
Raiden dan Luna telah sampai di kota, setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam lamanya, mereka sampai kota sudah malam hari, lampu-lampu kota telah menyala, dan kendaraan berjalan melambat, Reiden langsung mengajak Luna ke sebuah pusat perbelanjaan untuk membelikan pakaian dan keperluan Luna, entah kenapa Raiden tidak bisa tidak peduli padanya, gadis itu selalu membuat jantungnya berdebar-debar, terlebih saat melihat senyum Luna yang telah memikat hati Raiden, saat ini dia hanya ingin Luna hidup dengan baik dan sehat, ia berencana membawanya ke dokter besok.
Luna begitu terpukau melihat suasana kota, akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya ia bisa keluar dari pulau itu, sekarang ia bisa menikmati kehidupan layaknya manusia normal dengan bantuan Raiden, pria yang ditemuinya di pulau dimana ia di tinggalkan.
''Pilih yang kamu suka dan yang kau butuhkan'', ucap Raiden
Luna hanya diam saja, ia menggenggam tangan Raiden dengan erat.
__ADS_1
''Tidak usah takut, aku tidak akan meninggalkanmu'', ucap Raiden, ia tahu Luna tidak terbiasa
Raiden mengambil banyak baju yang menurutnya pas untuk Luna tanpa mencobanya, lalu mengajaknya belanja keperluan Luna dan stok makanan mereka hingga tiga keranjang penuh, ia juga mengajak Luna bermain di wahana permain anak-anak yang ada di pusat perbelanjaan itu dan bermain sebentar, lalu mengajaknya untuk makan malam dan pulang ke apartemen.
Raiden menunjukan kamar untuk Luna dan menyuruhnya mandi dengan air hangat.
''Apa kau masih mengingat cara menggunakan peralatan di kamar mandi???, tanya Raiden menunjukan pada Luna.
__ADS_1
Luna mengangguk, Raiden meninggalkannya dan pergi ke kamarnya sendiri, dia juga sudah lelah setelah perjalanan yang jauh, ia segera membersihkan diri dan langsung pergi tidur.
Luna tidak bisa tidur, dia keluar dari kamarnya dan melihat-lihat apartemen Raiden yang tidak begitu luas, ia teringat rumah masa kecilnya bersama keluarganya, ia berdiri di balkon, melihat jalanan kota yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan, ia merasa senang bisa keluar dari pulau terpencil itu, hingga sampai larut ia masih menikmati suasana malam dikota, dari balkon apartement Raiden dan akhirnya tertidur di kursi panjang yang ada di balkon.
Raiden terbangun dari tidurnya, ia merasa sangat haus, dengan malas dia bangun dan keluar kamar untuk mengambil air.
Huuuaaaaaccchhhh... Raiden menguap dia benar-benar masih mengantuk. Saat hendak kembali ke kamar ia melihat pintu balkon yang terbuka lebar, ia berfikir apa ada pencuri yang masuk, ia segera berjalan ke balkon dan terkejut melihat seorang gadis meringkuk di kursi, detik kemudian dia ingat telah membawa seorang gadis bernama Luna ke apartementnya.
__ADS_1
''Haaaahhh, Luna kau mengaggetkanku, kenapa kau tidur di sini???, guman Raiden, seketika kantuknya hilang, Raiden memandangi wajah Luna yang cantik dalam tidurnya.
''Kasihan sekali kau Luna, gadis secantik kamu hidup di hutan sendiri bertahun-tahun lamanya, seandainya kau hidup di kota, aku yakin kau pasti sudah menjadi model atau artis terkenal'', Raiden berbicara sendiri, ia pun iseng mengambil kamera kesayangannya dan mengambil foto Luna yang sedang terlelap, lalu ia membopong tubuh Luna yang seperti kapas, memindahkannya ke kamarnya, ia mengecup kening Luna dan menyelimutinya, mengatur suhu kamar Luna agar tidak kepanasan, ''maafkan aku Luna, waktu itu melakukan hal tak pantas padamu, aku berjanji akan menemukan keluargamu'', ucap Raiden.