Biarkan Cinta Yang Memilih

Biarkan Cinta Yang Memilih
bersyukur memiliki kalian


__ADS_3

"Rim, kenapa begitu sakit?kenapa kisah kita berakhir seperti ini?ku berharap dia bisa membuatmu bahagia dan aku akan belajar tuk menerima takdir kita dengan ikhlas, semoga kamu tidak akan pernah menyesali keputusan yang kamu ambil rim, kamu harus bahagia" ucap endrias sebelum akhirnya dia memejamkan matanya


Keesokan harinya endrias bangun lebih pagi setelah mandi dan melaksanakan ibadah sholat shubuh dia pun bergegas ke dapur untuk memasak karena rencananya dia akan membawa bekal hari ini


"Yas" panggil irul sesaat ketika endrias baru saja melangkah masuk kedalam kelasnya


"Yas, kamu nanti pulang kuliah ada acara apa?" tanya irul kemudian


" emang kenapa rul?"jawab endrias


"Kamu ini ditanya kok balas pertanyaan bukannya dijawab" jawab irawan sinis


"Gini yas rencananya aku sama irawan mau ngajakin kamu lihat lihat asrama karena yui kemaren nelfon aku dan meminta kamu untuk tinggal diasrama bareng kita" ucap irul santai


"aku cuman punya waktu 1 jam setelah pulang kuliah karena jam 3 aku harus kerja rul" kalimat endrias ini sontak membuat irul dan irawan menoleh ke arahnya

__ADS_1


"kamu kuliah sambil kerja yas?" tanya irul setengah ga percaya


"iya, emang ada yang aneh?" tanya endrias keheranan


"ga aneh yas malah aku salut banget ma kamu, kamu hebat yas" jawab irul sambil mengacungkan kedua jempolnya diiringi suara tawa dari keduanya


"Yas, kamu nanti istirahat aja di asramaku sepulang kuliah, masalah persyaratan masuk asrama biar aku yang ngurusin, tapi kamu ga keberatan kan satu kamar sama kami berdua?" ucap irawan tanpa berpaling dari handphone nya


" Ga ir, aku malah seneng bisa satu kamar bareng kalian "endrias berkata sembari merebut hp dari tangan irawan, irawan menatap tajam ke arah endrias


Irawan memilih diam dan kembali fokus memainkan game nya yang sempat tertunda


sepulang kuliah endrias langsung pergi keasrama bersama irawan dan juga irul, endrias bersyukur disini dia memiliki teman yang baik seperti mereka berdua


"yas nanti kamu kerjanya biar kami anter sekalian minta kunci kos kosan kamu biar kami ambil barang barangmu jadi nanti malam kamu langsung kesini aja" ucap irul sembari membuka pintu kamarnya

__ADS_1


"thanks ya guys bantuannya" jawab endrias sembari tersenyum


"santai aja bro" balas irul kemudian


"selama tinggal disini aku mau kamu tahu peraturannya, kita disini dilarang memakai atau meminjam barang yang lain tanpa izin dan aku juga ga suka kamar ini berantakan dan kita dilarang mengganggu privasi yang lain trus ...." sebelum irawan menyelesaikan kata katanya irul kemudian menarik endrias ke dapur mini mereka


" Yas ini dapur kita, kamu bisa masak apapun yang ada didalam kulkas tapi jangan sentuh milik irawan karna kalau kau menyentuhnya sama aja kamu bangunin macan tidur" sindir irul sembari tersenyum


"Rul...aku bisa mendengarnya" irawan melempar sebuah bantal ke arah irul dan dengan sigap irul menangkapnya dan melempar balik ke irawan sehingga kemudian mereka bertiga tertawa bersamaan


Ting..tong...ting...tong suara bel kamar mereka berbunyi membuat ketiga sahabat itu menghentikan tawanya


"Siapa diluar?apa kamu memesan sesuatu ir?" tanya irul disambut gelengen kepala oleh irawan "daripada kamu bertanya ke aku lebih baik buka pintunya dan lihat siapa diluar" balas irawan...endrias akhirnya berjalan mendekati pintu dan dia terkejut melihat seseorang dibalik pintu


"Yui" sapa endrias ramah dibalas dengan senyuman oleh yui dan ga tak kenapa tiba tiba endrias merasakan sesuatu dalam hatinya ketika melihat yui sedang tersenyum

__ADS_1


"Rim" batin endrias


__ADS_2