
Endrias kurnia gusti
Arima mardiani
irawan
yuri anastasya
__ADS_1
Dengan perasaan yang berdebar debar endrias menunggu kedatangan kekasih hatinya..perasaan takut kehilangan begitu besar dalam hatinya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana hari harinya akan bisa dilalui tanpa arima
Tak lama kemudian arima datang dengan senyuman, senyuman yang selalu membuat endrias merasa tenang
Yas kenapa kau menyuruhku kesini" tanya arima dengan lembut
Rim..gimana kalau kita lari aja dari sini? aku ga bisa terima kalau kamu akan bertunangan dengan orang lain"ucap endrias dengan tatapan memohon
Rim"suara endrias kembali terdengar dan kali ini suaranya begitu lemah
aku mohon rim ikutlah denganku, aku ..aku"kalimat endrias terhenti karena gadis yang dicintainya memegang kedua tangannya dengan mata yang berkaca kaca
__ADS_1
Yas..kamu tahukan kalau aku juga sangat mencintai kamu..kamu ibarat separuh dari nyawaku yas tapi maafkan aku yas, aku ga bisa memaksakan kebahagiaanku diatas tangis kedua orang tuaku..maafkan aku yas"ucap arima diiringi dengan air mata yang mengalir deras di pipinya, perlahan endrias melepaskan genggaman tangan arima dan beranjak menjauh kan dirinya sembari berkata"Rim apa maksudmu aku harus menerima perjodohanmu dengan pria lain?
apa kamu ingin hubungan yang telah kita jalin selama 3 tahun harus berakhir disini?apa semua yang udah kita lewati begitu tidak berartinya buatmu?"setiap pertanyaan yang keluar dari mulut endrias bagaikan duri yang menusuk kedalam hati arima, dia sadar bahwa dia telah melukai hati pria yang sangat dicintainya tapi dia sendiri pun tidak bisa mengabaikan orang tuanya
kamu adalah pria yang baik yas dan aku yakin kamu akan bertemu dengan wanita lain yang lebih baik dariku, memilih melepaskan mu adalah ketidakberdayaan ku, aku mohon maafkan aku yas"ucap arima dengan tatapan penuh rasa bersalah dan juga kesedihan
Rim..aku ga tau harus ngomong apa, tapi aku menghargai keputusanmu, tapi maaf aku harus pergi jauh karena aku ga akan mampu melihat kamu bersama laki laki lain, aku akan selalu mendoakan kebahagiaan untukmu ? tapi bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kali?"tanya endrias dibalas dengan anggukan oleh arima, , endrias memeluk tubuh kekasihnya itu begitu dalam seakan dia tidak ingin melepaskan wanita yang ada didalam dekapannya kini tapi walau gimana pun dia ga bisa egois dan dia berjanji dalam hati akan mencoba mengikhlaskan semua keputusan yang telah dipilih oleh kekasih nya itu
Yas..nak kamu mau kemana?kok tiba tiba begini?emang kamu tega ninggalin ibu sendirian?tanya bu sarah ibunya endrias
Maafin endrias bu...endrias hanya mau menata kembali hati endrias..nanti ketika semua sudah membaik endrias pasti pulang, "jawab endrias sembari mencium kening ibunya
ya udah tapi kamu janji ya sering sering ngabarin ibu, jangan telat makan biar ga sakit di sana kalau kamu sakit siapa yang ngerawat nak, jaga dirimu dan ja " kalimat bu sarah terhenti karna melihat anak semata wayangnya itu tertawa lepas
__ADS_1
kamu kok malah tertawa sih yas" tanya bu sarah keheranan
endrias hanya menggelengkan kepala lalu memeluk ibunya"endrias sayang banget sama ibu"ucapnya setengah berbisik