
Sepulang kuliah endrias seperti biasa bersiap untuk segera berangkat ke cafe sebenarnya dia merasa sedikit pusing tapi dia tidak menghiraukannya dan memilih tetap bekerja
"yas, wajah kamu pucat banget, kamu sakit?" tanya mira teman endrias di cafe
" nggak kok mir, aku baik baik aja"jawab endrias lemah, tak lama kemudian fandi masuk dan membawa gelas kotor dan menghampiri endrias
"yas ada tamu di meja no 5 dia pesen lavender ice dan minta kamu yang nganterin pesanannya" ucap fandi lalu melangkah menjauh, tak lama kemudian endrias datang dan mengantarkan pesanan ke meja no 5
"yui" endrias bertanya tanya kenapa yui ada di sini
"hai yas, kebetulan tadi aku lewat sini jadi aku mampir deh sekalian" jawab yui kemudian
__ADS_1
"ooo...begitu, ya sudah aku tinggal kerja dulu ya yui" ucap endrias disambut oleh senyuman oleh yui
"tu..tunggu yas" yui memegang tangan endrias dan hal itu membuat endrias kembali menatap ke arah yui, yui berdiri dan meletakkan telapak tangannya di dahi endrias
"ya allah yas badan kamu panas banget dan muka kamu juga pucat, kamu sakit?" tanya yui cemas "yas ayo aku antar ke rumah sakit karena aku takut kamu kenapa napa" sambung yui
" Yui aku tidak apa apa mungkin kecapean aja, kamu tidak perlu khawatir" jawab endrias lalu berjalan meninggalkan yui
" yas ayo aku anter pulang"ucap yui lembut sebenarnya yui sangat khawatir dengan keadaan endrias, endrias hanya mengangguk dan berjalan dibelakang yui, mereka menuju parkiran dan segera naik ke mobil yui
" yas kamu bener ga mau ke rumah sakit?" tanya yui yang khawatir karena wajah endrias yang bertambah pucat, endrias tak menjawab pertanyaan yui, dia memilih memejamkan mata karena kepalanya begitu pusing , endrias tidak tahu berapa lama dia terlelap setelah sadar dia sudah berada di rumah sakit dia melihat yui tertidur disebelahnya dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar di tempat tidurnya , dia terkejut melihat jarum infus yang sudah ada ditangan nya dan sebuah handuk kecil diatas kepalanya
__ADS_1
"untuk apa kamu melakukan semua ini yui?kalau kamu seperti ini kamu hanya akan membuatku salah faham dengan hubungan kita,aku berharap kamu akan segera menemukan kebahagiaanmu yui" batin endrias sembari menatap gadis yang tertidur disampingnya, yui yang merasakan adanya pergerakan dia pun mulai membuka matanya perlahan dilihatnya endrias sudah duduk dan tersenyum padanya
" yas kamu udah sadar? kamu membuatku khawatir tahu ga"ucap yui lalu memeluk endrias, yui merasa sangat lega karena endrias sudah baik baik saja
" terima kasih yui sudah mengkhawatirkan aku, tapi aku sudah mendingan dan aku mau pulang" ucap endrias kemudian
" kamu harus istirahat dulu yas tadi aku sudah nelfon irawan dan memintanya kesini membawakan pakaian ganti buatmu dan aku juga sudah minta izin ke pak heru kalau kamu ga akan kuliah selama 3 hari karena kamu sakit dan siang ini aku akan ke cafe untuk....." belum sempat yui melanjutkan kalimatnya endrias menggenggam tangan yui dan menatapnya sendu
__ADS_1
"kenapa kamu melakukan itu semua untukku yui?kalau kamu seperti ini aku bisa salah faham tentang kamu" ucap endrias tanpa mengalihkan tatapannya pada yui