Bidadari Pengikat Hati

Bidadari Pengikat Hati
07.Demam


__ADS_3

Raiden dan Luna melanjutkan perjalanan kembali ke vila, Luna nampak kelelahan setelah terjatuh, mereka bergandengan berpegangan pada akar pohon, mereka memutuskan untuk istirahat di vila lagi karena hari sudah sangat gelap, dan berencana keluar dari pulau keesokan paginya.


Luna meringkuk di dekat perapian, mereka berdua kelelahan dan tertidur.


''Daddy, mom'', Luna mengigau memanggil ayah dan ibunya membuat Raiden terbangun, ia memandangi wajah Luna yang terlelap, lalu membelai wajah cantiknya, Raiden merasa sangat sedih mengingat kisah Luna yang ditinggal sendiri di pulau terpencil, jika di hitung sudah sembilan tahun Luna hidup sendiri di pulau ini dan bergantung di alam. Raiden berjanji dalam hatinya akan membantunya menemukan keluarganya, tidak tahu kenapa ia ingin melindunginya dan menjaganya.


''Daddy'', panggil Luna lagi dan menarik tangan Raiden membuatnya menggeser posisinya lebih dekat dengan Luna, tapi ia merasa tubuh Luna sedikit panas, sepertinya ia demam, Raiden segera mencari obat di ranselnya, ia selalu membawanya untuk berjaga-jaga.

__ADS_1


''Luna bangunlah sebentar, kau minum obat dulu, setelah itu bisa tidur lagi'', Raiden berusaha membangunkannya dan membantu Luna minum obat setelah itu membaringkan Luna kembali, menyelimutinya agar tidak kedinginan. Raiden berbaring kembali dan akhirnya tertidur, ia juga sangat lelah.


Luna terbangun dan melihat Raiden tidur disebelahnya, ia merasa tenang berada di dekat Raiden, tanganya terulur membelai wajah Raiden dengan lembut, membuat Raiden mengeliat bangun.


Luna tersenyum, saat Raiden membuka matanya, jantung Raiden berdebar kencang melihat wajah Luna yang begitu mengoda, ia segera menangkap tangan Luna di wajahnya dan kemudian langsung mendaratkan ciuman di bibir Luna.


Raiden merasa mendapat kesempatan, karena Luna tidak menolak, ia pun mencium kembali bibir Luna dan ********** dengan lembut. Luna membalas ciuman Raiden membuat Raiden semakin bergairah, ia menekan kedua tangan Luna dan menindihnya, lidah dan bibir mereka saling membelit dan semakin menuntut, Raiden mencumbunya dengan penuh gairah, ia meremas dua benda kenyal milik Luna membuatnya menggeliat dan mendesah, Raiden menarik pakaian Luna hingga sobek, dan terlihat dua gundukan yang membuncah, Raiden terus mencium hingga turun ke leher dan ******* gundukan kenyal milik Luna bergantian dan memainkanya dengan lidahnya, membuatnya merasakan sensasi yang luar biasa untuk pertama kalinya. Raiden tak kuat lagi menahan gairah ia hendak menurunkan pakaian Luna dan detik kemudian ia melihat noda darah di pakaian Luna.

__ADS_1


'' Apa kau sedang ha.. id??, tanya Raiden dan langsung menghentikan kegiatannya.


Luna langsung terduduk dan mendekap lututnya.


''Maafkan aku, seharusnya aku tidak melakukanya padamu, aku pria normal, tidak bisa menahanya'', mohon Raiden, ''sebaiknya kau bersihkan dirimu, aku akan menyiapkan sarapan, lalu kita berangkat'', ucapnya lagi


Luna mengangguk, lalu segera berdiri pergi ke air terjun untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Raiden segera merebus telur-telur yang tersisa di sana, membuat kopi dan coklat, lalu dia menyusul Luna ke air terjun untuk membersihkan diri, sejak kemarin ia tidak mandi karena saat sampai di villa hari sudah gelap. Setelah selesai sarapan mereka segera berangkat, tak lupa Luna mengambil benda yang di berikan ayahnya sebagai hadiah ulang tahunya yang ke sebelas dan beberapa benda milik ibunya yang tersimpan di villa.


__ADS_2