Biarkan Cinta Yang Memilih

Biarkan Cinta Yang Memilih
bahagiamu adalah bahagiaku


__ADS_3

Endrias yang perlahan membuka matanya dan melihat yui yang memandangnya dengan penuh tanda tanya lalu endrias melihat ke arah ponselnya yang sedang berdering, endrias melihat nama arima tercantum disana


"Halo rim " ucap endrias dan sejenak memandang yui, yui hendak keluar dari ruangan itu tapi endrias sudah terlebih dahulu menarik tangannya lalu endrias juga menekan tombol loudspeaker



"Halo yas, aku dengar dari ibu kamu sakit? sakit apa? gimana keadaan mu sekarang apa lebih baik?apa kamu sudah makan dan siapa yang menjaga mu disana? apa aku..."



"Rim aku sehat kamu ga usah mengkhawatirkan aku, aku harap kamu bersikaplah sewajarnya kepadaku karena aku tidak mau timbul fitnah" ucap endrias datar



"tapi yas gimana aku tidak khawatir kamu tahu kan kalau aku..."

__ADS_1


"kalau kamu sudah bertunangan? sudah lah rim jangan membuatku diposisi semakin sulit , aku mohon jangan menghubungiku karena hal seperti ini lagi" ucap endrias sedikit tegas


"yas apa kamu begitu membenciku?atau apa kamu sudah menemukan orang lain untuk kamu cintai yas?" endrias hanya terdiam lalu mematikan ponselnya



"aku tidak akan pernah bisa membencimu rim karena kamu terlalu berharga untuk ku benci tapi aku tidak bisa merubah kenyataan bahwa kamu sekarang bukanlah takdirku"batin endrias


" yas"panggil yui yang menyadarkan endrias bahwa ada seseorang yang memperhatikannya, endrias menarik yui dalam pelukannya, ia sangat membutuhkan yui saat ini sebagai semangatnya karena hatinya kembali sakit hanya karena mendengar suara arima, endrias begitu membenci dirinya sendiri yang belum bisa melupakan gadis itu


"maaf " lirih endrias, yui tersenyum lalu menakup kedua pipi endrias agar mereka berhadapan mata mereka kembali bertemu


"semua butuh waktu yas, aku yakin bahwa suatu hari hanya aku yang akan berada disini(menunjuk ke dada endrias)dan disaat itu terjadi tak akan ada lagi orang yang dapat menggantikan posisiku walau arima sekalipun dan kamu juga akan menjadi pria terakhir di hatiku" endrias menatap yui dengan seksama dan yang dia temukan hanya ketulusan di sana


"kamu ini kadang terlalu percaya diri yui"gurau endrias yang mencoba mengalihkan suasana

__ADS_1


" yeeee...itu bukan terlalu PD yas tapi faktanya begitu, oh ya aku mau nanyak kamu sengaja kan tadi nyuruh aku pulang bareng irawan " tanya yui


"Ga...."


"jujur..." yui menyipitkan sebelah matanya ke arah endrias


"Ga yui..." endrias tersenyum mengejek


Yui kembali mendekati endrias dan saat ini dia bergerak semakin dekat ke endrias hingga wajah mereka benar benar dekat, yui mencium pipi endrias lalu tersenyum


" terima kasih yas, kamu sengaja atau tidak tapi karena aku tadi pulang bersama irawan aku semakin yakin bahwa keputusan yang aku ambil sudah benar, yas aku ingin kita berdua sama sama berjuang untuk bangkit dari rasa sakit ini, aku yakin bahwa suatu hari kebahagiaan ku adalah bersamamu.."lirih yui


"Yui terima kasih sudah memilihku, aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk membuatmu bahagia aku akan akan berkorban......."


"sssssttttt!!! (yui meletakkan telunjuknya di bibir endrias) jangan korbankan apapun yas karna kebahagiaanku adalah disaat melihatmu bahagia jadi mulai sekarang kamu harus bahagia agar aku juga bahagia" yui kembali memeluk endrias dan endrias pun memeluk yui erat lalu mencium kening gadis itu

__ADS_1


__ADS_2