
Di tempat lain endrias yang sedang membantu arima untuk mencarikan kontrakan benar benar tidak bisa berhenti memikirkan yui, endrias khawatir yui akan salah faham dengan hubungannya dengan arima tapi endrias juga tidak mungkin menolak permintaan arima karena disini arima tidak mengenal siapapun juga, endrias berkali kali mencoba menghubungi yui tapi ponsel yui tidak aktif
"Yas tempat ini bagus ku rasa aku akan mengambil tempat ini karena jaraknya tak begitu jauh dari kampus...."
"Rim, aku harus pergi aku ada urusan" endrias hendak beranjak pergi sebelum arima menggenggam tangannya
"Apa kamu mau menemui yui, Yas?"
"Menurutmu...."
"Yas apa dia begitu penting buatmu sekarang ....?"
"Kita sudah membahas masalah ini rim aku mohon jangan membuat keadaan semakin rumit...." endrias berlalu meninggalkan arima dengan perasaan sedih dan juga kecewa
__ADS_1
Endrias yang gagal menghubungi yui akhirnya memutuskan menunggu yui di depan rumah yui, entah berapa lama ia menunggu dan akhirnya dia melihat mobil irawan berhenti di depan rumah yui
Yui yang melihat endrias berdiri di depan rumahnya menatap sendu ke arah endrias sebelum akhirnya dia turun, endrias berjalan mendekati yui dan ingin menjelaskan semua sedang irawan memilih untuk tetap diam di dalam mobil
"Yui..." endrias menarik tangan yui
"Aku lelah yas, tolong kamu pergi dari sini" yui menghempaskan tangan endrias
"Terserah" yui berlalu dan masuk ke dalam rumah
Setelah yui masuk irawan keluar dari mobil dan mengajak endrias pulang tapi endrias menolak dengan alasan dia harus segera menjernihkan kesalah fahaman ini agar yui tidak terlalu lama bersedih, irawan memilih untuk pulang karena dia tidak ingin terlalu ikut campur dalam masalah mereka berdua
Yui langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya hari ini dia benar benar merasa lelah dan ingin segera memejamkan matanya karena tak ingin lagi mengingat masalahnya untuk sejenak...Entah berapa lama yui tertidur dan akhirnya dia di kejutkan oleh suara ponselnya yang berdering beberapa kali, yui melihat nama Irawan di layar ponselnya dan dilihatnya waktu masih menunjukkan jam setengah tiga pagi, yui mengangkat panggilan irawan dengan nada malasnya
__ADS_1
"Ada apa ir....?"
" Yui apa endrias sudah pulang karena sampai sekarang dia belum sampai...."yui tak menjawab pertanyaan irawan dan reflek melemparkan ponselnya dan berlari ke arah jendela kamarnya, dengan hati yang bergetar yui membuka tirai jendelanya perlahan dan dia begitu terkejut ketika melihat endrias masih di sana dan menyilang kan tangannya seperti orang yang kedinginan dan tanpa membuang waktu yui langsung berlari ke bawah dia begitu merasa bersalah dia tidak menyangka bahwa endrias masih menunggunya
"Yas..."
Endrias yang semula membelakangi yui akhirnya membalikkan tubuh nya ketika mendengar suara orang yang dikenalnya memanggil namanya, endrias menatap ke arah yui dan mata mereka pun bertemu, endrias tersenyum melihat yui kini akhirnya berada di hadapannya dan mau menemui nya
"Yui...aku...." belum sempat endrias menjelaskan yui langsung mendekat dan memeluk endrias, endrias begitu terkejut tapi akhirnya dia memilih untuk membalas pelukan yui
" Yui aku..."
"Jangan katakan apapun yas, maafkan aku karena aku bersikap kekanak-kanakan tadi, maaf kan aku karena aku sempat meragukan mu, maafkan aku yang tidak mau mendengarkan penjelasan mu dan maaf kan aku yang sudah membuatmu menunggu terlalu lama......"
__ADS_1