
Setelah beberapa lama yui menangis dalam pelukan endrias akhirnya yui pun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya
"yui apa yang kamu rasakan untuk irawan?diantara suka, sayang dan cinta mana yang kau miliki untuknya" tanya endrias sembari menghapus sisa sisa air mata yui
"yui, suka itu disaat kamu ingin memiliki seseorang, sayang disaat kamu ingin membuat orang itu bahagia dan cinta itu kamu akan sanggup berkorban demi orang itu
mana perasaan yang kamu rasakan untuk irawan?kamu ga perlu menjawab itu padaku cukup tanyakan pada hatimu dan jawab untuk dirimu sendiri" ujar endrias dengan lembut
"kamu tahu yui aku pernah dekat dengan seorang gadis, kami menjalin hubungan selama 3tahun tapi sayangnya hubungan kami terhalang restu dari orang tuanya, kamu tahu yui saat itu aku dengan egoisnya meminta dia untuk ikut pergi bersamaku tapi aku bersyukur dia menolaknya karena aku fikir bisakah aku bahagia sedang dia tersiksa karena melawan kehendak orang tuanya walau aku harus menanggung sakit karena kehilangannya itu lebih baik karena aku tahu dia akan bisa bahagia walau tidak bersamaku dan itu lebih dari cukup buatku, cinta itu egois tapi kalau kita benar benar mencintai seseorang kita akan lebih mengorbankan apapun demi kebahagiaan orang tersebut walau itu hati kita sendiri" tak terasa air matanya kembali menetes, bukan karena dia masih nenyimpan rasa itu tapi karena dia bisa membagi sedikit lukanya bersama yui
__ADS_1
"yas apa kamu mencintai gadis itu" tanya yui dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan
"yui rasa itu ada atau tiada itu ga penting lagi, bagiku saat ini dia hanya masa lalu ku, dan aku ingin mengubur masa lalu ku untuk mengejar masa depan ku, aku ga mau orang yang akan menjadi masa depanku tersakiti oleh masa lalu ku" endrias berkata dengan penuh keyakinan, matanya menatap jauh ke depan
"yas menurutmu apakah aku harus memperjuangkan irawan atau haruskah aku menyerah" tanya yui, entah mengapa yui merasa bahwa pendapat endrias penting untuknya
"yas aku bodoh ya tapi inilah aku
aku tetap memperhatikannya walau ku tahu dia tidak mempedulikanku, aku akan merasa bahagia melihatnya tersenyum walau harus ku bayar dengan tangisanku,aku selalu mengharapkannya walau aku tahu itu mustahil dan aku ingin memperjuangkannya walau aku tahu perjuanganku tidak akan pernah dihargai olehnya tapi aku tetap ingin melakukan itu,apakah aku salah yas" tanya yui dan kali ini dia menggenggam erat tangan endrias, mata mereka bertemu, endrias dapat merasakan ketulusan dan cinta yang begitu dalam untuk irawan dari tatapannya
__ADS_1
"kalau itu yang kamu inginkan maka lakukanlah, perjuangkan dia, aku akan slalu mendukung dan mendoakan kebahagiaan mu yui" yui langsung memeluk endrias mendengar jawaban endrias tersebut
endrias tersenyum melihat yui kembali ceria
"terima kasih yas, kamu tahu ngobrol denganmu saat ini membuatku benar benar merasa sangat yakin bahwa aku pasti bisa memenangkan cintanya" yui tersenyum dan kembali memeluk endrias, pelukan itu membuat jantung endrias berdebar dengan cepat, mungkinkah rasa itu mulai hadir untuk yui dengan segera endrias menepis rasa itu karena dia tidak mau terluka lagi karena cinta
Endrias&yui
__ADS_1