
Raiden dan Luna berangkat menuju rumah ibunya tinggal, rumah yang penuh kenangan bagi Raiden, dimana ia dan adiknya tumbuh disana saat kecil, meski usia Raiden terpaut jauh dengan sang adik, dia masih ingat betul saat menemani adiknya di rumah itu, namun setelah kejadian yang merengut nyawa ayah dan adiknya, Raiden yang saat itu tinggal di luar negeri dan harus kembali mengurus perusahaan, ia memilih tinggal di apartemen, karena ibunya memilih tinggal diluar negeri, ia selalu menangis setiap kali mengingat suami dan anak bungsunya meninggal dalam kecelakaan tragis. Hingga akhirnya ia mendapatkan Lionel sebagai gantinya.
Luna begitu menikmati perjalanan, ia melihat begitu padatnya penduduk kota hingga sering kali membuat kemacetan.
''Maaf aku belum bisa membawamu berkeliling kota'', ucap Raiden mengelus rambut kekasihnya dengan lembut.
''Tidak apa-apa, aku tahu kau sibuk setiap hari''.
Setelah menempuh sekitar 45 menit, mereka telah sampai di rumah yang begitu luas, rumah itu nampak seperti rumah tua namun masih tertata dengan rapi dan bagus.
''Ayo turun!!, seru Raiden
''Kita sudah sampai??, tanya Luna
''Ya, ini rumah masa kecilku, aku dan adikku tumbuh disini, tapi kemudian mommy memilih tinggal diluar negeri dengan adikku, jadi hanya pengurus rumah yang tinggal disini. Mommy baru kembali kesini berapa hari lalu'', jelas Raiden.
Raiden mengandeng Luna membawanya masuk.
''Mommy, I'm back home'', panggilnya
__ADS_1
Nyonya Helena sedang menyiapkan sarapan, ia bergegas menyambut putranya dan kaget saat melihat putranya datang bersama seorang gadis. Nyonya Helena menatap gadis disamping putranya, Raiden langsung memeluk ibunya dan mencium pipi nyonya Helena.
''Mommy kenalkan dia Luna kekasihku'', ucapnya
''Kau sedang tidak membohongi mommy kan, kemarin kau bilang tidak punya kekasih, sekarang tiba-tiba kau membawa seorang gadis pulang''.
''Tidak mom, dia benar-benar kekasihku, aku tidak mau mommy berfikir aku seorang gay, aku pria normal, sekarang aku membawakanya untuk mommy, baby ini mommy Helena ibuku'', ucap Raiden mengenalkan ibunya pada Luna.
''Halo nyonya Helena, aku Luna senang bertemu anda'', sapa Luna kemudian.
''Halo nak, kenapa kau terlihat sangat kurus, apa kau sedang diet???.
''Mommy aku memintanya untuk tidak diet lagi, aku takut bayiku kekurangan gizi''. ucapnya sembari menyentuh perut Luna yang datar membuat Luna malu.
''Ya kami tinggal bersama sebulan ini, aku ingin segera menikahinya, mommy tidak akan membiarkan cucu mommy lahir sebelum kami menikah bukan'', bisiknya.
''Anak nakal mommy memintamu segera menikah bukan menghamili anak gadis orang''. nyonya Helena menarik telinga putranya.
''Aahhh mommy sakit lepaskan!!, teriak Raiden, ''aku kesini ingin mengenalkanya pada mommy dan minta restu dari mommy, dimana Lio kenapa tidak terlihat, apa dia masih tidur???.
__ADS_1
''Dia belum turun sejak datang semalam''. jawab nyonya Helena
''Haahhh, anak ini benar-benar pemalas, apa yang dia kerjakan di kamarnya'', aku akan menemui Lio dulu temani kekasihku dan jangan interogasi dia, baby aku ke atas sebentar'', ucapnya bergegas ke lantai atas.
Nyonya Helena mengajak Luna duduk dan mengobrol.
Raiden mengetuk pintu kamar Lio, dengan malas Lio bangun dan membuka pintu terlihat kakaknya berdiri tegak.
''Kenapa mengangguku tidur'', ucap Lio
''Aku merindukan adikku yang malas'', Raiden mengacak rambut adik angkatnya, ''kemana saja kau, kenapa tidak memberitahuku'', ucapnya masuk ke kamar Lio, dan kakinya menginjak sebuah benda, Raiden segera memungutnya, ia merasa seperti pernah melihatnya.
Lio buru-buru mengambil benda itu, yang tak lain sebuah kalung dari tangan Raiden.
Raiden berusaha mengingat kalung itu, ia lupa melihatnya dimana.
''Segera turun, mommy menunggu untuk sarapan, kekasihku ada di bawah pasti akan mengintrogasinya'', ucapnya
''Kau mau menikah??.
__ADS_1
''Aku sudah cukup dewasa untuk menikah, jika tidak mommy akan terus mengenalkanku pada anak perempuan temannya''.
''Turunlah dulu aku segera menyusul'', ucap Lio mendorong Raiden keluar dari kamarnya. Lio segera menyimpan kalung itu dan masuk ke kamar mandi, beberapa menit kemudian segera turun dan ia terkejut saat melihat gadis yang mirip Luna disana.