Biarkan Cinta Yang Memilih

Biarkan Cinta Yang Memilih
dilema


__ADS_3

Di tempat lain endrias begitu dilema dengan apa yang terjadi, dia benar benar merasa begitu kacau, ingin rasanya dia menelfon yui tapi apa yang akan dia katakan pada yui, dan apakah yui akan percaya dengan semua penjelasannya


flashback on


Endrias yang baru tiba langsung memasuki rumahnya, dia memeluk ibunya yang sangat dia rindukan, ibunya meminta endrias segera mandi dan kemudian makan siang bersama


"Yas, duduklah nak ibu mau mengambil sayur dulu di belakang " ucap bu sarah halus


" Bu..kenapa ada 3 piring bukankah kita hanya berdua kena...." belum sempat endrias melanjutkan kata katanya, arima datang dan duduk di kursi yang berhadapan dengan endrias


" yas, ibu menyuruhmu pulang karena rencananya arima akan ikut denganmu untuk kuliah di kota j...."


"tapi kenapa bu? bukankah dia sudah ada seseorang yang akan menjaganya..."bantah endrias


" Yas, pertunangan ku sudah di batalkan karena selama kamu pergi aku menjadi sering sakit sakitan, aku terlalu mencintaimu dan juga merindukan mu "arima meraih tangan endrias tetapi dengan spontan endrias menarik kembali tangannya


" maafkan aku rim, beri aku waktu untuk berfikir" ucap endrias lalu berjalan meninggalkan arima dan juga ibunya


Arima berlari mencari sosok endrias dan akhirnya dia melihat endrias sedang termenung di sebuah kursi taman, arima sangat merindukan pria itu, arima berjalan mendekati endrias dan duduk disebelah endrias kemudian menyandarkan kepala nya di pundak endrias, endrias yang menyadari kehadiran arima hanya menatap nya datar

__ADS_1



"Yas, aku sangat merindukanmu" ucap arima pelan, endrias mengalihkan pandangannya lurus ke depan


"Rim, maafkan aku tapi sekarang ada hati yang harus aku jaga.." lirih endrias, arima menarik dagu endrias dan mata mereka pun bertemu, arima dapat merasakan ada yang berubah dari tatapan endrias


"Tega kamu yas, disini aku berjuang supaya ayah merestui kita tapi disana dengan mudahnya kamu melupakanku, jahat kamu yas jahaaaaat" arima menangis dan memukul mukul dada endrias, endrias mencoba menenangkan arima dia memegang erat kedua tangan arima dan mata mereka pun bertemu, , dengan cepat arima memeluk endrias erat dia ga sanggup apabila harus berpisah dengan endrias lagi, endrias membalas pelukan arima tapi tiba tiba dia tersentak ketika melihat jam tangan yang melingkar di tangannya, endrias melepaskan pelukan arima dan menghapus air mata wanita yang pernah di cintainya itu


"maafkan aku rim,bencilah aku dan carilah kebahagiaanmu sendiri" endrias berdiri dan meninggalkan arima yang menangis ditaman itu sendiri


flashback off


Endrias tersentak ketika melihat ponsel nya berdering dilayarnya tertera nama Yui, endrias mengambil ponselnya dan ditatapnya ponsel itu yang berdering beberapa kali, ingin rasanya dia mengangkat telefon itu tapi dia masih bingung harus bicara apa


tringggg(nada pesan masuk)


"Yas kenapa ga diangkat?"


"yas kamu sibuk/sudah tidur?"

__ADS_1


"tadi aku jalan jalan ke mall dan aku membeli banyak hadiah untukmu...."


"jangan terlalu lama disana atau bersiaplah menerima hukumanmu"


"yas..aku merindukanmu" endrias tersenyum kecil melihat semua pesan yang dikirim oleh yui


tak lama kemudian yui mengirimkan sebuah foto yang bertuliskan


selamat tidur pangeranku


jangan lama lama membuatku menunggu


jaga dirimu baik baik


miss u



Endrias memandang foto yui dengan perasaan yang campur aduk, tak dapat dipungkiri bahwa saat ini endrias juga sangat merindukannya

__ADS_1


"apa yang harus ku lakukan yui" batin endrias sambil terus memandang foto yui dan akhirnya dia pun tertidur


__ADS_2