
Hari terus berlalu dan sekarang sudah tiga hari endrias di jampung halamannya tanpa memberi kabar atau pun sekedar membslas pesan dari yui tapi walau begitu yui tidak pernah berhenti mengiriminya pesan setiap harinya
Tok...tok...tok
Endrias terbangun dari tidurnya karena dia mendengar suara pintu kamarnya di ketok
dia meraih gagang pintunya dan membukanya perlahan
"Rim, , ada apa...?"
arima tidak menjawab pertanyaan endrias, dia memilih masuk ke kamar endrias dan duduk di tempat tidur pria itu
"Rim kenapa kamu ke sini..?"
"aku merindukan mu yas"
__ADS_1
"bukankah sudah aku katakan bahwa aku tidak bisa membalas perasaan mu sekarang karena aku sudah punya hati yang harus aku jaga dan aku lindungi..."
"apa kamu mencintainya seperti kamu mencintai ku dulu? apa dia benar benar sudah ada di sini(arima menunjuk ke arah dada endrias) ?" arima semakin mendekatkan wajahnya kepada endrias lalu gadis itu mencium pipi endrias lembut
Arima menakup pipi endrias dan pandangan mereka pun bertemu, arima begitu merindukan tatapan itu
" kamu masih mencintaiku yas, kasian gadis itu hanya kau jadikan pelarian, aku sangat mencintai mu yas kamu hanya milikku" endrias menggenggam tangan arima yang ingin memeluknya dan menjauhkan arima darinya
"rim please jangan seperti ini, aku tidak peduli dengan semua perasaan yang aku miliki untuk kamu,saat ini aku hanya ingin bersamanya dan menjaganya, aku mohon bersikap lah seperti apa yang kamu lakukan padaku beberapa bulan yang lalu karna hatiku sudah memilih tuannya" endrias menatap datar pada arima, sebenarnya dia tidak tega memperlakukan arima seperti ini tapi cepat atau lambat dia harus membuat keputusan
"terserah, dan kalau kamu pindah kampus aku harap kamu akan mengurus semua sendiri aku tidak mau timbul fitnah antara kita karna kata kita sekarang lebih baik menjadi aku dan kamu" endrias meninggalkan arima terpaku, dia melangkahkan kaki menuju kamar mandi karena siang ini dia harus kembali
malam ini waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi yui sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dia begitu merindukan endrias, rasa ini belum pernah dia rasakan sebelumnya, yui berjalan ke arah jendela kamarnya dan memandang jauh ke depan dan yui melihat endrias di sana memandang ke arah jendela kamar yui, yui mengerjapkan matanya beberapa kali dia takut bahwa itu hanyalah halusinasinya akibat terlalu merindukan endrias tapi itu memang kenyataan, yui yang hanya memakai piyamanya segera berlari turun dia begitu tidak sabar bertemu dengan pria yang sangat dia rindukan itu, kini pria itu tepat berada di hadapannya dan mata mereka bertemu untuk waktu yang lama
"Dimana jam tanganku yui?"
__ADS_1
Yui begitu kecewa mendengar pertanyaan endrias ternyata dia kesini larut malam begini bukan karena merindukannya tetapi karena mengambil jam tangannya
" Jam tangan mu ada di kamar ku akan aku ambilkan sekarang" ucap yui sambil mengusap kedua lengannya karena kedinginan , yui yang terlalu bersemangat lupa memakai sweater nya saat keluar tadi
"yui kenapa kamu ceroboh sekali, kalau kamu sakit gimana?" ucap endrias lembut tetapi dari tatapannya yui dapat membaca bahwa endrias tidak menyukai kecerobohannya tersebut, yui membalik kan tubuhnya untuk segera mengambil jam tangan dan juga sweater nya
"aku akan mengambil jam tangan dan juga sweater yas....." belum sempat yui beranjak endrias sudah memeluknya dari belakang
"Yas...."
__ADS_1
"biar aku yang menghangat kan mu..."