Bidadari Pengikat Hati

Bidadari Pengikat Hati
12. I Love you


__ADS_3

Pagi ini Raiden sangat enggan pergi ke perusahaan, entah kenapa dia tidak ingin meninggalkan Luna sendiri di apartemennya. Tapi dia sudah beberapa hari tidak datang ke perusahaan, dan tentu banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan, dan terlebih ibunya akan datang dalam waktu dekat. Ibunya pasti akan mengomel jika dia tidak ada di kantor, dengan malas ia bangkit menuju kamar mandi dan segera bersiap.


Seperti kemarin Luna telah menyiapkan sarapan di meja, Raiden tak melihat Luna sana, ia segera ke balkon dan terlihat Luna sedang berdiri melihat ke jalanan dengan hanya memakai dress selutut yang terbuka di bagian punggungnya, Raiden menelan salivanya, sejak kemarin ia susah payah menahan diri saat Luna menciumnya di tempat spa, dan sekarang di pagi hari ini ia melihat pemandangan yang begitu menggoda, Luna benar-benar cantik dan seksi meski tanpa riasan, ia tampak alami, Raiden sedikit menyesal asal mencomot pakaian untuk Luna, dan itu terlihat pas membuntuk tubuh Luna.


''Apa yang kau lihat, kau suka sekali berdiri di balkon'', suara berat Raiden memeluk pinggang Luna dan mendekapnya erat lalu menaruh dagunya di pundak Luna, menghirup aroma khas Luna.


Luna menoleh dan tersenyum manis, ''kau sudah banyun Rai, aku sudah membuatkan sarapan untukmu'', ucap Luna lembut.


''Tapi, aku ingin memakanmu, kau membuatku tidak bisa menahan diri'', ucapnya berat menyesap punggung Luna yang terbuka.


Luna berbalik melihat wajah Raiden berkabut, tanganya terulur membelai wajah Raiden yang tampan. ''Raiden kau adalah penyelamatku, tanpamu aku tidak akan bisa keluar dari pulau terpencil itu, aku tidak tahu bagaimana membalas kebaikanmu, aku tidak memiliki apa-apa, kau sangat baik padaku, terimakasih banyak'', ucap Luna dan mencium bibir Raiden


Seketika Raiden terkejut dengan sikap Luna, ia membalas ciuman bibir Luna dan tak melepaskannya, ciuman mereka semakin menuntut, Raiden mengigit bibir bawah Luna dan lidahnya menerobos masuk dan bermain-main di dalam, ia membawa tubuh Luna masuk ke dalam apartemen dan menduduknya di sofa, Raiden semakin di selimuti nafsu, Luna tidak menolaknya dan justru menikmati cumbuan Raiden, ''Luna jadilah kekasihku??, ucap Raiden berhenti mengambil nafas.

__ADS_1


Luna mengangguk


''Sungguh, kau mau???


''Ya, aku mau menjadi kekasihmu'', ucap Luna mencium bibir Raiden lagi dan Raiden merasa Luna begitu menggairahkan, ia kembali berciuman dengan penuh gairah, Raiden menarik tali pakaian di punggung Luna, Raiden melepas ciuman bibirnya dan menjelajah leher Luna dan turun ke kedua benda kenyal milik Luna, tangan Raiden meremas kedua benda kenyal itu lalu *******nya bergantian, membuat Luna tak bisa menggigit bibirnya lagi ia pun mendesah, suaranya begitu seksi di telinga Raiden


''Baby, kau seksi, aku mau kamu, kau milikku sekarang'', Raiden semakin tidak bisa mengontrol dirinya, ia ******t dan ******s dua benda kenyal Luna bergantian, membuat gadis seksi itu menggelinjang membusungkan dadanya, ''Luna kau telah menyiksaku beberapa hari ini, kau harus bertanggung jawab''. bisiknya di telinga Luna


Dreetttt.....dreetttt (getar ponsel Raiden dari saku celananya).


Raiden mengumpat kesal, ia menghentikan kegiatan bercumbu dengan kekasihnya. ia merogoh ponsel di sakunya.


''Halo'', jawab Raiden tanpa melihat siapa yang melakukan panggilan saat ia sedang tak bisa mengontrol dirinya.

__ADS_1


''Raiden kau dimana???, kenapa tidak ada di kantor????, suara wanita itu terdengar kesal


''Mom, apa mommy ada di kantor sekarang???


''Menurutmu???


''Aahhh mom tunggu sebentar aku terjebak macet'', ucapnya berbolong, ia segera mematikan ponselnya.


''Luna aku harus pergi bekerja, kamu tunggu di sini, jangan keluar dari apartemen sendiri dan jangan membukakan pintu untuk siapapun, kau bisa menonton tv atau apa terserah, mengerti!!!


Luna mengangguk mengerti, Raiden segera merapikan pakaiannya, mencomot roti di meja.


"Jangan lupa makan dan tunggu aku pulang", ucapnya lagi lalu mencium bibir Luna, "i love you".

__ADS_1


__ADS_2