
"yui apa kamu nginep di sini semalam?apa kalian sekarang pacaran......?"tanya irul sembari melirik ke arah irawan yang dari tadi memasang wajah acuh
endrias dan yui saling berpandangan mendengar pertanyaan dari irul tersebut
" kami tidak........"belum sempat endrias melanjutkan kalimatnya tapi tiba tiba yui ikut bersuara "kami sekarang sudah jadian"ucap yui tanpa ragu
irul menepuk bahu endrias lalu mengulurkan tangannya ke yui dan berkata
" selamat ya yui, aku harap hubungan kalian langgeng sampek ke pelaminan, kamu berhak bahagia yui dan aku bersyukur kamu berhenti mengejar orang yang tidak pernah menghargai kamu"sindir irul lalu menatap irawan dengan tatapan mengejek, irawan yang merasa irul sedang menyindirnya hanya memilih diam dan ingin meninggalkan tempat itu
__ADS_1
"Ir tunggu, kamu tidak mau mengucapkan selamat kepadaku" ucap yui tanpa menoleh ke irawan, irawan yang mendengar kalimat yui itu membalikkan tubuhnya dan memandang ke arah endrias dan juga yui
" selamat buat kalian berdua" irawan kembali beranjak pergi setelah mengucapkan kalimat itu tapi lagi lagi seseorang memanggilnya
"Ir tunggu, kalau kamu tidak keberatan tolong antarkan yui pulang karena dia dari semalam disini" ucap endrias
"yas aku mau disini sama kamu, kalau aku pulang siapa yang jagain kamu" ucap yui sembari menggenggam tangan endrias
"tapi yas" kalimat yui ini terpotong karena tiba tiba irawan bersuara
__ADS_1
"udahan dramanya, mau pulang ga?!" ketus irawan, endrias memandang ke arah yui dan memberikan isyarat agar yui ikut pulang bersama irawan, yui hanya bisa mengikuti permintaan endrias untuk pulang bersama irawan
"kamu sengaja kan yas nyuruh yui pulang bersama irawan?" irul bertanya pada endrias dengan nada sinis, endrias lebih memilih membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya karena dia malas menjelaskan apa apa
"yas mau kamu apa sih?apa kamu ga takut yui ga bisa move on dari irawan?seharusnya kamu itu nyuruh yui jaga jarak sama irawan ini malah di suruh pulang bareng, heran aku tu sama kamu?" ujar irul yang semakin kesal karena endrias seakan mengabaikan pertanyaannya
"Rul, aku mau yui bahagia, aku ga mau mengekangnya hanya karena status kekasih aku, biarlah semua berjalan seperti air yang mengalir kita ikuti aja kemana kisah ini membawa kita" ucap endrias tanpa membuka matanya, irul menarik nafas dalam dia lalu memperbaiki selimut endrias agar sahabatnya itu bisa tidur dengan nyaman
Irul menatap lekat ke arah endrias
__ADS_1
"yas aku tahu kamu dan yui adalah dua orang yang tersakiti karena cinta aku berdoa kalian bisa saling mengobati luka hati kalian, kalian berdua berhak bahagia dan aku juga berharap irawan akan segera bertemu seseorang yang bisa membuatnya bahagia juga" batin irul
Endrias sebenarnya tidak tidur dia hanya tak mau menjawab pertanyaan dari irul bukan karena tak mau tetapi dia sendiri belum yakin dengan dirinya sendiri, endrias tak ingin suatu hari yui menyesali keputusannya hari ini, walau bagaimanapun endrias ingin yui bahagia dengan atau tanpanya, dan satu pertanyaan yang ingin dia cari jawabannya adalah benarkah irawan tidak peduli pada yui?karna setiap irawan menatap yui seperti ada sesuatu tapi kalau irawan mencintai yui mengapa dia mengabaikan yui, andaikan endrias tahu perasaan irawan yang sesungguhnya mungkin dia tidak akan ragu untuk mengambil langkah kedepannya