
"Mata intimidasi" Toto memusatkan kekuatan matanya pada sosok Azrul. Namun tidak ada perubahan pada sikap Azrul, Toto mengerutkan kening dia bertanya-tanya dalam hati kenapa mata Intimidasi tidak berpengaruh pada musuhnya kali ini.
( Ding ) suara sistem terdengar kembali.
( Mata intimidasi tidak berpengaruh pada musuh yang lebih kuat )
"Sial" Toto mengepalkan jari-jari tangannya. Kemudian dia melemparkan api merah kepada Azrul. Tidak disangka Azrul juga bisa mengeluarkan api berwarna biru lebih panas dari api milik Toto.
Kedua api merah dan biru berbenturan hingga menyebabkan ledakan keras dan gelombang udara menyebar ke segala arah. Azrul mundur beberapa langkah kebelakang. Sedangkan Toto tubuhnya terpental jauh kebelakang. Begitupun dengan Lita ikut terpental juga karena dia berada dekat dengan area ledakan.
"Anak manusia ini cukup merepotkan, tidak ku sangka dia mampu menahan api biru ku. Aku harus segera menghabisinya" pikir Azrul kemudian tubuhnya menghilang, melesat menyusul tubuh Toto yang terlempar.
Ketika Toto masih dalam keadaan terpental di udara, Azrul sudah berada diatas tubuh Toto. Kemudian menusuk jantung Toto hingga tembus kebelakang, kemudian dia menendangnya hingga Toto melesat lebih cepat.
Hingga kemudian tubuh Toto membentur sebuah batu hitam hingga hancur berkeping-keping. Di dada Toto masih menancap belati Azrul. Dia terkapar tidak sadarkan diri.
"Hahahaha, manusia lemah sepertimu berani berurusan dengan Azrul sang assassin. Butuh seribu tahun lagi untukmu berlatih jika ingin melawanku" Azrul memandang tubuh Toto yang sudah tidak bergerak, dia sudah yakin Toto sudah mati.
__ADS_1
Kemudian dia berjalan menghampiri putri Lita yang sedang menangis terisak-isak melihat keadaan tubuh Toto yang menghawatirkan. Air matanya mengalir menganak sungai tidak terbendung.
Lita dalam hatinya sangat menyesal, jika sebelumnya dia tidak mengajak Toto menjadi pengawalnya mungkin saat ini dia masih hidup. Masih teringat jelas dibenaknya Toto yang tampan mau berkorban menyelamatkannya dari pangeran Rona dan antek-anteknya saat akan diperkosa.
"Sudahlah kau tidak usah terlalu bersedih memikirkan manusia yang sudah mati, dia tidak akan mungkin hidup lagi." suara Azrul menyadarkan Lita yang sedang bersedih.
"Kau elf biadab" Lita memandangi Azrul penuh kebencian dimatanya.
"Hoh bukankah kau juga bangsa elf. Itu sama saja mengatai ras mu sendiri" Azrul tersenyum sinis.
"Kurang ajar akan ku bunuh kau" Lita meninju wajah Azrul dengan tangan kanannya. Tentu saja Azrul dengan mudah menahan tinju Lita dengan tangan kirinya.
Tetapi dari belakang, punggung Azrul merasakan ada sebuah pedang menebus jantung hingga menyembul ke dada.
Azrul memandangi pedang yang menebus dadanya yang berwarna merah berlumuran darah miliknya, dengan mata terbelalak tidak percaya.
"Apa yang terjadi?" suara Azrul pelan sambil melepaskan cekikan dileher Lita.
__ADS_1
"Kaulah yang seharusnya berlatih seribu tahun lagi untuk bisa melawan ku" suara Toto terdengar berbisik ditelinga kiri Azrul yang masih tidak percaya.
Azrul sangat yakin bahwa dia berhasil membunuh Toto. Namun apa yang terjadi sekarang membuatnya tidak mengerti.
Lita terjatuh ketanah hingga pingsan karena kehilangan oksigen.
...
Beberapa waktu yang lalu setelah ledakan api merah dan api biru bertabrakan Tubuh Toto terlempar di udara. Dalam hitungan detik Toto mengaktifkan mode cicak.
Perlu diingat bahwa kelebihan cicak adalah mengecoh pemangsanya dengan memotong ekornya agar dia bisa melarikan diri atau bisa disebut teknik Autotomi.
Begitupun dengan Toto saat itu, setelah menggunakan mode cicaknya dia membagi dua tubuhnya seperti teknik kage bunsin naruto.
Yang ditusuk oleh Azrul tadi sesungguhnya adalah bayangan Toto yang sangat mirip dengannya hingga menipu semua yang melihatnya.
Tubuh asli Toto setelah membagi dua tubuhnya, kemudian dia menggunakan mode kamuflase sehingga keberadaanya tersembunyi dari siapapun.
__ADS_1
Sampai tiba saatnya Azrul lengah, Toto mengambil pedang teman Azrul yang mati terbakar tadi. Kemudian dia menusuk punggung Azrul hingga menembus jantung dan dadanya.