
Raiden melihat ruangan villa kecil milik Luna, ia begitu penasaran berjalan tertatih, karena kakinya masih sakit karena keseleo, udara malam begitu dingin, hujan tidak kunjung reda, Raiden melihat buku-buku yang tertumpuk di meja kayu, sedangkan Luna duduk di dekat perapian untuk menghangatkan tubuhnya. Selama bertahun-tahun ia kedinginan sendiri di tengah hutan, mencoba membuat api untuk menghangatkan tubuhnya, tapi selalu gagal, dia hanya mengandalkan sinar bulan dan matahari serta kunang-kunang untuk menerangi hidupnya.
Raiden mengambil buku tulis yang ada di meja kayu dan membukanya, melihat angka-angka yang tertulis disana, membolak-baliknya tidak mengerti.
''Luna apa ini bukumu?, bolehkah aku melihatnya??, tanya Raiden ia menghampiri Luna dan duduk di dekatnya.
Gadis itu hanya mengangguk, ia masih belum terbiasa berbicara.
__ADS_1
''Angka apa ini???, maukah kau menceritakan padaku, bagaimana kau bisa berada disini???. tanya Raiden
Luna diam mengigangat semuanya, lalu mulai bercerita kehidupanya, dulu masa kecilnya ia tinggal disebuah rumah yang mewah bersama kedua orang tuanya dan saudara laki-lakinya, mereka sering bepergian dari satu negara ke negara lain, mereka meninggalkan kehidupan mewah dan mulai belajar menjelajah pulau-pulau kecil, kedua orang tuanya sangat menyukai alam yang indah dan bebas dan akhirnya menemukan pulau terpencil dan memutuskan untuk tinggal di sini, membangun villa kecil dari batu dan kayu untuk tempat berteduh, Luna juga menceritakan dirinya dan keluarganya saat pertama kali datang kesini dengan menggunakan helly copter, ia hanya sebentar bersekolah di suatu negara lalu berpindah lagi, kedua orang tuanya yang mengajarkan padanya bagaimana cara untuk bertahan hidup di alam bebas, tapi ia tidak tahu kenapa kedua orang tuanya malah meninggalkanya sendiri di pulau ini, Luna juga bercerita sebelum keluarganya meninggalkanya, mereka merayakan ulang tahunya yang ke sebelas, lalu ia mendapati haidnya untuk pertama kali dan sakit perut, lalu ibunya memberik obat pereda nyeri dan membuatnya tertidur, saat bangun ia tidak melihat keluarganya, helly copter juga tidak ada lagi, ia sangat ketakutan di hutan sendiri dan menangis, ia terus menunggu keluarganya datang menjemputnya, tapi hingga sekarang tidak pernah datang, ia tidak tahu apa yang telah terjadi, dan ia mengungkapkan keinginanya untuk keluar dari pulau ini pada Raiden, untuk mencari keluarganya, tapi tidak tahu caranya, tidak ada kendaraan yang bisa di gunakan untuk menyeberangi perairan yang luas ini, saat dulu ia selalu takut ketika ada orang yang datang ke hutan, ia akan bersembunyi, hingga sekarang ia bertemu dengannya.
Raiden diam terpaku mendengarkan kisah Luna, ia tidak bisa mengungkapkan kesedihanya dan berkaca-kaca menahannya untuk tidak menangis, cerita Luna begitu menyedihkan.
Raiden tersenyum, ''aku pasti akan membawamu keluar dari sini dan membantumu menemukan keluargamu, tapi sekarang aku ingin menjelajah pulau ini, bisakah kau bersabar sampai beberapa hari'', ia mengenggam tangan Luna yang lembut dan kecil.
__ADS_1
Luna pun mengangguk setuju.
''Angka apa yang kau tulis di buku ini??
''Itu hanya angka untuk menandai saat aku haid, ini adalah tanggal pertama kali aku mendapati haid di ulang tahunku ke sebelas, hingga sekarang, aku menghitung hari dengan itu''. ucapnya sedikit malu
''Begitu ya, apa kau sudah mengantuk??, aku ingin membaca bukumu yang lain'', Raiden kembali berdiri dan mengambil semua buku Luna lalu mulai membacanya dan bertanya banyak hal pada Luna hingga larut dan membuat mereka tertidur di dekat perapian.
__ADS_1