Biarkan Cinta Yang Memilih

Biarkan Cinta Yang Memilih
belajar membuka hati


__ADS_3

"kenapa kamu melakukan itu semua untukku yui?kalau kamu seperti ini aku bisa salah faham tentang kamu" ucap endrias tanpa mengalihkan tatapannya pada yui


"yas aku...aku cuman mau membantumu karna aku yakin kamu pasti akan melakukan hal yang sama kalau aku di posisimu" ucap yui yang juga menatap dalam ke arah endrias


" iya aku tahu, tapi yui aku takut kalau aku akan berharap lebih dan menilai perhatian mu ini sebagai sesuatu yang harus terus aku harapkan darimu yui, aku mohon berhentilah sebelum aku lebih salah faham lagi"ucap endrias lalu melepaskan genggaman tangannya dan mengalihkan tatapannya tapi yui dengan cepat kembali menggenggam tangan endrias kembali dan endrias pun kembali menatap keheranan ke arah yui


" kalau itu yang kamu takutkan, aku pun merasakan hal yang sama yas, , tapi bukan berarti kita harus saling menghindari, kenapa kita tidak mencoba membuka hati kita untuk memberi kesempatan pada diri kita untuk menemukan hati yang bisa mengobati luka kita yas, aku tahu kamu masih sangat mencintai arima tapi tidak ada salahnya kamu buka hatimu untukku dan aku pun akan melakukan hal yang sama aku akan belajar menghapus tentang irawan dan mulai menulis kisah ku bersamamu, apa kamu bersedia melakukan itu bersamaku yas?" air mata yui kembali mengalir deras ketika mengucapkan kalimat itu, endrias hanya membeku seakan tak percaya apa yang didengarnya, endrias tidak menyangka bahwa yui merasakan apa yang dia rasakan


"Yas kalau kamu setuju mulai sekarang bisakah kamu berhenti menyimpan foto ini di dompetmu" yui mengulurkan 2 buah foto pada endrias, foto itu yui dapatkan ketika akan mengambil kartu identitas endrias dalam dompet endrias ketika mengurusi administrasi rumah sakit

__ADS_1




Endrias menatap kedua foto itu dan kembali memasukkannya ke dalam dompetnya


"yas, kalau itu mau mu aku akan ikuti tapi ingatlah yas aku tidak pernah bermaksud menjadikanmu pelarian karena kamu layak di cintai yas" ucap yui lalu mencium pipi endrias


"aku pun sama yui, aku akan berusaha mencintai mu dan tidak akan pernah menjadikanmu pelarian, dan andai suatu hari kebahagiaanmu bukan bersamaku maka aku akan ikhlas menerima itu" yui memeluk endrias ketika mendengar kata kata endrias yang begitu tulus, yui menatap mata endrias dan mencari kebohongan di sana tapi dia tak menemukan itu

__ADS_1


ceklek....... suara pintu terbuka


endrias melepaskan pelukannya dan dia lihat irawan dan juga irul datang membawa papper bag berisi pakaian dan juga makanan, irawan menatap dalam ke arah yui dan juga endrias yui yang di tatap dalam oleh irawan menjadi salah tingkah dan endrias hanya menatap yui dengan tatapan yang sulit untuk di artikan


"yas gimana keadaanmu sekarang apa lebih baik? tanya irul yang kini duduk di dekat endrias


" ya rul aku udah ga papa kok" ucap endrias ramah


" yui apa kamu nginep di sini semalam?apa kalian sekarang pacaran......?"

__ADS_1


__ADS_2