Bidadari Pengikat Hati

Bidadari Pengikat Hati
16. Lionel


__ADS_3

Raiden mengambil ponselnya ingin menanyakan kabar saudara angkatnya yang ada di peternakan. Ia malas pergi ke perusahaan dan memilih di apartemen menemani Luna yang tidur kembali setelah sarapan tadi, sepertinya gadis itu benar-benar lelah, sehingga cepat sekali tertidur.


Kriiing..... kriing


''Halo'', suara lembut seorang wanita.


''Bibi, aku Raiden, apa Lio masih disana??, apa yang dia kerjakan??, kenapa belum kembali ke rumah???, tanya Raiden tidak sabar.


''Rai, Lio sudah pergi dari peternakan, dia bilang ingin pergi ke suatu tempat'', jawab bibi


''Lio pergi kemana bi???, tanya Raiden kuatir


''Dia tidak memberitahu bibi mau pergi kemana???.


''Apa paman tahu kemana perginya Lio, ada yang harus aku bicarakan denganya''.

__ADS_1


''Dia pamit pada kami, jika akan pergi untuk beberapa waktu yang lama mungkin bisa seminggu, dua minggu atau sebulan, dia juga membawa banyak bekal'', jelas bibi


''Haaahhh mau kemana anak itu, apa dia tidak menyebutnya tempat yang akan dia tuju??


''Tidak Rai, dia bilang sudah lama merencanakanya, dia tidak pergi sendiri, dan mengajak Pablo salah satu pekerja peternakan''.


''Begitu ya, baiklah bi, jika dia sudah kembali, secepatnya suruh segera pulang ke rumah''.


''Iya nak, bagaimana kabar gadis itu, apa dia baik-baik saja''.


''Bibi senang mendengarnya, sampaikan salam bibi padanya, dia harus menjaga diri di sana''.


''Nanti akan aku sampaikan, aku tutup dulu bi'', Raiden langsung mematikan ponselnya, dia memijat pelipisnya, mendengar kata-kata bibi untuk menjaga Luna, tapi dirinya malah melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan padanya, Raiden benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya sejak pertemuanya di pulau itu.


''Sementara itu Lio dan pekerja peternakan yang bernama Pablo telah sampai di pulau yang berada di seberang peternakan, ia memakai speed boad yang ada di peternakan, segera menariknya ke darat mengikat pada sebatang pohon, menutupinya dengan ranting dan tanaman liar, agar tidak di temukan orang.

__ADS_1


''Pablo kau bilang pernah datang kemari dan melihat air terjun di pulau ini, kau pimpin jalanya''. ucap Lio


''Baiklah, kau ikuti aku jangan lupa memberi tanda'', ucap Pablo.


Lio segera berjalanan mengikuti Pablo di belakangnya, ''tunggu, ucap Lio tiba-tiba''.


''Ada apa??.


''Kau lihat tanda ini, sepertinya ada orang yang pernah datang kesini, sebaiknya kita ikuti tanda ini saja'', ucap Lio


''Mungkin orang yang penasaran dengan pulau ini'', jawab Pablo


Lionel mengingat-ingat pulau dimana keluarganya membawanya bersama saudara perempuannya Luna, ia ingin memastikan pulau tersebut apakah saudaranya masih hidup dan tinggal sendiri disana, dia sudah mencari informasi sebelumnya, satu hal yang ia ingat adalah air terjun yang ada di dalam pulau, dari sana ia pasti bisa menemukan villa dan kakak perempuannya yang waktu itu di tinggal sendiri di dalam pulau.


Lio tak pernah menceritakan kisah hidupnya pada siapapun, sejak kehilangan kedua orang tuanya karena sebuah kecelakaan, ia menjadi anak yang pendiam, hingga nyonya Helena membawanya pulang ke rumahnya, membesarkan hingga sekarang, nyonya Helena saat itu kehilangan putra keduanya yaitu adik Raiden dan suaminya, ia menjadi sangat depresi, dia mengira Lio adalah putranya, sehingga dia membawanya pulang ke rumahnya menjadikanya sebagai anaknya, meski sekarang nyonya Helena terlihat baik-baik saja, wanita itu sangat terluka kehilangan suami sekaligus putranya.

__ADS_1


__ADS_2