BUAH HATI KITA

BUAH HATI KITA
Duduk Santai di Ruang Tamu


__ADS_3

Rasti yang sedang asik chating dengan Pak Ahmad, sempat kaget ketika Pak Ahmad mengatakan bahwa dirinya ingin berjumpa dengan Rasti usai mengajar.


Namun pertemuannya hanya satu jam saja, karena hari ini Pak Ahmad ada kegiatan pelatihan paskibra jam empat sore. Jadi Pak Ahmad mengajak Rasti bertemu di tempat makan yang dekat dari sekolahnya Rasti.


"Bisa kita bertemu usai mengajar?" tanya Pak Ahmad penuh harap.


"Emm, bagaimana ya?" gumam Rasti merasa bingung.


"Saya bertanya tidak dijawab, tapi Bu Rasti malah balik tanya. Huft! lalu saya mau jawab apa?" seru Pak Ahmad sedikit geram.


"Jawab apa saja! jawab Saya cinta kamu kek, apa kek! atau jawab Saya ingin makan bakso." celetuk Rasti, bercanda.


"Padahal banyak kata-kata yah, untuk membalas pesan wa Bu Rasti. Tapi mengapa saya jadi bingung dan kehabisan kata-kata!" tukas Pak Ahmad merasa gerogi.


"Ya, jawab saja! Intinya saya ingin bertemu, gitu saja kok repot!" cetua Rasti dengan nada getas.


"Nah! itu Bu Rasti juga sudah tahu jawabannya," tandas Pak Ahmad merasa lega, ternyata Rasti mengerti perasaan dirinya yang sedang jatuh cinta.


"Huft! dasar cowok menyebalkan!" seru Rasti merasa kesal.


"Yah, dia marah sama saya!" gumam Pak Ahmad sambil memegangi gelas berisi air minum yang hendak dia teguk.


"Jam satu siang, saya jemput Bu Rasti di tempat Bu Rasti mengajar." Sambung Pak Ahmad memberitahu, bahwa dirinya akan menghampiri Rasti untuk bertemu walau hanya satu jam saja.


"Terserah dikau saja, Pak!" tukas Rasti menggerutu tapi rindu kehadiran Pak Ahmad yang sangat menyebalkan baginya.


***

__ADS_1


Tet, tet, tet.


Bel tanda pulang sudah berbunyi, Pak Ahmad bahagia mendengarnya. Karena dia sudah janji mau menemui Rasti di tempat dia mengajar, tempat di mana pertama kali Pak Ahmad berjumpa dengan Rasti yang sangat sombong dan angkuh.


Pak Ahmad mengemasi barang bawaannya dan memasukannya ke dalam tas punggung miliknya, kabarnya sih tas punggung itu dapat diberi dari Bu Diana yang hari ini sedang berulang tahun.


"Pak Ahmad, mau ke mana? kelihatannya sangat buru-buru." tanya Pak Rezi, yang melihat Pak Ahmad gugup saat mengemasi barang bawaanya.


"Eh, iya nih! Saya ada janji dengan seseorang, dan sudah terlambat." terang Pak Ahmad memberitahu bahwa dirinya mau menemui seseorang.


"Oh, begitu! makanya saya perhatikan dari tadi, Pak Ahmad buru-buru banget." sambung Pak Rezi membulatkan bibirnya.


Pak Ahmad tidak menjawab apapun lagi, dan segera keluar dari kantor guru untuk cepat-cepat menemui perempuan pujaan hatinya yaitu Rasti.


Langkah yang cepat dan lantang, membuat Pak Ahmad cepat sampai di tempat parkir khusus sepeda motor Bapak Ibu guru di SMK.


Ternyata suara panggilan itu berada sangat dekat dengan ddirinya. Pak Ahmad menoleh ke belakang sambil memutar tubuhnya yang tinggi seperti model pria.


"Pak Ahmad, saya minta tolong! tolong cetakan file dalam flashdisk ini, saya tunggu di kantor kepala sekolah." Kata Pak Ataf mengulurkan tangannya, sambil memberikan flasdisk miliknya berisi file yang hendak dicetak oleh Pak Ahmad.


Bagaimana bisa Pak Ahmad menolak perintah dari Bapak Kepala Sekolahnya, akhirnya dia pun beranjak bangun dan turun dari sepeda motornya.


"Baik, Pak! akan segera saya cetak file nya." ucap Pak Toha sembari menerima flasdisk dari tangan Bapak Kepala Sekolahnya.


Dengan langkah yang diiringi detak jantung yang lebih cepat dari biasanya, Pak Ahmad melihat jam tangan yang melingkar di lengan kirinya. Dia merasa bahwa dirinya akan terlambat menemui Rasti, tentunya Rasti juga akan marah jika harus menunggu lama kedatangan Pak Ahmad.


Akhirnya Pak Ahmad punya inisiatif untuk segera menelpon Rasti, memberitahu kepada Rasti jika dia akan datang terlambat ke tempat Rasti mengajar.

__ADS_1


"Halo Bu Rasti, Saya minta maaf jika saya datang terlambat." ucap Pak Ahmad merasa tidak enak hati kepada Rasti.


"Terserah! mau terlambat atau tepat waktu, itu bukan urusan saya." balas Rasti, singkat. Sepertinya Rasti kecewa, tapi dia berpura-pura seperti tidak butuh kehadiran Pak Ahmad.


"Loh kok terserah?" tanya Pak Ahmad terpelongo dengan jawaban Rasti yang begitu angkuh.


Mendengar jawaban dari Rasti, Pak Ahmad merasa seperti tertampar. Cepat-cepat Pak Ahmad mengakhiri panggilan teleponnya dengan Rasti.


"Sudah dulu ya, Bu! saya masih ada tugas yang harus segera saya selesaikan saat ini juga." pamit Pak Ahmad dan mematikan panggilan telponnya, tanpa menunggu jawaban apapun dari Rasti.


Pak Ahmad meletakan hp nya di meja kerjanya dan menyalakan komputer, serta printer untuk mencetak file milik Bapak Kepala Sekolahnya. Ternyata tugas dari Bapak Kepala Sekolah sangat penting, itu bisa terlihat dari isi file tersebut.


"Alhamdulillah, tugas sudah selesai. Saya bisa cepat-cepat menemui Rasti, sebelum ngambeknya bertambah parah." gumam Pak Ahmad sambil mematikan komputer dan printer usai digunakan buat mencetak file.


Sambil menunggu layar komputer mati, Pak Ahmad berjalan menuju ruang bapak kepala sekolah untuk mengantar Pesanan beliau Pak Ahmad mengetuk pintu sebelum masuk serta mengucap salam dan bapak kepala sekolah menghampiri Pak Ahmad serta mempersilakan Pak Ahmad duduk di kursi sudut dalam ruangan kepala sekolah.


Sambil menunggu bapak kepala sekolah yang sedang mengecek hasil print out, Pak Ahmad mengambil air mineral kemasan gelas dan segera meminumnya untuk menghilangkan rasa haus.


Aslinya pada saat itu Pak Ahmad tidak bisa duduk dengan tenang, karena dia sudah terlanjur berjanji dengan Rasti bahwa dirinya akan menjemput Rasti jam 1 siang dan ingin bertemu dengan Rasti hanya satu jam saja.


Namun rencana itu gagal karena ternyata tiba-tiba bapak kepala sekolah memberikan tugas yang mendadak, dan menjadikan Pak Ahmad mengulur waktu untuk bertemu dengan Rasti.


Dalam hatinya berkata, "semoga saja Bu Rasti bisa mengerti posisi saya saat ini."


Namun sebisa mungkin Pak Ahmad akan menepati janjinya walaupun datang tidak tepat waktu, apapun resikonya nanti yang penting dia sudah menepati janjinya. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.


Pertemuan dengan bapak kepala sekolah sudah selesai, Pak Ahmad cepat-cepat berpamitan dengan bapak kepala sekolah dan melangkahkan kakinya dengan langkah yang panjang agar secepatnya Dia sampai di parkiran sepeda motor khusus guru.

__ADS_1


Langsung saja dia menyalakan mesin dan tacap gas sepeda motornya tanpa menghiraukan gerimis yang baru saja turun, dia menganggap jika gerimis hanya sesaat saja dan hanya di daerah sini. Dia berharap dalam perjalanannya akan akan baik-baik saja, dan segera bertemu dengan Rasti.


__ADS_2