
Lio dan Pablo kembali ke vila setelah menempuh perjalan panjang selama beberapa hari, sekali lagi Lio masuk kedalam vila mencari benda yang bisa dijadikan petunjuk untuknya dan memeriksa sekeliling untuk memastikan keberadaan Luna, ia juga menulis surat dan menaruhnya di meja batu di dalam vila, ia berfikir jika Luna kembali ke vila bisa melihat tulisanya , kemudian setelah menyegarkan diri di air terjun dekat vila, Lio dan Pablo melanjutkan perjalanan menyusuri pulau untuk kembali ke peternakan, hingga sampai menjelang malam mereka baru menyeberangi sungai dan kembali ke peternakan.
''Paman, bibi aku kembali'', sapa Lio tak bersemangat, ia terlihat begitu lelah.
''Darimana saja kamu nak, kakakmu Raiden mencarimu'', ucap bibi.
Lio diam tak menjawab dan melirik Pablo, ''aku akan memberitahu dia nanti'', ucapnya kemudian
''Ya sudah bibi akan siapkan makan untuk kalian'', ucap wanita itu melangkah meninggalkan Lio dan Pablo.
''Apa kau ke pulau itu???, tanya paman penuh selidik pada kedua pemuda itu.
''Iya paman'',jawab Pablo cepat tak ingin dimarahi paman karena beberapa hari meninggalkan peternakan.
''Apa yang ingin kalian pastikan disana??, tanya paman lagi.
__ADS_1
Lio dan Pablo diam, ''Paman aku ingin membersihkan diri dulu''. ucap Pablo dan segera beranjak dari duduknya.
''Kakakmu ingin kau segera pulang kerumah, ia menelfonku setelah kamu meninggalkan peternakan, nak mereka keluargamu, mereka mengkuatirkanmu'', ucap paman pada Lio yang tak bergeming dari duduknya.
''Paman aku hanya anak angkat mereka, ucap Lio sedih.
''Paman tahu, bukankah mereka memperlakukanmu dengan sangat baik???
''Ya, tapi sekarang aku sudah dewasa, aku tidak harus bergantung pada mereka lagi, aku ingin mencari hidupku sendiri''. ucapnya lirih
Lio masih diam mendengar kata-kata pamanya,. ''Paman, panggilnya ragu.
''Kenapa??.
''Benarkah paman pernah melihat seorang gadis kecil di pulau itu, kapan paman terakhir melihatnya???, tanya Lio
__ADS_1
''Apa Pablo yang bilang padamu???
''Ya, katakan paman seperti apa wajahnya, bagaimana keadaanya?, apa dia baik-baik saja''.
''Kenapa kau ingin tahu, apa hubungannya denganmu??, ucap paman penuh selidik.
''Dia saudara perempuanku paman, aku kesana untuk mencarinya, kami meninggalkannya disana sendiri'', ucap Lio sambil menangis.
''Apa maksudmu??, tidak ada orang yang tinggal disana, bagaimana kau bisa meninggalkan saudaramu disana??. tanya paman penasaran.
''Itu sudah beberapa tahun berlalu, saat itu aku baru delapan tahun dan kakakku berusia sebelas tahun, kami datang kesana bersama orang tuaku, selama beberapa bulan tinggal disana, lalu orangtuaku ingin keluar untuk mengurus sesuatu dan memintaku menemaninya karena ia sedang sakit, tapi aku bermain di dalam heli sendiri dan tertidur disana dan setelah aku bangun aku sudah tidak berada di pulau, harusnya aku menemaninya saat itu,'' Lio menceritakan kisahnya yang masih ia ingat pada pamannya, cerita yang sama dengan cerita Luna gadis yang ditemukan Raiden di dalam pulau itu.
''Pulanglah nak dan temui kakakmu Raiden, beberapa hari lalu ia juga baru kembali dari pulau itu'', ucap paman tidak ingin memberitahu Lio tentang gadis yang di bawa Raiden, karena dia masih belum tahu kebenaranya.
''Apa Raiden bertemu denganya???. tanya Lio penasaran.
__ADS_1
''Kakakmu ingin kamu melanjutkan belajar dan membantunya mengurus perusahaan, bukan perpetualang di hutan''. ucap paman membuat Lio kecewa.