
yui menggenggam erat tangan endrias dan menyentuh wajah endrias dengan tangan kanannya sehingga mata mereka bertemu
"yas....aku...aku......"yui menghentikan kalimatnya sejenak dia menarik nafas dalam sebelum melanjutkan kalimatnya
" yas, aku mau tahu apa kamu sekarang membenci atau marah atau kecewa pada gadis di masa lalu mu?tanya yui lagi dibalas dengan senyuman oleh endrias
"Yui, aku mungkin kecewa tapi tidak sampai membenci gadis itu karena dia tak bersalah justru akulah yang bersalah karna aku yang telah mengharapkannya sedalam itu dan aku juga mau berterima kasih karena dia mengizinkan ku memiliki perasaan itu untuknya, dia sama sekali tidak bersalah karena meninggalkanku karena dengan itu aku akan belajar memahami bahwa dia bukanlah jodoh yang di kirim allah buatku" jawaban endrias ini membuat yui kagum dia tidak menyangka bahwa didunia ini masih ada orang setulus endrias, yui merasa bahwa gadis itu pasti sangat special karena yui masih bisa merasakan kepedihan endrias setiap kali membahas tentang masa lalunya
Setelah beberapa jam mereka didanau mereka memutuskan untuk pulang, tapi ketika turun dari sampan yui merasa kakinya sakit, endrias memeriksa kaki yui dan benar saja kaki yui bengkak mungkin karena menghindari motor yang hampir saja menabraknya tadi
__ADS_1
"yui naiklah ke punggungku aku rasa kamu tidak akan bisa berjalan, kita akan ke rumah sakit dan memeriksa kakimu" ucap endrias lembut
"Yas, bener kamu ga papa nggendong aku? kalau kamu lelah ga papa aku turun aja kita jalan pelan pelan" ucap yui yang merasa tidak enak pada endrias
"percaya padaku yui, aku tidak selemah itu" jawab endrias kemudian, yui memilih tidak bersuara lagi dan tanpa terasa ia tertidur di pundak endrias
" kamu beneran ga mau aku anterin" tanya endrias sekali lagi
__ADS_1
" beneran yas, aku makasih banget ya hari ini kamu udah mau nemenin aku, aku ga tau kalau tadi ga ada kamu mungkin sampai saat ini hatiku pasti masih belum menerima kenyataan" ucap yui
" apa itu berarti kamu sudah bisa menerima keputusan irawan yui?"tanya endrias lagi
"aku akan belajar menerimanya yas, karna sudah waktunya aku bangun dari mimpi mimpiku " lirih yui, tak lama kemudian kakak yui pun datang menjemput yui
Malam harinya yui tak dapat memejamkan mata, dia teringat waktu yang dia habiskan bersama endrias tadi siang, setiap jawaban endrias selalu terngiang ngiang di telinganya
"yas kamu adalah pria yang sangat baik andai aku bisa dicintai seorang pria seperti kamu mencintai gadis di masa lalu mu aku pasti menjadi wanita paling bahagia di dunia ini" batin yui
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain sama halnya dengan yui endrias pun tak dapat tidur karena dia terus memikirkan yui
"kenapa ya belakangan ini aku terus memikirkannya, mengkhawatirkannya? apa aku sudah jatuh hati pada yui?tapi kalau itu benar sanggup kah aku nantinya merasakan kembali rasa sakit itu disaat aku tahu bahwa yui bukanlah takdirku? apakah aku harus belajar membuang rasa ini sebelum dia membesar dan memporak porandakan hatiku seperti arima, ya allah mengapa hamba harus mencintai wanita yang hamba tahu benar bahwa hatinya milik orang lain" fikiran endrias berkecamuk diantara bahagia dan takut