
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN SELAMAT MEMBACA :)
"Maya apa kau tahu dia sedang melakukan apa?" Toto bertanya pada Maya yang sedang berdiri disebelah Garaga. Dapat terlihat olehnya hobgoblin itu sekarang berubah menjadi monster raksasa setinggi 10 meter.
Otot-ototnya membengkak berubah warna menjadi hijau muda seperti hulk. Giginya yang besar dan tajam seakan mampu mengunyah plat baja dengan mudah.
Toto yakin Maya mengetahui apa yang dialami hobgoblin itu, karena Maya juga sebelum menjadi budak Toto dia juga salah satu prajurit iblis.
"Tuan sepertinya hobgoblin itu telah menggunakan mode mengamuk, dia mendapatkan sedikit kekuatan darah raja iblis". kata Maya memandang hobgoblin dengan sikap waspada.
"Sepertinya dia cocok menjadi bahan latihan untuk kalian para budak ku". Toto menyeringai lebar dari telinga ke telinga.
Para prajurit elf yang melihat dari kejauhan bergidik ngeri saat melihat monster raksasa berteriak keras sambil mengangkat senjata gadanya. Begitupun para rusa mereka sangat gelisah.
Meskipun mereka berada sangat jauh dari pertempuran tetapi aura kengerian jelas terasa oleh mereka. Begitupun dengan para prajurit elf hitam, tadinya dia sudah merasa lega ketika para goblin telah dimusnahkan.
Tetapi setelah hobgoblin berubah menjadi raksasa mereka menjadi merasa putus asa untuk bisa selamat dari tempat ini hidup-hidup.
"Siapkan formasi melingkar" teriak Toto menggema. Semua budak skeleton berpencar mengelilingi raksasa itu. Dengan urutan Tangker didepan diikuti pengguna tombak lalu penyerang, terakhir pemanah berada paling belakang.
"Serang secara bergantian, jangan biarkan dia bergerak secara leluasa" Toto hanya mengomando dari atas kursi sambil melipat kedua kakinya.
"Pemanah serang titik lemahnya" Para pemanah menembakan anak panah mereka dan berhasil mengenai beberapa titik lemah raksasa itu. Meskipun dia merasa sakit akibat panah yang menembus kulitnya dia tetap menyerang dengan beringas.
Raksasa itu memukul tanker yang paling dekat dengannya dengan gada. Beberapa tangker terlempar jauh hingga tubuh tulang mereka hancur berantakan. Garaga maju ke depan dia melilit salah satu kaki raksasa itu.
Kemudian Garaga menghujamkan gigi taringnya yang tajam ke paha besar raksasa itu. Dia meraung kesakitan, sambil berusaha melepaskan belitan Garaga dengan kedua tangannya.
Darah berwarna hitam pekat keluar dari paha yang terluka itu. Raksasa hobgoblin dipaksa berlutut satu kaki diatas tanah berumput. Belitan tubuh Garaga tidak bisa dianggap remeh.
__ADS_1
Dengan serentak para penyerang diketuai oleh Maya dan Draka bergerak memanjat tubuh raksasa yang sudah dibuat berlutut satu kaki.
Mereka menghujamkan senjata masing-masing ke titik vital hobgoblin Raksasa itu. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil si raksasa menjadi lemas karena kehilangan banyak darah.
Dia perlahan tersungkur ketanah. "Bunuh dia" teriak Toto menggema menggetarkan setiap hati yang mendengarnya. Kemudian Garaga bergerak merayap dengan cepat melingkarkan diri dileher raksasa itu.
"Uraaaa" teriak semua budak skeleton Toto bersamaan mereka senang telah melaksanakan tugas dari tuannya dengan baik.
"Kalian tahu dari mana kata ura itu? seperti pasukan tetangga saja" celetuk Toto pada mereka. Semuanya terdiam tidak mengerti apa yang Toto katakan.
Kemudian Toto berdiri dan merubah kursi menjadi cincinnya kembali, lalu melayang pelan dengan bantuan sihir api digabungkan dengan sihir udara berputar pada telapak kakinya.
Toro terbang menuju kearah mayat hobgoblin raksasa, melewati para budak skeleton nya.
Setelah dekat Toto merasakan aura kegelapan yang pekat dari mayat raksasa itu.
Kemudian Toto menyerapnya, seketika tubuh Toto merasakan peningkatan kekuatan secara drastis. Namun perasaan kemanusiaannya semakin menipis. Toto tidak menyadari hal itu dia terlalu senang dengan kekuatannya yang bertambah pesat.
"Summon" Toto mengulurkan tangan kanannya kearah mayat raksasa hobgoblin. Seketika tubuh raksasanya menjadi hancur menyisakan kerangka tulangnya saja.
Kerangka tulang atau bisa disebut skeleton itu perlahan bangkit dan berlutut dihadapan Toto.
"hormat kepada raja kegelapan" katanya menggelegar.
"Aku terima hormatmu, apa kau punya nama raksasa?" tanya Toto menatap lekat-lekat wajah skeleton raksasa itu.
"Rajaku, perkenalkan nama saya Gandara, atau sebut saja saya sesuai kemauan tuan" kata Gandara hormat.
"Baiklah aku senang kau bergabung dengan pasukanku, tenaga sangat aku harapkan dalam perjalanan dimasa depan" Toto turun perlahan dari langit.
__ADS_1
"Sekarang aku akan kembali memasukkan kalian kedalam inventori" Toto berkata sambil mengibaskan tangannya. seketika semua skeleton yang ada disitu menghilang dari pandangan.
"Apa?" semua elf hitam yang melihat itu membelalakkan matanya tidak percaya. "Kemana perginya pasukan skeleton itu?" tanya seorang elf hitam mewakili mereka semua.
"Siapa kalian ini, bagaimana kalian bisa berselisih dengan pasukan goblin tadi?" Toto mendekati mereka perlahan.
Serentak para elf hitam berlutut saat Toto telah berada tepat dihadapan meraka "Tuan muda yang perkasa, kami adalah penduduk negara Black rock yang tidak pro terhadap pemerintah. Saat raja Saka menyuruh kami semua menyerang ke kerajaan Valley of tree kami merasa keberatan."
"Dan tidak mematuhi raja untuk mengikuti penyerangan, sejak saat itu kami semua dicap menjadi penghianat. Kami kabur kedalam hutan dan bersembunyi ditempat aman. Lalu raja Saka menyebarkan rumor bahwa kami adalah bandit pemberontak" seorang pria elf berusia paruh baya berkata mewakili semua elf hitam.
Toto menganggukan kepala tanda mengerti dengan apa yang dia katakan. "Baiklah karena kalian semua bukan musuh maka aku akan membiarkan kalian semua hidup".
"Terimakasih tuan muda atas kebaikan anda telah menolong kami" kata mereka semua hampir bersamaan.
"Ya tidak masalah, lagian aku tidak mengeluarkan tenaga banyak, karena yang melawan musuh kalian adalah prajurit tengkorak ku" Toto tersenyum tipis saat mengatakan itu dengan ringan.
Semua elf terdiam karena mereka saat ini sedang berhadapan dengan pemimpin pasukan prajurit skeleton tadi. Yang berarti Toto adalah seorang penyihir kegelapan.
Mereka semua semakin bersikap hormat. Tidak ada satupun yang memperlihatkan sikap kurang ajar dihadapan Toto mereka sadar apa konsekuensi jika membuat penyihir kegelapan marah.
"Tuan muda sebagai tanda terima kasih kami bagai mana jika anda singgah dulu di kerajaan kami" para elf hitam menawarkan.
Toto membalikan badan memandang kearah wilayah kerajaan Black rock. Benteng kerajaan masih terlihat kokoh dan terawat.
"Baiklah jika kalian tidak keberatan" kata Toto, setelah mempertimbangkan ada baiknya juga jika dia dan rombongan beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga mereka.
"Kalau begitu mari tuan ikuti saya" pria elf tadi menuntun jalan Toto. Dibelakang mereka berdua semua warga elf hitam mengikuti dengan tertib.
"Oh iya hampir lupa, mereka berempat berserta dua kereta itu adalah rombongan saya" Toto menunjuk empat elf yang membawa dua kereta telah mendekati Toto beberapa langkah.
__ADS_1
"Baik tuan muda mereka juga akan kami layani dengan baik" elf paruh baya kemudian melirik salah satu dari warganya. "Layani mereka dengan baik".
"Baik tetua" yang dilirik kemudian mendekati rombongan teman Toto dan memandu mereka agar mengikuti dari belakang.