Bidadari Pengikat Hati

Bidadari Pengikat Hati
01.La Luna


__ADS_3

La Luna adalah seorang gadis cantik bak bidadari yang tinggal di villa tersembunyi dipulau terpencil, tidak pernah ada yang mengira di dalam pulau itu hidup seorang gadis yang sangat cantik, kedua orang tuanya meninggalkanya sendiri di villanya yang berada di tengah hutan di pulau itu, pulau yang tak berpenghuni, tidak ada akses ke sana, ia hanya ingat saat mereka datang kesana bersama kedua orang tuanya dan saudara laki-lakinya yang berusia delapan tahun, mereka datang menggunakan sebuah helly copter, mereka tinggal di sana selama beberapa bulan serta merayakan ulang tahunya yang ke sebelas, saat itu ia mendapati haid untuk pertama kalinya, dan merasa sakit perut, lalu ibunya memberikan obat pereda nyeri dan membuatnya tertidur lama, saat bangun dari tidurnya ia tidak melihat keberadaan kedua orang tuanya dan saudaranya, La Luna mencari dan menangis ketakutan sendiri di villa, dan sejak saat itu kedua orang tuanya dan saudari laki-lakinya tidak pernah kembali hingga sekarang ia dewasa, dia belum pernah keluar dari pulau itu, karena ia tidak tahu bagaimana caranya bisa keluar dari sana, pulau itu di kelilingi oleh air, sampai sekarang banyak hal yang ia tidak mengerti kenapa dan mengapa ia ditinggal sendiri disana, dia selalu menunggu keluarganya di villa, untung saja banyak pohon buah-buahan yang tumbuh disana sehingga ia bisa memakanya untuk bertahan hidup sehari-sehari, jika tidak mungkin ia tidak akan bisa bertahan sendiri disana dan mungkin ia sudah mati kelaparan. Ia ingin pergi mencarinya tapi tidak tahu harus kemana mencari, La Luna tumbuh hanya dengan memakan buah dan sayuran yang tumbuh di sekitar villa hingga kini ia tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik bak bidadari, matanya sangat jernih dan tajam, kulitnya juga bersih dan halus.


Raiden adalah pria muda yang tampan warga keturunan asing, ia sangat menyukai petualang dan fotografi, keluarganya memiliki perusahaan pengolahan susu sapi, mereka memiliki peternakan yang berada di perbukitan dekat pulau terpencil dimana gadis itu tinggal sendiri, ia memilih mengurus perusahaan pengolahan susu karena ia bisa kapan saja pergi ke perternakan dan menyalurkan hobinya, sedangkan ibunya tinggal di luar negeri dengan saudari angkatnya yang masih bersekolah, hampir setiap bulan ia datang ke peternakan untuk mengontrol ternak-ternaknya. Ia juga memiliki teman yang juga menjadi assistenya bernama Niko yang mengurus perusahaanya saat ia pergi berpetualang.


Hari ini Raiden pergi sendiri ke peternakan dengan mengendarai mobil, seorang pria paruh baya menyambutnya dengan sangat hormat, dia adalah orang kepercayaan keluarga Raiden untuk mengurus peternakan, dia tinggal di peternakan bersama istrinya, pasangan paruh baya itu tidak memiliki anak, dan memperlakukan Raiden seperti anaknya sendiri.


"Halo paman, bibi apa kabar??, sapa Raiden ramah.


''Bibi dan paman baik, kau sendiri bagaimana??, tanya bibi itu memeluk Raiden


''Seperti yang bibi lihat, aku baik, apa ada masalah di peternakan paman???, ucapnya sembari melangkah melihat ternak-ternaknya.


''Ada beberapa sapi dan kuda serta domba yang beranak bulan ini, hasil produksi susu juga meningkat'', jawab pamanya mengikutinya dari belakang.


''Baguslah, apa dokter hewan selalu mengontrolnya setiap bulan??.


Kedua orang itu terus membicarakan peternakan, sedangkan bibi segera ke dapur untuk menyiapkan makanan, setelah beberapa lama berkeliling peternakan Raiden kembali sendiri ke dalam rumah, sedang pamanya masih mengurus ternaknya.


''Makan siang sudah bibi siapkan, kau pasti lelah, makanlah dulu sebelum beristirahat''. ucap bibi.


''Terimakasih bi, aku mau membersihkan diri dulu''. Raiden melangkah menaiki tangga menuju kamar yang biasa ia tempati, ia segera membersihkan diri, sekitar 30 menit ia keluar dengan kaos oblong dan celana pendek, ia berjalan ke balkon, melihat suasana peternakan dari lantai atas, ia memandangi pulau yang berada di seberang peternakan nampak hijau dan indah, lalu dia membuka tasnya dan mengambil teropong dan kembali ke balkon, ia sangat penasaran dengan pulau tak berpenghuni yang ada di sebrang peternakannya, Raiden mengarahkan teropong ke arah pulau dan ia sangat terkejut melihat sebuah bayangan orang yang seperinya sedang berjalan di pinggir hutan di pulau itu, ia mengucek matanya beberapa kali dan kembali melihatnya dengan jelas nampak seseorang disana, entah apa yang di lakukanya. Raiden berfikir akan tinggal beberapa hari di peternakan dan ingin pergi ke pulau. Kemudian ia segera turun untuk makan.

__ADS_1


''Bibi, apa paman belum kembali??, tanya Raiden


''Jam segini pamanmu sibuk mengontrol ternak''.


''Apa bibi sudah makan??


''Bibi dan paman sudah makan tadi, kau sudah melewatkan makan siangmu, cepatlah makan nanti keburu dingin''. ucap bibi dan menemani duduk di kursi.


''Trimakasih bi'', Raiden segera mengisi perutnya dan menyantapnya, ia begitu menikmati masakan bibinya, setiap datang ke peternakan bibinya selalu membuatkan makanan kesukaanya, Raiden bersyukur meski tinggal jauh dari kedua orang tuanya tapi paman dan bibinya selalu menyambutnya dengan baik.


''Masakan bibi sangat enak, aku selalu menyukainya''.


Raiden makan dengan lahap, dan begitu menikmati, ''oh ya bi apa di Pulau seberang itu ada penghuninya???, tanya Raiden setelah selesai makan.


''Entahlah bibi tidak pernah pergi kesana, dulu sudah lama sekali, beberapa tahun lalu bibi pernah melihat ada helly copter mendarat di Pulau itu, paman dan orang yang bekerja di peternakan juga melihatnya, pamanmu sangat penasaran dia mengajak orang untuk pergi kesana, tapi tidak ada apa-apa disana, hanya hutan, setelah beberapa bulan helly copter itu terbang dari sana dan tidak pernah datang lagi hingga sekarang. Ada penduduk desa yang pergi mencari ikan, katanya melihat seorang gadis cantik di tepi hutan, kemudian orang itu mengejarnya tapi tidak menemukannya. Pamanmu juga pernah melihatnya melalui teropong, tapi saat ia kesana tidak ada siapa-siapa''.jelas bibi


''Sedang membicarakan apa??, tiba-tiba paman datang dan ikut mengobrol, ia menyeruput tehnya yang ada di meja.


''Raiden tanya apa di Pulau seberang ada penghuninya???.


''Kenapa kau sangat penasaran???

__ADS_1


''Tadi setelah mandi aku melihat dengan teropong dan aku melihat ada seseorang berada disana''.


''Mungkin orang sedang mencari ikan, dulu paman juga pernah melihatnya dari teropong ada orang disana, tapi setelah paman kesana tidak ada apa-apa''.


''Apa tidak berbahaya, sudah lama aku ingin pergi kesana, bagaimana bisa sampai kesana???,tanya Raiden.


''Kau bisa menggunakan speed boat, tapi sebaiknya jangan pergi sendiri, harus ada yang menemanimu, untuk berjaga-jaga''.


''Kenapa??


''Paman takut kalau Pulau itu di huni orang jahat, dulu sering kali ada helly copter turun disana lalu pergi dan tidak pernah ada lagi hingga sekarang'', jelas paman.


''Jika mau pergi kesana sebaiknya berangkat pagi dan sorenya kembali'', ucap bibi


''Baiklah aku akan pergi besok pagi, apa speed boatnya bisa di gunakan???.


''Paman merawatnya dengan baik''.


''Kalau begitu istirahatlah'', ucap bibi


Raiden kembali ke kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2