
Hari berganti minggu dan minggu telah berganti bulan kini hubungan antara endrias dan yui semakin dekat , mereka banyak menghabiskan waktu berdua walau endrias memiliki jadwal yang padat antara kuliah dan kerja tapi dia selalu ada waktu hanya untuk mendengarkan cerita yui dan ini lah yang membuat yui bersyukur karena memiliki endrias di sampingnya
Siang ini endrias mengirim pesan kepada yui untuk bertemu di taman dekat kampus sepulang kuliah,melihat pesan dari endrias yui pun tersenyum kecil, entah mengapa saat ini dia pasti akan selalu bahagia bila itu ada hubungannya dengan endrias
Yui berjalan ke tempat dimana mereka janjian, yui melihat endrias duduk di taman sembari serius membaca buku, yui berjalan mengendap endap dan kemudian dengan perlahan dia menutup mata endrias dengan kedua tangannya
"aku tahu siapa pemilik tangan ini...." yui tersenyum mendengar kata kata endrias lalu duduk di sebelah kekasihnya itu
"yas kenapa kamu mengajakku bertemu di sini" tanya yui lembut
"ada yang ingin aku katakan tapi tidak di sini" endrias langsung menarik tangan yui berjalan menuju sebuah pohon besar dan meminta yui duduk di sana
"ada apa yas kenapa kamu membawaku kesini" tanya yui keheranan, endrias membelai lembut rambut yui kemudian mencium keningnya dan kemudian membawa yui dalam pelukannya
"yas..."
"sebentar saja yui, biarkan seperti ini" yui menuruti perkataan endrias karena jujur sebenarnya ga tau mulai kapan tapi yui benar benar merasa nyaman dalam pelukan endrias
__ADS_1
Endrias melepaskan pelukannya kemudian menatap yui dalam, entah mengapa tiba tiba perasaan yui menjadi ga enak
"Yui, mungkin besok aku akan pulang ke kampung halamanku karena barusan ibuku menelfon ku dan memintaku untuk pulang sebentar "ucap endrias berhati hati
yui hanya menundukkan kepalanya fikirannya menjadi tidak karuan, ingin sekali rasanya dia melarang endrias untuk pulang tapi dia tahu bahwa itu tidak mungkin
" Yui"panggil endrias karena yui tak merespon kata katanya
"sssttt! yas kamu tahu kalau aku pinter ngeramal orang melalui telapak tangan lho"ucap yui mengalihkan pembicaraan
yui berlagak kosentrasi melihat telapak tangan endrias, endrias yang melihat semua gerak gerik yui pun tersenyum
"yas, untuk karir sepertinya suatu hari kamu pasti bisa menjadi pengusaha yang sukses dan untuk kesehatan sepertinya tidak ada masalah trus kalau masalah jodoh sepertinya kamu akan segera mendapatkannya " ucap yui tanpa mengalihkan pandangannya dari telapak tangan endrias
"oh ya..apa kamu tahu inisial gadis itu" tanya endrias yang mulai terhibur
"gadis itu berinisial....."
__ADS_1
"Y.....untuk yuri anastasya" yui begitu terkejut mendengar kata kata endrias, yui mengangkat wajahnya dan menatap ke arah endrias sehingga mata mereka pun bertemu
yui mengalihkan pandangannya wajahnya dia merasa benar benar malu pada endrias tapi dengan cepat endrias menakup pipi yui dan menatap kembali wajah yui dengan lembut
" yui apa kamu mengizinkan aku untuk pulang" ucap endrias sembari membelai rambut yui
" kalau aku ga ngizinin apa kamu akan tetap tinggal di sini yas" tanya yui pelan
"tapi kenapa yui?"endrias menatap yui dengan pandangan tidak percaya
"karena aku takut kamu tidak akan pernah kembali, disana kamu akan bertemu arima dan aku takut kamu akan meninggalkanku untuknya, aku takut yas..." yui menangis, ntah mengapa dia begitu takut, endrias terkejut melihat sikap yui yang begitu emosional endrias memeluk yui erat dan mencoba menenangkan yui
endrias melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yui sembari berkata
" yui...ikutlah denganku...."
__ADS_1