
Lio nampak terus melihat foto yang tadi di kirim oleh Raiden di ponselnya dia mengamati foto gadis yang baru di kenalkan padanya tadi pagi, dan sekarang telah menjadi istri kakak angkatnya.
"Siapa kamu, apa hanya namamu saja yang sama, atau kau memang Luna kakakku, apa Raiden bertemu denganmu dan membawamu keluar dari vila??, tapi kenapa paman dan bibi tidak menceritakan ya padaku??!, gumam Lio, begitu banyak pertanyaan di kepalanya, hingga tanpa sadar ia menjabak rambutnya.
Sementara itu, Raiden melajukan kendaraannya."Baby, kau mau bulan madu kemana??, kita harus bersiap''.
"Terserah kau saja, selama itu bersamamu aku tidak masalah". ucapnya lembut, entah kenapa dia seperti tidak bersemangat untuk pergi berbulan madu, sikap Lionel yang dingin dan acuh tadi, membuatnya tidak berhenti memikirkannya.
"Sebenarnya aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja denganmu, tanpa ada yang menganggu", ucap Raiden sembari mengenggam tangan kanan Luna
"Kalo begitu tidak usah pergi jauh, aku juga belum mengenal kota ini, apa kau tidak keberatan mengenalkan kota ini padaku??.
"Apa kau yakin tidak ingin pergi ke tempat yang indah???, tanya Raiden
"Apa menurutmu kota ini tidak indah??
__ADS_1
"Tentu saja kota ini indah, saat dulu aku tinggal di luar negeri aku ingin segera kembali kesini, kota dimana aku lahir dan tumbuh besar, kota yang selalu ku rindukan".
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan di kota ini, setelah puas kita bisa pulang dengan cepat ke rumah mommy".
"Apa kau menyukai rumah mommy???.
"Sepertinya disana nyaman".
"Baiklah, aku akan menunjukan padamu setiap sudut kota ini, ada satu tempat yang ingin aku kunjungi bersamamu terlebih dahulu".
"Kita mau kemana???
"Apa ini tempat pemakaman???, tanya Luna
"Ya, aku ingin mengunjungi ayah dan adikku, dan mengenalkanmu pada mereka, kau tak keberatan kan??.
__ADS_1
Luna mengangguk dan tersenyum, mereka turun dan melangkah bersama menghampiri penjaga dan berbincang sebentar, kemudian penjaga itu menunjukan jalannya.
Pemakan nampak tersusun berjajar rapi dan terawat, sesaat Raiden terdiam memandangi pusara papanya dan juga adiknya, kemudian menaruh bunga yang dibawanya tadi di pusara mereka, dia berjongkok dan memanjatkan doa.
"Papa, dia istriku namanya Luna, aku mohon restumu", ucapnya kemudian mengenalkan Luna seolah sang papa masih hidup.
Luna ikut berjongkok disana, dia melihat foto dan nama yang tertulis disana, dia juga menggumankan doa lirih, hampir tak terdengar.
Kemudian Raiden berpindah ke samping pusara papanya terdapat dua makam, tanpa foto, hanya ada nama mereka.
Deg..., jantung Luna berdenyut kencang saat membaca nama yang tertulis disana, itu adalah nama ayah dan ibunya, ia mengenggam tanganya erat.
"Mereka siapa Rai???, tanyanya saat Raiden menaruh bunga itu diatasnya. tidak mungkin nama mereka sama batinya
"Mereka orang tua Lionel", jawabnya
__ADS_1
"Kau dan Lio bukan saudara kandung???, tanyanya penasaran.
Deg..., lagi jantung Luna berdenyut terasa begitu nyeri hingga dia terduduk di depan pusara itu.