
Matahari sudah tinggi saat Raiden bangun, gara-gara memindahkan Luna ke kamar, hilang rasa kantuknya dan baru menjelang pagi, ia tertidur lagi, ia mengambil ponselnya dan menghubungi Niko.
Dreeetttt.
''Pagi boss'', sapa Niko yang sudah berada di kantor.
''Nik, bagaimana dengan dokter dan ahli gizi yang kuminta kemarin???, tanya Raiden langsung.
''Untuk siapa dokter dan ahli gizi??, apa kau sudah kembali dari peternakan???, tanya Niko tak mengerti.
''Bukan siapa-siapa, iya aku di apartemen sekarang???
''Aku sudah buatkan janji dengannya hari ini jam sebelas di rumah sakit kota'', jawab Niko
''Ok, apa ada masalah di kantor???
''Ibumu menelfon, dia bilang tidak bisa menghubungimu, dia akan kesini dalam beberapa hari ini, cepatlah kembali ke kantor!!!.
''Baiklah terimakasih, setelah selesai urusanku, aku akan segera ke kantor'', Raiden mematikan ponselnya, dan segera bergegas ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian dia keluar dan sudah rapi. Ia melihat sarapan sudah tersaji di meja.
__ADS_1
''Luna.....''panggilnya
Mendengar suara Raiden memanggilnya, Luna langsung masuk ke dalam, setelah menyiapkan sarapan untuk Raiden tadi, ia duduk di balkon sembari membaca buku milik Raiden.
''Apa kau yang menyiapkan ini semua???, Kau sudah sarapan???,tanya Raiden.
Luna mengangguk sedikit takut, lalu menggeleng.
''Tidak perlu takut, dari mana kau belajar membuat ini???, Reiden melihat beberapa kue di meja dengan topping buah.
Luna menunjukan buku memasak yang ia pegang.
''Luna, hari ini aku ingin memeriksakanmu ke dokter dan ahli gizi, kau tahu tubuhmu sangat kurus, kau hanya sedikit makan, aku ingin berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi tentang keadaanmu, aku tidak bermaksud apa-apa, apa kau tidak keberatan???, ucap Raiden
''Dengarkan aku, sekarang kau hidup disini bersamaku, aku janji akan membantu mencari keluargamu, tapi sekarang keadaanmu harus baik dulu, agar keluargamu senang saat bertemu denganmu nanti, dan jangan katakan asal-asulmu pada siapapun, aku tidak ingin nantinya ada orang yang akan manfaatkanmu, kau hanya harus percaya padaku, jangan mudah percaya pada orang lain, dan jika terjadi apa-apa padamu, kau harus segera memberitahuku mengerti??, ucap Raiden lagi
Luna mengangguk dan tersenyum.
''Jangan hanya mengangguk dan tersenyum seperti itu, kau membuatku gemas, kau harus melatih berbicara jika ada yang mengajakmu bicara, ok''. ucap Raiden
__ADS_1
''Ok, aku percaya padamu''. ucap Luna membuat Raiden tersenyum
''Sekarang ayo kita berangkat'', ajak Raiden
Mereka segera keluar menuju rumah sakit. Lima belas menit kemudian mereka telah sampai di rumah sakit.
Suasana rumah sakit sangat ramai, banyak orang sedang mengantri untuk kontrol, Luna menggenggam erat tangan Raiden, banyak pasang mata melihat mereka berdua, Raiden yang tampan dan gagah, dan Luna yang cantik namun sangat kurus membuat orang menatapnya dengan aneh, ada juga yang berbisik -bisik, namun Raiden tetap cuek, tangannya melingkar di pinggang Luna, Raiden sangat menjaganya. Ia segera mendaftarkan Luna.
Seorang perawat mengantar Raiden dan Luna untuk bertemu dokter dan ahli gizi yang sudah di pesan Niko sebelumnya. Dokter itu adalah teman Niko, ia menyambut Raiden dan Luna dengan ramah.
''Slamat siang???, sapa dokter perempuan itu dengan ramah
''Siang dok, saya Raiden teman Niko dan ini Luna teman saya.
''Ada yang bisa saya bantu???.
''Begini, saya ingin berkonsultasi dan memeriksakan teman saya ini, tubuhnya sangat kurus, saya takut ia mengalami sakit atau kenapa???, tanya Raiden.
''Apa ada yang di keluhkan???
__ADS_1