh?" selama dua jam ini mereka berdua berlari tanpa henti. Toto merasakan firasat buruk akan menimpanya. beberapa kali dia melihat kebelakang sambil berlari. Insting mode harimau nya mengatakan ada bahaya mendekat.


"Sekitar 15 menit lagi kita akan sampai di desa elf hutan" Lita sedikit melirik kearah Toto. "Apakah tuan butuh istirahat sebentar?" tanya Lita.


"Tidak usah kita, sebaiknya kita percepat lari kita. Aku merasa kita sedang diikuti" kata Toto.


"Tenanglah sebentar lagi kita sampai gerbang des.." sebelum Lita menyelesaikan kalimatnya, sebuah panah melesat dari belakang berhasil menggores betis mulusnya.


"Aah kakiku" pekik Lita lalu jatuh terjerembab ke tanah. Melihat itu Toto mendarat didekat Lita lalu berbalik menembakan bola api ke arah belakang.


Bola api sebesar bola voli melesat cepat menembus dahan-dahan pohon hingga akhirnya membentur batang pohon raksasa.


Terdengar suara menggelegar saat bola api itu meledak membakar beberapa dedaunan, dan membentuk asap tebal.


"Lita bertahanlah aku akan menjagamu" wajah serius Toto, membuat wajah cantik Lita merona merah saat berbalik memandangnya. Baru kali ini dia merasakan ada seorang pria yang perhatian kepadanya. Ada sebuah benih rasa perlahan tumbuh dihatinya.


Dalam tebalnya asap keluarlah lima sosok makhluk seperti ninja, wajah mereka tertutup masker hitam dengan pakaian serba hitam. Namun mereka mempunyai telinga runcing seperti Lita.


Mereka berlima mendarat dengan mulus, berlutut dengan satu kaki. Kemudian mereka berdiri menatap tajam pada Toto.


Sekilas Toto dapat menebak bahwa mereka ras elf hitam yang akan menuntut balas atas terbunuhnya Rona.


"Manusia apakah kau yang menyakiti ras elf hitam dan membunuh pangeran Rona?" Azrul menatap Toto semakin tajam.


Toto tetap tenang walaupun jiwanya sedang terancam. "Benar aku memang sudah menghajar teman-teman kalian, karena sikap mereka yang tercela akan memperkosa gadis ini" telunjuk Toto mengarah pada Lita yang sudah berdiri dibelakang Toto. Darah masih mengalir pada luka di betisnya, namun dia mengabaikan rasa sakitnya.


"Ahh ternyata putri Lita yang cantik mempunyai pengawal yang hebat" Azrul menatap Lita dengan sombong.


"Atau mungkinkah manusia busuk ini kekasih mu?" lanjut Azrul tergambar senyum sinis diwajahnya yang mulut dan hidungnya tertutup kain hitam.

__ADS_1


"Kalau aku kekasihnya memang ada masalah dengan mu hah?" Toto menatap balik Azrul dengan tajam.


Lita mendengar kata-kata Toto wajahnya merona merah kembali, "Apakah benar dia menyukaiku?" gumamnya dalam hati sambil menatap lekat-lekat wajah Toto yang tersorot sinar matahari. Membuatnya terlihat bercahaya dan tampan dimatanya.


"Hahaha" Azrul tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Toto. "Seorang putri Lita yang cantik dan agung mempunyai kekasih manusia rendahan seperti ini. Lihat saja telinganya jelek tidak runcing seperti kita" Azrul menunjuk wajah Toto dangan dagu terangkat tinggi.


Toto tidak merasa marah dihina seperti itu dia tetap tenang menatap mereka berlima, dia tidak merasa dirinya jelek. Bangsa elf memang terkenal dengan kesombongannya. Mereka marasa rasnya lebih tinggi dari ras lain. Sehingga mereka sering memandang ras lain dengan rendah.


Melihat ekspresi wajah Toto tetap diam, membuat Azrul marah merasa dirinya diabaikan. "Tidak penting buatku, kau kekasih putri Lita atau bukan. Karena kalian berdua akan mati hari ini ditangan kami.


( DING) Terdengar suara sistem oleh Toto


( MISI DARURAT TERDETEKSI. ADA INDIVIDU YANG INGIN MENCELAKAI TUAN, BUNUH MEREKA DAN JAMIN KESELAMATAN TUAN )


( MUSUH YANG HARUS DIBUNUH 5 ORANG, JIKA BERHASIL TUAN AKAN MENDAPATKAN KOTAK MISTERI DAN KENAIKAN LEVEL SECARA SIGNIFIKAN)


Toto terdiam mendengar misi darurat dari sistem, dia seperti dipaksa menjadi pembunuh. Jika dia tidak melakukan misi ini dia sendiri yang akan mati. Tentu saja dia akan memilih hidup dari pada mati.


"Serang mereka, jangan ada yang dibiarkan hidup" teriak Azrul pada keempat anak buahnya.


"Mode harimau api" seketika api panas membara menyelimuti tubuh Toto seperti fire man di film fantastic four. Dia memasang kuda-kuda. Bersiap menerima serangan musuh.


Mata Toto yang tajam mampu melihat gerakan para elf yang menyerangnya. Serangan mereka seperti melambat dimata Toto. Dengan mudah dia dapat menghindari keempat serangan elf hitam itu.


Azrul yang melihat pergerakan Toto yang begitu gesit membelalakkan matanya. Kecepatannya hampir menyamai gerakan dirinya saat dia mengeluarkan semua kemampuan maksimalnya.


"Manusia ini sangat berbahaya dia harus segera dibunuh" pikir Azrul, namun dia masih memperhatikan pertarungan mereka. Mencoba mencari kelemahan Toto.


Toto diserang dengan pedang dari empat arah yang berbeda. Dua serangan mengarah kedua kakinya, dua arah lagi mengarah ke kepalanya dari arah depan dan belakang.

__ADS_1


Secepat kilat dia melompat kemudian menahan dan memegang dua pedang yang mengarah ke kepalanya. Kedua pedang itu Toto meremasnya hingga pecah seperti kaca.


Dengan mode harimau api kekuatan besarnya ditambah dengan kekuatan api, dia dapat dengan mudah meremas besi seperti meremas keripik.


Keempat elf itu sangat terkejut melihat kekuatan manusia yang mereka kepung. Belum sempat mereka bertindak Toto sudah menyemburkan bola api dari mulutnya, mengarah kepada salah satu elf didekatnya.


Elf yang terkena serangan bola api dengan telak. Berteriak kepanasan karena tubuhnya dilahap si jago merah. Dia jatuh ketanah kemudian berguling-guling.


Putri Lita yang sudah menjauh dari medan pertarungan melihat kagum kepada manusia ganteng yang bertarung dengan gagah melindunginya.


Bibirnya Lita tersenyum-senyum sendiri melihat ketampanan Toto. Sedangkan Azrul mengeratkan giginya melihat itu. Ketiga elf yang tersisa segera menyerang Toto lagi dengan marah.


Karena emosi mereka tidak terkontrol, mudah saja Toto menghindari serangan mereka bertiga. Kemudian Toto balas menyerang dengan melompat keatas kemudian menembakan api panas tiga kali lebih besar dari tadi.


Duarrr mereka bertiga terpental keberbagai arah dengan luka bakar yang cukup parah. Toto yakin mereka tidak akan sanggup lagi bertahan hidup.


Jika Toto hanya mempunyai pengendalian api saja mungkin dia tidak akan menang melawan mereka. Tetapi mode harimau yang dia miliki sangat membantu meningkatkan kekuatan dan kecepatan tubuhnya.


Toto mendarat dengan mulus ditanah. Namun sesaat kemudian tubuhnya terkena tendangan Azrul dengan sangat keras. Tubuhnya terpelanting kebelakang menuju kearah Lita yang sedang berdiri.


Untung saja Lita refleks merunduk hingga tubuh Toto melewatinya hingga menabrak pohon besar sampai tumbang.


Toto berusaha bangkit dari reruntuhan pohon yang hancur. Dia merasakan bahwa tulang rusuknya ada yang patah beberapa bagian.


Seteguk darah keluar dari mulut Toto.


"Dia kuat juga. Aku harus mulai serius mulai sekarang" pikir Toto menatap Azrul yang sedang berdiri angkuh.


"Apa hanya segitu kekuatan mu manusia, kau sangat lemah" Azrul tersenyum sinis memprovokasi Toto.

__ADS_1


__ADS_2