Biarkan Cinta Yang Memilih

Biarkan Cinta Yang Memilih
masih mencintainya


__ADS_3

Mobil yang dikendarai irawan melaju dengan kecepatan sedang,irawan dan yui sibuk dengan fikiran masing masing, tak terasa mereka sudah tiba di depan rumah yui, yui bergegas melepaskan sabuk pengamannya tapi sialnya dia kesulitan membukanya, irawan yang melihat yui kesulitan membuka sabuk pengamannya pun berniat membantu yui melepaskan sabuk pengamannya, mata mereka pun bertemu dan tanpa mereka sadari wajah mereka pun sekarang sangatlah dekat


"Ir" yui memalingkan wajahnya , jantungnya berdegup begitu kencang


" maaf" ucap irawan singkat, yui ingin membuka pintu mobil tapi irawan terlebih dahulu menarik tangan yui sehingga yui kembali berhadapan dengannya


"Yui apabila kamu memutuskan bersama endrias aku mohon jangan sakiti hatinya lagi, jangan membuatnya hancur lagi karena dia laki laki yang baik dan pantas dicintai" irawan menatap yui dalam


"Ir, orang yang ga bisa menghargai cinta tidak punya hak mengajari tentang cinta, dan tanpa kamu minta pun aku akan belajar mencintai endrias dan menjadikannya satu satunya orang yang mengisi hatiku" ketus yui

__ADS_1


"Yui maafin aku, aku tahu aku...


" sudahlah ir ga usah bahas tentang kita lagi karena semua sudah masa lalu yang ingin aku lupakan, tapi aku ada satu pertanyaan buatmu walau apapun jawabanmu tidak akan merubah apapun, ir apakah dalam hatimu tak pernah kah kamu menganggap ku ada walau sedetik bahkan walau hanya seperti angin yang berlalu?", tanya yui menatap dalam ke arah irawan, irawan pun membalas tatapan yui dan mereka saling berpandangan dalam waktu yang cukup lama, sorot mata yui seperti mengharapkan sebuah kejujuran dari irawan


" Yui seperti katamu tadi apapun jawabanku itu tidak penting lagi, apapun perasaanku terhadapmu tidak akan merubah kenyataan bahwa kamu dan endrias sekarang sedang menjalin hubungan, apa yang penting sekarang adalah jagalah hatimu untuknya jangan biarkan orang lain membuatmu bimbang walau orang itu adalah aku" ucap irawan lalu memalingkan wajahnya dan kini ia menghadap ke depan



"andai kamu tahu yui kalau sebenarnya aku sudah mulai menyukaimu tapi aku hanya merasa diriku ga layak mendapatkan wanita sebaik kamu, berbahagialah bersama endrias karena kalian berdua adalah orang yang baik dan pantas mendapat yang terbaik, biarlah aku merasakan sakit ini sendiri karena ini semua adalah salahku karena aku yang tidak pernah menghargai kamu" batin irawan

__ADS_1


Yui menghempaskan tubuhnya di atas kasur kesayangannya, dia kembali mengingat kejadian di mobil barusan,dia mengingat jantungnya yang berdegub kencang saat wajah irawan sangat dekat dengan wajahnya,


yui mencoba memejamkan matanya karena dia tidak ingin mengingat kejadian itu, yui ingin tidur sebentar lalu kembali ke rumah sakit menemani endrias


yui membuka matanya perlahan dia melihat jam di ponselnya dan ternyata sudah jam 5 sore, yui bergegas mandi dan bersiap siap hendak ke rumah sakit, yui teringat bahwa mobilnya ada di rumah sakit karena dia tadi pulang bersama irawan akhirnya yui ke rumah sakit menggunakan taksi


Yui berjalan perlahan ke kamar endrias, di bukanya pintu perlahan karena dia tidak ingin mengganggu endrias yang sedang istirahat


yui masuk dan duduk di kursi di dekat endrias dan tiba tiba handphone endrias bergetar yui meihat ke arah ponsel endrias dan disana tercantum nama Arima, yui jadi bertanya tanya mengapa arima menghubungi endrias kembali? jangan jangan........

__ADS_1


__ADS_2