
Toto kemudian menendang punggung Azrul hingga dia terpental beberapa langkah ke depan. Dalam keadaan sekaratnya Azrul berkata pelan "Manusia kau makhluk yang licik, kau menyerang saat aku lengah. Dari dulu aku tidak pernah percaya pada ras kalian. Karena kalian suka berkhianat".
"Dalam sebuah pertarungan, hal apapun dapat dilakukan asalkan membuat kemenangan. Yang harus kau tahu saja, bahwa seorang yang kuat tidak akan selalu memenangkan pertarungan. Hanya orang cerdik saja yang memiliki peluang besar dalam memenangkan pertarungan" Toto menatap datar Azrul yang menghembuskan nafas terakhirnya.
Kemudian Toto mendekati jasad Azrul lalu berjongkok melahap skill yang dimilikinya. Skill elf hitam pun berhasil dia serap. "Mungkin skill ini akan berguna suatu saat nanti".
( Ding )
( Tuan berhasil menyelesaikan misi, kotak misteri didapatkan. Kenaikan level dan skill sebanyak 10 tingkatan. Serta mendapatkan 2000 poin sistem )
Mata Toto bersinar melihat hadiah yang didapatkan dari misi kali ini. " Sepertinya sistem sedang berbaik hati padaku" pikir Toto.
( Hadiah besar yang didapatkan misi kali ini karena tuan berhasil mengalahkan lawan yang levelnya berkali-kali lipat lebih tinggi dari tuan ).
"Oh jadi begitu" Toto menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Dia penasaran dengan peningkatan kekuatannya saat ini maka dia segera mengecek status sistem.
"Cek status Toto"
Nama : Toto subagio
Ras : manusia
umur : 20
level : 31/100
job :
1.Tabib super
Arsitektur
skill dasar :
__ADS_1
Pelahap
Metamorfosis
Pengendali api lv 2
kemampuan :
Kamuflase lev 31/48
Mode kura-kura air lev max
Mode harimau lev max
Mode cicak lev 28/24
mode semut 26/24
mode burung hantu max
mode Kelelawar 23/24
poin sistem : 3110
Tabel inventori :
Tubuh serigala alfa.
__ADS_1
Tiga kotak misteri.
Tabel Toko :
berbagai jenis senjata 10 poin sistem setiap satu barang.
kemampuan sihir element 100 poin sistem setiap satu element.
Toto penasaran setelah melihat di tabel status pengendalian apinya menjadi level dua. Kemudian dia membuat bola api ditangannya. Keluarlah api berbentuk bulat sebesar bola kasti berwarna biru cerah.
Api itu lebih panas dari api merah. Api yang yang sering dipakai oleh ahli las untuk menyambungkan sebuah logam.
Setelah itu Toto mengalihkan pandangannya pada Lita yang terbaring tanah. "Sepertinya dia pingsan" gumam Toto dalam hati.
Betis putihnya yang tergores anak panah masih mengeluarkan tetesan darah. Toto berjongkok kemudian menyembuhkan Lita. Cahaya hijau menyelimuti tubuh indah itu. Seketika Lita sadar dan membuka matanya, seluruh luka ditubuhnya telah sembuh semua.
"Apakah aku bermimpi? Bukankah kau tadi telah tertusuk belati di jantungmu?" mata bulat Lita yang pupilnya berwarna hijau memandang wajah Toto lekat-lekat.
"Kau tidak bermimpi, ini memang aku Toto". Kata Toto meyakinkan, kemudian lanjut bertanya "Apakah kau sekarang sudah merasa baik Dina?".
Lita mengerutkan keningnya saat Toto memanggilnya Dina, "Kok Dina? aku kan Lita".
"Ya sebaiknya kau berganti nama menjadi Dina." Toto terseyum tipis.
"Kenapa harus Dina?" Lita semakin pusing dibuatnya.
" Dina biar kamu Dinafkahi " gombal Toto sambil tertawa lepas.
Lita melongo mendengar kata-kata Toto. Dia sedikitpun tidak mengerti. "Apa maksudmu?"
Dalam sekejap Toto berhenti tertawa dan memandang Lita yang masih melongo, kemudian dia berkata pelan "Ah kamu tidak asik".
__ADS_1
Toto lupa bahwa Lita adalah seorang elf, mana mungkin mengerti tentang lawakan manusia dari dunianya.