Biarkan Cinta Yang Memilih

Biarkan Cinta Yang Memilih
melihatnya menangis


__ADS_3

"Yang harus kamu lakukan adalah bangun dari semua kebodohan mu yas....." suara irawan diiringi tatapannya yang tajam


"Yas, aku ga tau siapa gadis itu tapi satu yang bisa kupastikan bahwa dia ga benar benar tulus sayang ma kamu, karna kalau dia memang sayang sama kamu dia ga mungkin membuatmu tersiksa seperti sekarang" sambung irawan kemudian


"Ir kamu boleh mengataiku bodoh atau apapun tapi kamu jangan berkata buruk tentang arima karna kamu ga tau siapa dia dan untuk masalahku smua adalah salahku


aku sayang sama dia ir dan walaupun sekarang hatiku benar benar hancur aku ga pernah menyesal telah mencintainya karna walau bagaimanapun dia pernah membuatku merasa dicintai....." kalimat endrias terhenti melihat irawan berjalan mendekatinya

__ADS_1


"Ya dan sekarang kamu ngerasain sakitnya dipaksa melupakan rasa cinta itu, yas fikirkan ini baik baik kalau kita menyayangi seseorang kita akan berusaha membuatnya bahagia bukan pura pura bahagia dan baik baik saja, berpura pura bahagia itu sakit yas karna kita dipaksa untuk tersenyum walau hati kita terasa hancur dan kita terpaksa harus menahan airmata kita agar kita kelihatan baik baik saja,adilkah itu untuk sebuah perasaan yas?ini bukan cinta yas tapi kebodohan dan yang namanya penghianat tetap aja penghianat, hanya disinetron yang ada penghianat yang tersakiti tapi faktanya tetap yang dihianatilah yang lebih menderita so hapuskan rasa itu dan lupakan dia" irawan menepuk bahu endrias, dia sadar saat ini endrias begitu terluka dan dia bersyukur akhirnya endrias bisa mengeluarkan air mata yang selama ini dia sembunyikan dalam senyumannya, dia berharap setelah hari ini endrias tidak akan pernah lagi mengeluarkan air matanya hanya itu wanita itu lagi


Tak terasa 6 bulan telah berlalu, hubungan antara 3 sahabat itu juga semakin dekat walau terkadang irawan menunjukkan sikap yang angkuh dan juga terkesan egois tapi bagi irul dan juga endrias dia tetaplah sahabat terbaik mereka,dari hari ke hari endrias juga merasa iba terhadap yui karena selalu mendapat penolakan dari irawan walau tak sekasar dulu tapi tetap aja yui belum mendapat lampu hijau dari irawan dan terkadang endrias melihat yui sama seperti melihat dirinya sendiri, mencintai seseorang tanpa batas dan juga tak berbalas, walau sekarang endrias lebih bisa menerima kenyataan bahwa dia dan arima tak bisa bersatu tapi tetap aja sakit itu tidak mungkin dapat dengan mudah dilupakan


Siang itu yui mengirimkan wa ke endrias untuk mengajaknya bertemu ditaman didekat kampus, endrias penasaran apa yang membuat yui tiba tiba ingin bertemu dengannya dan didalam pesannya dia ingin bicara berdua dengan nya tanpa irul dan juga irawan


__ADS_1


"aku baru juga sampai yas" balas yui sembari tersenyum, kamu pasti heran kan kenapa aku ngajakin kamu ketemuan disini?tanya yui dijawab anggukan kepala oleh endrias



"yas boleh aku tahu, apa kamu pernah mencintai seseorang?apa kamu pernah tersakiti oleh cinta itu sendiri? apa bila kita tetap memperjuangkan orang yang kita cintai tapi tidak mencintai kita adalah sebuah kebodohan?apa aku terlalu bodoh terus mengharapkan irawan akan membalas perasaanku padahal aku tahu tidak mungkin, apa aku terlalu ga pantas untuknya yas sampai dia tidak mau membalas perasaanku apa aku ...." belum sempat yui melanjutkan kata katanya endrias menarik yui dalam pelukannya dan membiarkan yui menangis dalam pelukannya, entah mengapa melihat yui menangis seperti itu hati endrias rasanya sakit sekali


"apa aku sudah jatuh hati sama yui" batin endrias tak menentu

__ADS_1


__ADS_2