Biarkan Cinta Yang Memilih

Biarkan Cinta Yang Memilih
menikahlah denganku


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana akan diadakannya kemah tahunan dan sudah 3 hari ini arima seakan menjauh dari endrias


"Yas ayo ..." ucap yui lalu menarik tangan endrias untuk segera naik ke atas bis,yui memilih duduk di bangku no 2 dari depan, disebelahnya dia melihat irawan yang duduk bersama dengan arima,


Setelah 2 jam perjalanan mereka akhirnya sampai di daerah tujuan, endrias membantu yui membawa tas ransel yui karena endrias melihat yui kesulitan membawanya


"Dasar gadis manja..." arima berkata sembari berlalu, yui yang merasa sakit hati langsung menarik tangan arima dengan kasar


"Apa maksud ucapanmu...?"


(arima tersenyum sinis)


"Apa kamu tidak bisa membawa tas ranselmu sendiri sampai sampai kau menyuruh endrias untuk membawakannya untukmu, aku 3 tahun bersama endrias tapi aku belum pernah membuatnya seperti pelayanku" balas arima ketus lalu melanjutkan langkahnya

__ADS_1


"Yui jangan di masukin hati ya kata kata arima" ucap endrias lalu menarik tangan yui untuk kembali melangkah mengikuti teman temannya, yui merasa benar benar kesal pada arima tapi disisi lain dia merasa bersalah pada endrias


Endrias merasa ada yang difikirkan oleh yui karena sejak kejadian itu yui lebih banyak diam dan sedikit menghindarinya, selesai memasang tenda endrias pun bergegas menemui yui


"Yui..." sebelum yui sempat menjawab endrias menarik tangan yui menjauh dari teman temannya


" Kita mau kemana yas...?" endrias memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan yui, setelah beberapa menit berjalan endrias pun menghentikan langkahnya di padang rumput yang sangat hijau


" Mau ngapain kita kesini yas...."


"aku ga papa....."


" Bohong...katakan kamu kenapa?" suara endrias lembut

__ADS_1


"Yas apa kamu bahagia sekarang bersamaku?atau kamu lebih bahagia bersama arima?apa kamu terpaksa bersamaku yas?" tanya yui sendu, yui memalingkan wajahnya karena dia ga mau melihat endrias mellihat air matanya


"Yui kamu tidak percaya padaku?"


"Aku tidak percaya pada diriku sendiri yas.."


" Yui bisakah kita menatap ke depan? bisakah kamu berhenti membandingkan dirimu dengan arima, kamu dan dia adalah 2 orang yang berbeda dan aku sadar itu" jawab endrias


"(yui tersenyum sinis) kamu bukan tidak tahu jawabannya yas tapi kamu tidak mau menjawabku ya kan???suara yui sedikit bergetar karena dia menahan sesak di dadanya


Ingin rasanya saat ini endrias memeluk tubuh wanita yang ada di depannya tapi di urungkannya karena takut membuat yui semakin emosional


"Yas aku capek kayak gini ,setiap kali aku melihat mu bertemu arima aku selalu merasa takut, aku takut kamu akan meninggalkan aku dan aku takut aku tidak lebih baik dari arima,awalnya aku fikir aku bisa melewati ini semua tapi aku g kuat yas harus menjalani hidup dengan penuh keraguan dan ketakutan seperti sekarang, dulu sewaktu aku mengejar irawan aku hanya punya satu ketakutan yaitu aku takut cintaku tak berbalas tapi bersamamu aku punya begitu banyak ketakutan yas,aku ga bisa seperti ini terus yas, kenapa mencintai mu begitu sakit yas, apa aku memang ga layak untukmu apakah akan lebih baik aku mengikhlaskanmu kembali bersama arima?apa yang harus ku lakukan yas?" yui menangis sembari memukul dada endrias yang mencoba menenangkannya, endrias begitu merasa bersalah pada yui, yang diinginkan endrias adalah membahagiakan yui tapi yang terjadi hanya air mata yang yui dapatkan

__ADS_1


Endrias menggenggam erat kedua tangan yui dan meletakkan di wajahnya, yui menatap dalam ke arah endrias, tanpa dia sadari endrias semakin mendekatkan wajahnya kepada yui lalu mencium kening yui sangat dalam, yui begitu terharu dia dapat merasakan cinta yang besar untuknya


"Yui menikahlah dengan ku" ucap endrias lembut dan sukses membuat jantung yui terasa akan melompat keluar sangking bahagianya


__ADS_2